Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 49


__ADS_3

Mendengar kata-kata Mommy Alea jelas Mishea, Rai dan Mishella ternganga.


Ternyata Mommy Alea lebih gila lagi dalam memberikan saran.


"Bagaimana Jeng? Jeng juga setuju kan kalau besok pagi saja pengucapan janji suci mereka dan minggu depan resepsi-nya?" Tanya Mommy Alea pada Mommy Julya.


"Ya, ya, ya, saya setuju. Tapi..."


"Tapi kenapa?"


"Tapi mau dimana kita mencari pemuka agama-nya?"


"Iya juga yah." Lirih Mommy Alea.


"Pemuka agama apa?" Tiba-tiba saja suara bariton Daddy March menggema di ruang keluarga.


Daddy March dan Daddy Bratt tidak jadi main catur. Daddy March hanya sedikit memberi nasehat dan pastinya perjanjian kerjasama bisnis dengan perusahaan Daddy Bratt kalau Daddy Bratt mau merestui hubungan Rai dan Mishea.


Setelah Daddy Bratt memikirkan lagi nasehat yang di berikan Daddy March, akhirnya Daddy Bratt pun harus rela mengikhlaskan Mishea pada Rai. Karena hanya Rai yang bisa membuat mental Mishea kembali sehat.


Mendengar suara Daddy March, semua orang yang ada diruang keluarga itu pun menoleh ke arah sumber suara dan terlihatlah Daddy March dan Daddy Bratt yang sudah kelihatan akur berjalan menghampiri istri masing-masing.


Karena Mommy Alea dan Mommy Julya duduk disofa yang sama, mau tak mau Mommy Alea pindah ke sofa yang di duduki Mishella. Mommy Alea, Daddy Bratt dan Mishella pun duduk di sofa panjang yang sama, sedangkan Mommy Julya duduk bersama dengan Daddy March dan begitupun Rai dan Mishea.


"Pemuka agama untuk menikahkan Rai dan Mishea, Sayang." Jawab Mommy Julya setelah Daddy March mendaratkan bokongnya di sofa.


"Oh.. kalau itu gampang. Neon paling tahu dimana cari pemuka agama." Jawab Daddy March santai.

__ADS_1


"Kalau begitu cepat hubungi Neon sekarang." Perintah Mommy Julya.


"Kenapa harus buru-buru? Kan Rai dan Mishea nikahnya minggu depan."


"Tidak! Mereka akan menikah secara agama besok. Resepsinya baru minggu depan." Jawab Mommy Julya.


Mata Daddy March dan Daddy Bratt langsung membulat lebar.


"Kamu serius Sayang?" Tanya Daddy March untuk meyakinkan kalau istrinya tidak sedang bercanda.


"Serius Sayang. Aku dan Jeng Alea sudah sepakat untuk menikahkan Rai dan Mishea secara agama dulu baru resepsinya minggu depan." Jawab Mommy Julya.


"Sayang, apa benar yang di katakan Nyonya Alfian itu?" Tanya Daddy Bratt pada istrinya.


"Iya Sayang. Karena aku tidak mau kejadian seperti kita dulu terulang. Berhubungan intim disaat kita belum terikat pernikahan." Jawab Mommy Alea berbisik agar tak ada yang tahu masa lalu mereka, terutama Mishella karena saat ini Mishella lah yang paling dekat duduknya dengan Mommy Alea dan Daddy Bratt.


"Ya kalau tidak mau mereka sampai begitu, kan mereka bisa kita pingit dulu." Balas Daddy Bratt.


"Sudah diam, jangan banyak protes! Kamu hanya perlu memberikan restu!" Kata Mommy Alea lagi.


"Baiklah, kalau memang kalian para istri sudah membuat keputusan. Kami para suami bisa apa?! Dari pada kesejahteraan raksasa yang bersembunyi di hutan belantara terancam, lebih baik kami mangut-mangut saja." Ucap Daddy March.


"Iya kan calon besan?" Kini Daddy March bertanya pada Daddy Bratt dengan tatapan mengintimidasi seolah meminta Daddy Bratt ikut setuju dengan keputusan istri mereka.


"Hemh.. i-iya." Jawab Daddy Bratt terpaksa.


"Kalau begitu, biar aku hubungi asisten ku dulu." Ucap Daddy March seraya berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruang kerjanya untuk menghubungi Neon.

__ADS_1


"Karena calon besan ada disini, bagaimana kalau kita sekalian makan malam bersama?" Usul Mommy Julya.


"Ide bagus tuh Jeng." Jawab Mommy Alea setuju.


"Kalau begitu tunggu sebentar yah biar saya suruh suami saya memesan private room di restoran XYX." Ucap Mommy Julya.


Mommy Julya pun mengangkat bokongnya dari sofa dan menyusul Daddy March ke ruang kerja.


Setelah Mommy Julya pergi, mata Daddy Bratt langsung terfokus dengan Rai dan Mishea yang sejak tadi saling berpegangan tangan.


"Ekhem..." Dehem Daddy Bratt.


Sontak Rai dan Mishea pun menoleh.


"Kau, awas saja kalau kau berani membuat putri ku menangis!" Ancam Daddy Bratt dengan tatapan mengintimidasi.


"Tenang saja calon Daddy mertua. Saya berjanji akan membuat hari-hari Mishea penuh dengan kebahagiaan. Saya akan memperlakukan Mishea bagaimana saya memperlakukan Mommy saya. Saya akan menyayangi dia, sebesar saya menyayangi Mommy saya." Jawab Rai mantap.


"Oh.. so sweet banget sih kamu." Puji Mommy Alea yang tersentuh dengan kata-kata Rai.


Sama dengan Mommy-nya, Mishella yang mendengarkan janji Rai di depan kedua orangtuanya jadi ikutan baper.


"Semoga saja aku bisa secepatnya menaklukan hati Satria dan membuat Satria berjanji seperti ini depan Mommy dan Daddy." Gumam Mishella dalam hati.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2