Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 22


__ADS_3

"Turun kan aku!!! Turunkan aku!!!" Teriak Julya sambil meronta-ronta.


Tapi March tidak memperdulikan Julya, March baru menurunkan Julya saat mereka sudah berada dalam kamar Julya.


Dengan kasar March membaringkan tubuh Julya lalu menindihnya. March menahan kepala Julya lalu mendaratkan bibirnya di bibir Julya dengan sangat kasar.


Julya tidak membalas ciuman kasar yang March berikan, ia terus membungkam bibirnya agar lidah March tidak bisa menerobos masuk ke dalam rongga mulutnya. Tangannya juga terus meronta berusaha mendorong tubuh March yang sedang menindihnya.


March yang sudah kehilangan akal sehatnya karena begitu merindukan tubuh Julya pun menahan tangan Julya dengan satu tangannya, lalu menaikkannya ke atas kepala Julya.


Sedang tangannya yang satu lagi ia pakai untuk masuk ke dalam area Miss Vigi. Ia meraba Miss Vigi terlebih dahulu sebelum memasukkan dua jarinya kedalam Miss Vigi.


"Aaargh.." Erang Julya saat dua jari March memasuki Miss Vigi nya.


"Kau suka?" Tanya March dengan nafas yang memburu dan sorot mata penuh hasrat sambil jarinya terus bermain-main di dalam Miss Vigi.


"Hentikan, aku mohon, aku bukan wanita seperti itu. Kau salah paham dengan malam itu." Ucap Julya sambil meringis.


"Aku tau. Aku pun tau kalau kau itu hanya lah seorang janda yang sedang frustasi." Balas March.


"Aku mohon hentikan Tuan. Jangan lakukan ini." Mohon Julya lagi.


Tapi March benar-benar tidak memperdulikan permohonan Julya.

__ADS_1


Julya yang awalnya tidak menikmati permainan jari March, lama kelamaan pun luluh, ia malah menikmati permainan jari March pada Miss Vigi nya. Meski sudah mulai menikmati, tapi Julya tetap tidak mau mengeluarkan suara lenguhannya. Ia melipat bibirnya rapat-rapat agar suara laknat itu tidak keluar dari dalam mulutnya.


Tapi March tahu kalau saat ini Julya sedang berusaha keras melawan badai kenikmatan yang sedang menerpa dirinya.


"March. Keluarkan suara mu, sebut nama ku. March. Ayo sebutkan nama ku." Ucap March sambil mempercepat gerakan jarinya di dalam Miss Vigi Julya.


"Oouh.. Ahhh.." Akhirnya suara laknat itu pun tak bisa lagi tertahan oleh Julya karena ulah jari March yang menciptakan sensasi nikmat luar biasa.


"Sebut nama ku Julya. March. Ayo sebut." Ucap March lagi begitu des ahan berhasil keluar dari mulut Julya.


"Oh.. March.. hentikan, aku mohon.. ah.. hentikan.. oh.." racau Julya.


March tersenyum puas mendengar Julya menyebut namanya, meski Julya meminta dirinya menghentikan permainan jarinya, tapi March tetap memainkan jarinya di Miss Vigi karena mulut dan respon tubuh Julya sangat lah berbanding terbalik.


"Ya terus sebut nama ku Julya." Balas March.


"Oh.. March..." Julya makin menikmati permainan jari March. Sangking menikmatinya, Julya sampai membusungkan dadanya.


"Apa kau ingin lebih sekarang, Julya?" Tanya March.


Julya menganggukkan kepalanya.


"Ayo lakukan March, aku sudah tidak tahan."

__ADS_1


March tersenyum penuh kemenangan, akhirnya ia berhasil membuat Julya meruntuhkan sendiri pertahanan dirinya.


March pun mengeluarkan jarinya dari dalam Miss Vigi, lalu membuka semua kain yang menempel di tubuh Julya. Setelah Julya dalam keadaan polos, baru lah March yang memoloskan dirinya.


Kini mereka sudah sama-sama polos. March pun menindih Julya, lalu mendaratkan bibirnya di bibir Julya. Ia mencium rakus bibir wanita yang ada di bawah kungkungannya itu. Julya yang sudah terbawa suasana yang March ciptakan pun membalas ciuman rakus March.


Tangan March juga tidak tinggal diam, tangannya pun mulai memainkan dua gundukan kembar milik Julya secara bergantian dan sesekali memilin puncak yang ada di ujung gundukan.


"Ssh.. ah.." des ah Julya saat jari March memilin puncak yang ada di ujung gundukan kembarnya secara bergantian.


Tak puas hanya memainkan dengan jari, March pun mulai menggunakan mulutnya untuk memainkan dua gundukan itu secara bergantian, juga memilin puncak gundukan dengan lidahnya.


Merasa hasratnya sudah tak bisa di tahan lagi, March pun menjauhkan mulutnya dari gundukan kembar Julya. Lalu, dengan menopang pada kedua lututnya, March mulai mengarahkan Mister Peni nya ke dalam rumah Miss Vigi.


"Ssh.. ah..." Erang keduanya saat Mister Peni terbenam sempurna di dalam Miss Vigi.


"Punya mu enak sekali Julya." Racau March.


"Punya mu juga besar sekali March." Balas Julya.


March tersenyum tipis mendengar ucapan Julya. March pun mulai menggerakkan pinggulnya untuk memulai permainan sesungguhnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2