
Dan benar saja ketakutan Satria itu. Karena ternyata koktail yang sudah di masukkan obat perangsang itu di berikan pada Hansara.
Tak ingin sampai Hansara menenggak koktail pemberian Si Pria A, Satria pun berlari menghampiri Hansara.
Dengan nafas yang terengah-engah, Satria langsung mengambil gelas koktail yang ada di tangan Hansara.
Dengan sekali tenggak, koktail yang ada dalam gelas pun sudah pindah ke tenggorokan Satria.
"Bodoh!! Kenapa malah aku minum!!!" Pekik Satria dalam hati. Padahal niatnya ingin membuang koktail itu ke pasir pantai tapi gerakan heroiknya malah membuat ia menenggak koktail itu.
Mata Si Pria A itu membulat, saat melihat koktail yang sudah ia masukkan obat perangsang di tenggak pria yang tidak di kenalnya.
"Hei.. apa-apaan kamu!!!" Teriak Si Pria A itu.
"Jangan teriak-teriak sama Kakak aku!!" Omel Hansara yang tak terima Mike, nama Si Pria A itu, meneriaki Satria.
"Ka-Kakak kamu?" Tanya Mike terbata-bata sambil menatap Hansara.
Hansara tidak menjawab, ia malah mengalihkan pandangannya pada Satria.
"Kak Satria darimana? Kok ngos-ngosan gitu?" Tanya Hansara.
Satria tak menjawab pertanyaan Hansara dan malah memberi tatapan tajam pada Mike.
Dengan tangan yang mengepal, rahang yang mengeras dan tatapan yang tajam, Satria pun mendaratkan bogem mentahnya ke wajah Mike.
Melihat Satria meninju Mike, suasana yang tadinya senang, seketika menjadi ricuh.
Mike yang mendapat bogem mentah mendadak dari Satria pun langsung tersungkur ke pasir pantai.
Dan Satria pun langsung naik ke atas tubuh Mike lalu menghadiahi Mike dengan bogem mentahnya lagi.
Bugh..
__ADS_1
Bugh..
Bugh..
Bukan hanya sekali Satria menghadiahi Mike dengan bogem mentahnya, melainkan berkali-kali.
"Kak... Stop Kak, stop!!" Teriak Hansara seraya berusaha menarik Satria yang sedang kalap.
Sedangkan dari tempat duduknya, Mishella yang melihat kejadian itu pun langsung berlari menghampiri Satria.
"Sat.. stop Sat!! Anak orang bisa ma*ti kamu bikin!!" Teriak Mishella seraya membantu Hansara menarik Satria.
Tapi tenaga Mishella dan Hansara tidak mampu menarik Satria yang sudah kalap.
"Hei kalian!! Kenapa malah bengong!! Sini bantuin!!?" Teriak Mishella kesal karena tak ada satu pun dari teman-teman Hansara yang membantu memisahkan Mike dari Satria.
Setelah di teriaki Mishella, akhirnya beberapa orang laki-laki yang ada di situ mendekat. Sebagian ada yang menarik tubuh Satria dan sebagian lagi menarik tubuh Mike.
"Dasar laki-laki breng*sek!!" Teriak Satria mengumpat Mike.
Satria menoleh ke arah Hansara.
"Kamu, ikut Kakak!! Jangan di tempat ini lagi!!!" Ucap Satria dengan tatapan dan nada suara yang mengintimidasi Hansara.
"Tapi Kak-"
"Gak ada tapi-tapi'an!! Ayo!!!" Satria langsung menarik tangan Hansara.
Namun baru beberapa langkah, Satria menghentikan langkah kakinya.
"Shel, bawa Sara pulang duluan ke vila." Perintah Satria pada Mishella dan di balas dengan anggukkan kepala Mishella.
Mishella pun menggiring Hansara berjalan menuju vila, sedangkan Satria, ia kembali menghampiri Mike.
__ADS_1
"Kau, berani kau melakukan cara murahan seperti yang ingin kau lakukan pada adik-ku tadi, aku pastikan nyawa mu melayang di tangan ku!!" Ancam Satria.
Setelah mengancam Mike, Satria pun berjalan menyusul Mishella dan Hansara yang sudah mau sampai di vila mereka.
*
*
*
Kini Satria, Mishella dan Hansara sudah berada dalam vila mereka.
"Kak Satria kenapa sih, kok tiba-tiba mukulin temen aku kayak gitu?! Kak Satria mabuk?" Tanya Hansara dengan nada yang meninggi.
Satria yang sedang duduk di sofa hanya diam. Tapi nafasnya terlihat sudah ngos-ngosan, wajahnya juga sudah sangat merah.
"Kak Satria!!!!" Teriak Hansara semakin kesal karena Satria tidak menjawab.
Dari lantai atas, Rai yang baru mau 'meninabobokan' Mishea pun merasa terganggu dengan keributan yang ada di lantai bawah. Gara-gara suara ribut-ribut itu, Mishea yang sedang memejamkan matanya karena sedang di sugesti Rai langsung membuka matanya.
"Hish!! Ada apa sih ribut-ribut!! Mengganggu sekali, tidak tahu apa aku sedang buka praktek terapi!!" Geram Rai dalam hati.
"Ada apa di bawah? Ayo kita lihat." Ajak Mishea seraya mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.
"Gak usah. Biarkan saja mereka, kita lanjutkan saja terapi kita, jangan hiraukan mereka." Cegah Rai saat Mishea hendak menurunkan kaki-nya ke lantai.
"Tapi aku penasaran Rai. Ayo kita lihat dulu mereka sebentar." Balas Mishea lalu beranjak dari atas ranjang.
"Aaarrrrrgh.... Awas kau Satria!!!" Geram Rai dalam hati.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...