
Mereka pun saling mengobrol-mengobrol ringan. Akh.. bukan mereka tapi lebih tepatnya hanya Mommy Julya dan Mishea saja yang asyik mengobrol sedangkan Daddy March dan Rai hanya sebagai pendengar setia.
Melihat Mishea begitu akrab dengan Mommy-nya, Rai pun senang. Setidaknya kalau Daddy-nya tidak menyetujui hubungannya dengan Mishea, ada Mommy-nya yang mem-backup semuanya.
Melihat wajah bosan Daddy-nya, Rai pun pindah duduk ke sebelah sang Daddy yang seharusnya di tempati oleh Mommy Julya.
"Bagaimana Dad, Mishea sangat cocok kan jadi Nyonya Muda Alfian." Bisik Rai.
"Mencurigakan!!" Hanya satu kata yang keluar dari mulut Daddy March menjawab pertanyaan Rai.
"Mencurigakan bagaimana? Apa Daddy berpikir kalau Rai dan Mishea hanya pura-pura?"
"Memang sepertinya kalian tidak sedang berpura-pura, tapi Daddy curiga kau memakai pelet pemikat gadis polos, makanya gadis se-polos Mishea mau menerima mu, si Tukang Asah!!" Jawab Daddy March.
"Cih!! Sialan!" Decih Rai seraya memutar bola matanya malas.
"Kau sudah beritahu Mishea kalau kalian harus secepatnya melangsungkan pernikahan?" Tanya Daddy March.
"Sudah Dad." Jawab Rai.
"Lalu orangtua Mishea bagaimana?"
"Aku belum mengutarakan niat ku pada orangtua Mishea, rencananya aku ingin membawa Dad dan Mom langsung menemui keluarga Mishea dan langsung melamar Mishea." Jawab Rai.
Daddy March melirik Rai sesaat.
"Gentleman juga anak ini!!" Puji Daddy March dalam hati.
"Ya siapa dulu Daddy-nya." Kini Daddy March memuji dirinya sendiri.
"Ekhem..." Daddy March berdehem agar Mommy Julya dan Mishea sadar kalau ada dua pejantan di dekat mereka.
Mendengar deheman Daddy March, Mommy Julya dan Mishea pun berhenti mengobrol dan menoleh ke arah Daddy March.
"Apa sudah boleh aku mengobrol dengan Mishea?" Tanya Daddy March.
__ADS_1
"Eh.. iya, aku sampai lupa ternyata ada kalian berdua disini." Jawab Mommy Julya sambil menyengir.
Mommy Julya pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju sofa yang diduduki Daddy March dan Rai.
Melihat Mommy-nya berjalan mendekati sofa yang ia duduki, Rai pun sadar diri kalau Mommy-nya hendak duduk di sebelah Daddy-nya.
Rai pun berdiri dari tempat duduk-nya dan berpindah duduk ke sofa yang di duduki Mishea dan duduk di sebelah calon Nyonya Muda Alfian itu.
"Mishea." Panggil Daddy March.
"Ya Paman."
"Apa benar Rai sudah mengutarakan niatnya yang ingin menjalin hubungan serius dengan mu?"
"Ya Paman, Rai sudah mengatakannya pada saya." Jawab Mishea sambil melirik Rai.
"Lalu apa kamu sudah memberi jawaban?"
"Sudah Paman. Dan saya menerima niat baik Rai pada saya."
"Karena memang saya sudah lama menyukai Rai, Paman. Dari waktu saya SD sampai sekarang perasaan saya pada Rai tidak berubah."
Daddy March mengernyitkan keningnya mencerna kata-kata Mishea.
"March, apa kau ingat saat Rai pernah tidur di gudang hanya karena ingin mencari surat cinta yang diberikan seorang gadis sewaktu Rai masih SD? Ternyata Mishea adalah gadis itu." Ucap Mommy Julya karena tahu kalau suaminya pasti sedang bingung dengan pengakuan Mishea.
"Benarkah?" Tanya Daddy March seraya menoleh ke arah Mommy Julya dengan wajah kaget dan di balas dengan anggukan kepala oleh Mommy Julya.
Daddy March ingat betul bagaimana wajah panik Rai saat selembar surat cinta yang sudah lusuh karena sebelum sampai ditangan Rai surat itu sudah di estafet-kan ke tangan teman-teman Rai, yang di masukkan ke dalam tumpukan buku-buku Rai yang sudah tidak terpakai dan tumpukan buku-buku itu di bawa pelayan ke gudang.
Saat itu juga Rai kecil langsung berlari ke gudang untuk mencari surat itu tanpa bantuan para pelayan. Dan untungnya surat itu berhasil Rai temukan. Namun karena sudah lelah mencari, Rai kecil pun menjadi ketiduran di dalam gudang.
Sama seperti Daddy March yang kaget, Mishea juga kaget mendengar kata-kata Mommy Julya. Karena saat mengobrol tadi, Mommy Julya tidak mengatakan fakta yang satu itu.
Mishea pun menoleh ke arah Rai yang ada disebelahnya.
__ADS_1
"Benarkah begitu Rai?" Tanya Rai.
"Entahlah, aku tidak ingat. Kejadian itu sudah lama sekali." Bohong Rai yang gengsi.
"Hish... Ternyata dari dulu kamu juga sudah menyukai ku yah." Goda Mishea.
"Bukan suka. Tapi lebih tepatnya menghargai perasaan orang yang menyukai ku." Balas Rai.
"Jadi kamu kamu sudah siap menikah dengan Rai dalam waktu dekat ini kan?" Tanya Mommy Julya.
"Dalam waktu dekat ini?" Mishea malah membalikkan pertanyaannya karena bingung.
"Iya. Kira-kira minggu depan." Ucap Mommy Julya enteng.
Mata Mishea membulat sempurna karena kaget. Bukan hanya Mishea, Rai dan Daddy March juga ikut membulatkan matanya kaget.
Karena waktu pernikahan minggu depan belum ada dalam pembicaraan mereka. Mereka hanya membicarakan minimal waktu untuk Rai mengenalkan calon istri kepada mereka.
"Kamu serius Sayang?"
Mommy Julya menganggukkan kepalanya dengan mantap.
"Tapi Mom, lamaran saja belum kenapa sudah menentukan waktu pernikahan? Bagaimana kalau orangtua Mishea tidak setuju?"
"Tenang saja, Daddy mu bisa atur semua itu." Jawab Mommy Julya sambil menepuk pundak suaminya.
"Iya kan Sayang?" Tanya Mommy Julya sambil mengerlingkan sebelah matanya pada suami-nya.
Papa Neon, Satria, siapkan lah diri kalian untuk lembur mulai hari ini.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...