
Mansion Alfian.
Malam ini March meminta Rai untuk makan malam bersama dengannya dan Julya.
Maklum saja, mereka sudah lama tidak makan malam bersama karena Rai sekarang memilih untuk tinggal diapartemen.
Selain karena sudah lama mereka tidak makan malam bersama, alasan utama March meminta Rai untuk pulang ke mansion karena March ingin membicarakan tentang rencana perjodohan Rai dengan gadis pilihannya.
Dan pastinya masalah ini sudah March diskusikan dengan Julya.
Setelah selesai makan malam, Rai, March dan Julya pun pindah keruang keluarga.
"Rai, ada yang Daddy ingin bicarakan serius dengan mu." Ucap March membuka pembicaraan.
"Serius sekali Dad. Ada apa?"
"Kau sadar sudah berapa umur mu sekarang?" Tanya March.
"Tiga puluh tahun."
"Apa kau tidak ingin menikah?" Tanya March.
"Rai pasti menikah Dad, tapi nanti kalau Rai sudah menemukan wanita yang tepat untuk Rai." Jawab Rai.
"Daddy tidak bisa menunggu mu sampai kau menemukan wanita impian mu! Biar Daddy yang mencarikan wanita untuk mu!"
"Daddy apa-apaan sih! Rai tidak mau!" Tolak Rai dengan suara yang sudah sedikit meninggi.
"Kalau tidak mau Daddy yang mencarikan wanita untuk mu, cepat bawa wanita pilihan mu pada Daddy dan Mommy!"
"Tapi saat ini Rai belum punya Dad!"
"Daddy akan beri kau waktu sebulan untuk kau mencari wanita idaman mu dan kau kenalkan pada Daddy dan Mommy!"
"Yang benar saja Dad, masa sebulan? Itu terlalu cepat! Setidaknya berikan waktu setahun atau minimal enam bulan."
"Keputusan Daddy sudah bulat, Daddy tidak mau tahu, pokoknya sebulan kau harus membawa wanita pilihan mu ke hadapan Daddy dan Mommy." Ucap March tegas lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Selamat mencari!" Ucap March sambil menepuk pundak Rai sebelum beranjak dari ruang keluarga.
__ADS_1
"Mom, tolong Rai, Mom. Tolong bantu bicara dengan Daddy." Rengek Rai pada Julya.
"Maaf sayang, kali ini Mommy sependapat dengan Daddy. Mommy juga sudah tidak sabar ingin menimang cucu." Balas Julya.
Julya pun berdiri dari tempat duduknya.
"Semangat mencari sayang." Ucap Julya sambil menepuk pundak Rai lalu berlalu dari hadapan Rai dan menyusul March yang sudah ada di kamar.
"Aaargh.... Kenapa Mommy dan Daddy tiba-tiba jadi membahas masalah ini sih!!" Gerutu Rai.
"Bagaimana ini? Siapa yang harus aku ajak nikah?" Lirih Rai frustasi sambil menjambak rambutnya.
Saat Rai sedang merasa frustasi dengan keputusan orang tuanya, tiba-tiba ponselnya berdering.
Rai pun mengambil ponselnya yang ia letakkan di meja.
Mishella. Begitulah nama yang tertera di layar ponsel Rai.
"Pasti ada yang tidak beres dengan Mishea." Gumam Rai.
Rai pun cepat-cepat menggeser tombol hijau.
"Rai, tolong segera kesini, Kak Shea histeris lagi, dia mengamuk bahkan sekarang Kak Shea mengancam akan lompat dari balkon kamar. Tolong segera kesini Rai, bantu kami membujuk Kak Shea."
"Aku akan segera kesana. Kau kirim saja alamat rumah mu." Jawab Rai lalu mengakhiri sepihak panggilan teleponnya.
Rai yang panik pun bergegas keluar dari mansion orangtuanya tanpa berpamitan pada kedua orangtuanya.
*
*
*
Mansion Wilson.
Setelah kurang lebih dua puluh menit membelah jalanan dengan mobil sportnya, kini mobil sport Rai sudah terparkir mulus di halaman mansion Wilson.
Mishella yang sudah menunggu kedatangan Rai langsung berlari menghampiri mobil Rai begitu mobil Rai masuk ke halaman mansion orangtuanya.
__ADS_1
"Ayo Rai cepat!" Mishella langsung menarik tangan Rai begitu Rai keluar dari dalam mobil.
Mereka pun berlari menuju lantai atas dimana kamar Mishea berada.
Begitu sampai di dalam kamar Mishea, Rai melihat kedua orangtua twin Mi yang sedang merayu Mishea sedangkan yang dirayu, sudah duduk di pinggiran balkon sambil menatap ke bawah.
"Mom, Dad, ini Rai, biar Rai saja yang membujuk Kak Shea." Ucap Mishella.
Bratt dan Alea pun membuka jalan untuk Rai mendekati balkon dimana Mishea berada.
"Shea..." Panggil Rai.
Mendengar suara Rai, sontak Mishea menoleh.
"Rai.." balas Mishea dengan wajah yang berbinar.
"Apa yang kau lakukan disitu? Ayo sini, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu." Ucap Rai sambil menjulurkan tangannya dan berjalan perlahan mendekati Mishea.
"Aku benci Daddy!" Balas Mishea berteriak.
"Benarkah? Bisa kau menceritakannya pada ku disini?" Bujuk Rai.
"Aku akan bercerita, tapi hanya berdua dengan mu dan tidak dirumah ini!"
"Baiklah, aku akan membawa mu ke taman kota. Sekarang turunlah."
Mishea menganggukkan kepalanya lalu menerima uluran tangan Rai kemudian memutar tubuhnya.
Namun saat Mishea memutar tubuh-nya tiba-tiba saja Mishea kehilangan keseimbangan dan hampir terjungkal kebelakang. Tapi untungnya Rai dengan sigap langsung menarik Mishea.
BUGH...
Meski Rai berhasil menyelamatkan Mishea yang hampir terjun bebas ke bawah, tapi Rai tidak bisa mengelak saat Mishea menimpa-nya.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...