
Sesampainya di parkiran, March melihat Julya yang sedang jongkok di belakang mobil, karena di belakang mobil untuk menghindari matahari yang sudah meninggi.
"Sedang apa kau disini?" Tanya March.
"Ya berteduh lah!! Kau tidak lihat matahari sudah mulai panas." Balas Julya ketus.
"Jangan ketus-ketus Julya, ingat kau sedang hamil sekarang. Nanti wajah anak mu cemberut kalau kau ketus-ketua seperti itu." Potong Nenek Julya dari belakang.
"Ya sudah ayo." Julya pun berjalan menuju pintu mobil bagian depan dan diikuti March dan Nenek Julya dari belakang.
Setelah mereka masuk kedalam mobil, March pun menyalakan mesin mobilnya.
"Apa kau sudah memesan tiket ke Padang, March?" Tanya Nenek Julya yang duduk dibangku belakang.
"Sudah Nek, dua jam lagi penerbangan kita." Balas March.
"Batalkan!" Perintah Julya.
"Hah!!!" March ternganga mendengar perintah Julya.
"Kenapa? Bukannya kau tadi pagi sangat ingin makan sate padang?" Tanya March heran.
"Aku sudah tidak ingin!" Jawab July ketus.
"Ta.."
"Sudah lah March, batalkan saja! Ibu hamil memang seperti itu. Sekarang ingin makan ini, nanti satu jam lagi sudah tidak ingin." Potong Nenek Julya menengahi perdebatan March dan Julya.
March menghela nafasnya kasar, lalu merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya. March pun membatalkan tiket yang sudah ia pesan tadi.
__ADS_1
"Lalu apa yang ingin kau makan sekarang? Ini sudah siang, kasihan cicit ku didalam sana pasti dia sudah kelaparan." Tanya Nenek Julya selagi March membatalkan tiket pesawat.
"Aku ingin makan coto Makassar." Jawab Julya.
March yang baru selesai membatalkan pesanan tiketnya dan hendak meletakkannya di dashboard pun menoleh kaget ke arah Julya, lalu membuka lagi aplikasi pemesanan tiket.
Karena Julya mengatakan ingin makan coto Makassar, maka tanpa bertanya pada Julya, March pun berinisiatif memesan tiket ke Makassar.
"Kenapa belum jalan?" Tanya Julya saat melihat March malah asyik dengan ponselnya.
"Tunggu aku sedang pesan tiket." Balas March.
"Tiket untuk apa?"
"Kau bilang ingin makan coto Makassar, makanya aku pesankan tiket untuk kita ke Makassar. Pasti anak ku ingin makan langsung di Makassar kan?" Jawab March penuh percaya diri.
March pun membatalkan pemesanan tiketnya. Untung saja belum sampai tahap pembayaran, kalau sudah, rugi dua kali March.
Sedangkan Nenek Julya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat March dan Julya yang seperti kucing dan anjing.
*****
Hotel.
Meninggalkan March dan Julya yang sedang sibuk berkeliling mencari rumah makan khas Makassar ada si pengantin baru, Neon dan Novi yang sudah memasuki ronde kedua pergulatan ranjang mereka.
"Ssh.. ah.. Sayang, aku.." racau Novi yang merasakan sesuatu ingin keluar dari dalam dirinya.
"Kau ingin keluar Sayang? Tunggu aku, kita keluarkan sama-sama." Balas Neon.
__ADS_1
Neon pun mempercepat gerakan maju mundurnya agar mereka berdua bisa sampai di puncak kenikmatan bersama-sama.
"Aaarrrggghhh..." Erangan panjang pun keluar dari mulut keduanya. Neon ambruk seketika diatas tubuh Novi.
"Makasih Sayang." Ucap Neon sambil memberikan kecupan di kening Novi.
"Apa kau puas Sayang?" Tanya Novi.
"Tidak perlu kau tanya lagi Sayang. Aku puas, sangat puas. Aku belum pernah merasakan sepuas ini." Balas Neon.
Novi tersenyum mendengar pengakuan Neon. Dirinya tak lagi merasa minder karena dirinya yang sudah tak lagi perawan karena bisa membuat suaminya merasakan kepuasan. Novi pun memeluk tubuh Neon yang masih menimpanya.
"Apa kau mau lagi, hah?" Tanya Neon saat Novi memeluknya.
"Kalau kau masih mau, aku siap." Jawab Novi malu-malu.
"Kita istirahat dulu. Lalu kita selesaikan urusan dengan ibu tiri mu itu. Setelah itu, baru kita lanjutkan permainan ini. Oke." Balas Neon.
Novi pun menganggukkan kepalanya setuju.
Setelah Mas Perkasa puas membanjiri rumah Mbak Nikmat dengan air kentalnya, Neon pun menarik Mas Perkasa dari dalam rumah Mbak Nikmat lalu berbaring di sebelah Novi, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Novi yang polos lalu menarik Novi untuk memeluk dirinya.
"Tidurlah. Nanti sore kita kerumah ibu tirimu." Ucap Neon sambil mengelus rambut Novi dan mengecup kening istrinya itu.
Novi pun memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Neon.
"Akan ku balas perbuatan kejam mu pada Novi!! Gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, mata ganti mata!" Geram Neon dalam hatinya.
Bersambung...
__ADS_1