
"March, aku merindukan mu. Tolong maafkan aku March." Ucap Mey lalu berjalan mendekati March hendak memeluk March.
Tapi belum juga Mey sampai memeluk March, Julya sudah berdiri di depan March.
"Jangan sentuh SU A MI saya!" Ucap Julya penuh penekanan pada kata suami.
March tersenyum senang mendengar penekanan kata suami yang Julya ucapkan barusan.
Mey kaget mendengar Julya mengatakan March adalah suaminya.
"Kau telah menikah lagi March?" Tanya Mey heran.
"Iya." Jawab March sambil menarik pinggang Julya lalu meletakkan dagunya di pundak Julya.
"Kami baru saja sah menjadi suami-istri hari ini." Lanjut March.
"Maaf yah aku tidak mengundang mu. Karena yang aku undang hanyalah orang-orang yang penting untuk aku dan istri ku saja. Dan kau bukan termasuk orang yang penting dalam hidup ku!!" Kata March lagi.
"Sekarang kau keluar dari apartemen ku! Aku sudah tidak sabar ingin melakukan ritual malam pertama dengan istri ku ini." Usir March.
__ADS_1
"Cih." Decih Mey sambil memutar bola matanya malas.
"Yakin kau ingin melakukan ritual malam pertama? Memangnya bisa? Kau saja..."
"Apa maksud mu! Asal kau tahu yah, suami ku ini sangat hebat diranjang. Sudah ukurannya standart internasional, durasinya pun bisa membuat ku merasakan kli*maks berkali-kali." Cepat-cepat Julya memotong kata-kata Mey karena tahu apa yang ingin Mey katakan.
Mey memutar bola matanya malas.
"Hey, kau pikir aku percaya dengan omong kosong mu itu! Apa kau tidak tahu kalau 'adik kecil' March tidak bisa diajak adu mekanik!" Balas Mey.
"Benarkah?" Tanya Julya dengan wajah mengejek.
"Ya mungkin saja Mister Peni tau kalau lawannya adu mekanik dulu bukan hanya dengan Mister Peni beradu mekanik, makanya Mister Peni malas bangun dari tidurnya!" Kata Julya lagi dengan tatapan menghina Mey.
Wajah Mey memerah karena hinaan Julya.
"Keluarlah dari apartemen ku, aku tidak punya waktu untuk meladeni mu!!" Timpal March yang masih memeluk Julya dari belakang.
"Tapi March aku tidak punya tempat tinggal, apa kau tega membiarkan ku luntang-lantung di jalanan dalam kondisi seperti ini?!" Jawab Mey sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit.
__ADS_1
"Memangnya kemana Okta? Apa dia mencampakkan mu?"
Mey membulatkan matanya karena March tau kalau Ayah dari anak yang dikandungnya adalah anak Okta. Padahal Mey sudah mati-matian merahasiakan siapa indentitas Ayah dari bayi yang di kandungnya.
"Kau tahu ini anak Okta?"
"Ya, aku tahu! Tapi aku pura-pura tidak tahu!" Jawab March.
"Okta mengkhianati ku, ia berselingkuh dan tidak mau bertanggung jawab. Makanya aku kesini, aku ingin kembali padamu. Aku tau, kau masih sangat mencintai ku March."
"Jangan gi*la kau! Aku sudah menikah dan aku juga sudah tidak memiliki perasaan apapun pada mu, sekalipun itu rasa belas kasihan sesama manusia!!" Balas March.
"Sekarang keluar kau!!!!" Usir March lagi.
"March aku mohon, izinkan aku tinggal disini. Paling tidak sampai anakku lahir. Aku tidak punya uang sama sekali March." Mohon Mey, ia tidak ingin menyerah karena Mey masih meyakini kalau March masih sangat mencintainya dan apa yang Julya katakan tadi tentang keperkasaan Mister Peni hanyalah kebohongan semata.
Mey yakin suatu saat Julya akan meninggalkan March dan mencari pelampiasan dengan laki-laki lain untuk mendapat kepuasan ranjang sama seperti yang Mey lakukan dulu.
Dan disaat itu terjadi, Mey akan masuk untuk mengambil posisinya kembali. Maka dari itu Mey harus tetap ada di apartemen itu untuk mencicil mengambil hati March kembali.
__ADS_1
Bersambung...