Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 48


__ADS_3

"Bratt..." Tiba-tiba saja Mommy Alea dan Mishella muncul.


Spontan Daddy Bratt langsung memutar tubuhnya dan berjalan dengan cepat menghampiri anak dan istrinya itu yang juga sedang menuju ke arahnya.


"Untung kamu cepat datang Sayang, aku benar-benar malu di buat benda laknat ini!!" Ucap Daddy Bratt seraya memberikan benda laknat milik Mommy Alea kepada sang empunya.


Mommy Alea pun cepat-cepat mengambil benda itu dan memasukkannya ke dalam tas-nya. Gara-gara teringat benda itu lah makanya Mommy Alea menyusul suaminya ke rumah orangtua Rai.


"Mommy.." lirih Mishea yang masih enggan keluar dari pintu rumah begitu melihat kedatangan Mommy-nya dan saudari kembarnya.


"Sayang..." Balas Mommy Alea saat mendengar Mishea memanggil dirinya. Mommy Alea pun berjalan menghampiri Mishea.


"Kamu tidak sempat diapa-apa kan oleh Daddy-nya Mishea?" Tanya Mommy Alea begitu ada di dekat Mishea dan Rai.


"Tidak calon Mommy mertua." Balas Rai santai sambil tersenyum tipis.


Blush. Wajah Mommy Alea memerah saat mendengar Rai memanggilnya dengan panggilan calon Mommy mertua.


"Kamu ini, bisa saja merayu-nya." Balas Mommy Alea seraya memukul lengan Rai pelan.


"Hish siapa yang sedang merayu, yang saya katakan memang benar calon Mommy mertua. Sebentar lagi, saya dan Mishea akan menikah, jadi mulai sekarang saya akan memanggil Bibi dengan panggilan calon Mommy mertua." Balas Rai seraya mengambil tangan Mishea dan menggenggamnya.


Mommy Alea terdiam sejenak untuk mencerna kata-kata Rai.


Namun saat Mommy Alea sedang mencerna kata-kata Rai, tiba-tiba saja Daddy Bratt kembali berteriak karena melihat Rai yang memegang tangan Mishea.


"Hei, lepaskan tangan mu dari tangan putri ku!!" Teriak Daddy Bratt dan hendak mendekati Rai namun langkahnya tertahan oleh Mishella yang cepat-cepat menarik Daddy-nya.

__ADS_1


"Jangan bikin malu Dad, ini rumahnya orang!!" Tegur Mishella.


Melihat emosi Daddy Bratt yang masih meledak-ledak padahal tadi sempat menciut, Daddy March menggeleng-gelengkan kepalanya.


Untuk meredakan emosi Daddy Bratt, Daddy March pun mendekati Daddy Bratt.


"Ayo ikut aku, lebih baik kita main catur atau main domino saja." Ucap Daddy March seraya merangkul Daddy Bratt lalu menggiring Daddy Bratt menuju halaman belakang dari pintu samping yang ada di dekat taman depan.


"Lepas, aku tidak mau main catur!! Aku mau..." Belum selesai Daddy Bratt bicara, Daddy March sudah langsung menutup mulut calon besannya itu.


"Ssst!! Nanti aku kasih tau resep agar bisa tahan lama." Bisik Daddy March.


Setelah Daddy March berhasil membawa Daddy Bratt pergi, sekarang giliran Mommy Julya yang menarik tangan Mommy Alea dan menariknya masuk ke ruang keluarga.


Kini Mommy Julya, Mommy Alea, Mishella, Mishea dan Rai sudah berada di ruang keluarga.


"Sebentar yah, biar aku suruh pelayan mengambil minum untuk kalian dulu." Balas Mommy Julya seraya mengangkat bokongnya lagi dari sofa dan berjalan menuju dapur.


Tak lama Mommy Julya pun masuk lagi ke ruang tengah.


"Tolong jelaskan sekarang apa yang sebenarnya terjadi." Paksa Mommy Alea saat Mommy Julya baru saja mendaratkan bokongnya di sofa.


"Begini... Mmm.. enaknya manggilnya apa yah? Jeng? Sis? Mbak atau apa?" Tanya Mommy Julya.


Berhubung Mommy Julya dan Mommy Alea sama-sama orang Indonesia, maka dari itu Mommy Alea pun meminta Mommy Julya memanggilnya dengan panggilan Jeng.


"Jeng saja." Jawab Mommy Alea.

__ADS_1


"Jadi gini Jeng...." Mommy Julya pun mengutarakan niat baik dirinya dan sang suami yang ingin langsung menjadikan Mishea sebagai menantu mereka.


"Secepat itu Jeng?" Tanya Mommy Alea kaget saat Mommy Julya mengatakan pernikahan akan di langsungkan seminggu lagi.


Dengan santai dan senyum sumringah, Mommy Julya menganggukkan kepalanya.


"Bukannya lebih cepat itu lebih baik Jeng? Karena anak-anak kita kan sudah sama-sama dewasa, kalau dua orang dewasa berpacaran terlalu lama kan... Yah begitulah Jeng, Jeng mengerti kan maksud saya?!" Balas Mommy Julya.


Mommy Alea mengangguk-anggukkan kepalanya paham dengan maksud kata-kata calon besannya itu. Apalagi Mommy Alea juga pernah ada di posisi seperti itu, berhubungan intim dengan Daddy Bratt saat status mereka belum terikat pernikahan. Bahkan Mishea dan Mishella pun hasil hamil di luar nikah.


Bukan hanya Mommy Alea saja, Mommy Julya pun juga begitu.


"Ya, saya sangat paham akan hal itu Jeng." Balas Mommy Alea.


"Kalau begitu saya setuju, sangat setuju malah. Dan kalau perlu, besok pagi saja kita nikahkan mereka secara agama dulu, baru minggu depannya kita adakan resepsinya." Ucap Mommy Alea lagi memberi saran.


Mendengar kata-kata Mommy Alea jelas Mishea, Rai dan Mishella ternganga.


Ternyata Mommy Alea lebih gila lagi dalam memberikan saran.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2