Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 59


__ADS_3

Di Apartemen March.


Julya dan March pun telah selesai dengan ritual mereka. Mereka juga sudah membersihkan tubuh mereka.


Setelah selesai membersihkan tubuh, March dan Julya pun turun kelantai bawah.


Sesampainya mereka dilantai bawah, bertepatan juga Mey yang keluar dari dalam kamarnya dengan menyeret koper berukuran sedang miliknya.


"Mau kemana?" Tanya Julya.


"Aku mau keluar dari sini! Semakin lama aku disini, aku bisa gila!" Jawab Mey.


"Benarkah? Memangnya kau punya tempat tinggal?" Tanya Julya meledek.


"Bukan urusan mu!" Balas Mey ketus. Kemudian mengalihkan pandangannya pada March.


"March, aku pergi. Semoga kau bahagia dengan pernikahan kedua mu ini. Maaf jika saat aku menjadi istri mu, aku tidak bisa memberikan apa yang kau mau. Dan maaf karena aku telah berselingkuh dari mu." Ucap Mey.


March tidak menjawab dan malah membuang wajahnya kearah lain.


Melihat itu sikap March itu, Mey hanya bisa menghela nafasnya.


"Aku pergi." Pamit Mey.

__ADS_1


"Sayang, apa kau tidak ingin memberikan sedikit uang pada mantan istri mu itu? Kasihan dia sayang, pasti sekarang dia tidak punya uang sama sekali." Ucap Julya dengan suara yang ia buat manja.


"Tidak perlu. Aku tidak sudi memberikan satu peser pun uang ku untuk wanita itu." Balas March.


Nyess. Mendengar itu hati Mey sakit sekali. Tapi Mey sadar, memang dirinya lah yang bersalah. Ia sangat tahu watak March, jika sudah membenci tidak akan mudah untuk memaafkan.


Mey pun berjalan menuju pintu dan keluar dari dalam apartemen March.


"Kau bilang wanita itu punya rencana busuk? Tapi kenapa wanita itu cepat sekali keluar dari sini? Padahal kan belum melihat kita beratraksi." Tanya March saat melihat Mey sudah keluar dari unit apartemennya.


"Cih.. Kau itu tidak tahu atau hanya pura-pura tidak tau sih?!" Decih Julya geram.


"Kalau dia tiba-tiba pergi tanpa kita usir, itu berarti dia sudah melihat kita beratraksi."


"Benarkah?!"


"Memangnya kau tidak dengar apa yang Mey katakan tadi. Semakin lama dia ada disini bisa-bisa dia bisa gila. Itu tandanya dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Mister Peni sudah bangun dari tidurnya." Kata Julya lagi.


"Bagus lah kalau begitu! Memang ada baiknya juga wanita itu pergi dari sini, karena kalau dia sampai berlama-lama disini, aku yang bisa gila karena tidak bisa mengeksplor semua tempat yang ada di unit apartemen ini." Balas March.


Julya memutar bola matanya malas.


"Jangan hanya hak mu saja yang kau tuntut! Ingat kewajiban mu!" Julya menyindir tentang permintaan Julya yang meminta rumah lamanya yang ditempati Agus dan wanita selingkuhannya serta memberikan Julya usaha wedding organizer.

__ADS_1


"Kau tenang saja baby, aku sudah menyiapkan semuanya untuk mu."


"Benarkah?" Tanya Julya dengan raut wajah seakan tidak mempercayai kata-kata March.


March menganggukkan kepalanya.


"Tapi baru wedding organizer, sedangkan rumah, masih Neon upayakan karena mantan suami mu bersikeras tidak ingin menjual rumah itu." Balas March.


"Ciih!!! Dasar laki-laki tidak tahu malu!" Geram Julya.


"Ish! Sudah jangan ngomel-ngomel, ayo sarapan, aku sudah lapar. Aku ingin mengisi tenaga lagi agar bisa melanjutkan ronde berikutnya." Ucap March sambil mengerlingkan matanya lalu merangkul pundak Julya dan berjalan menuju meja makan.


Sesampainya di meja makan, March langsung menarik kursi untuk Julya lalu mendudukkan Julya di kursi itu.


Setelah Julya duduk, baru lah March duduk disebelah Julya.


"Kok bengong? Ayo cepat olesi selai rotinya." Ucap March saat melihat Julya malah terdiam.


"Tapi aku tidak ingin makan roti. Aku ingin makan sate padang." Rengek Julya.


"Ya sudah pesan online saja!" Balas March dengan mudahnya.


Julya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tapi aku ingin langsung ke Padang." Balas Julya.


Bersambung...


__ADS_2