
Sambil bibir mereka berciuman panas, tangan Julya ikut menyelinap di balik celana pendek March.
March memejamkan matanya untuk merasakan, meresapi dan menikmati sentuhan tangan dan permainan jari-jari lentik Julya pada Mister Peni.
Merasa oksigen dalam paru-parunya menipis, Julya melepaskan tautan bibirnya dengan March.
Setelah tautan bibir terlepas, cepat-cepat Julya melepaskan celana pendek March hingga menampilkan Mister Peni yang sudah berdiri tegak dengan gagah perkasanya. Dan March pun membuka kaosnya sendiri. Kini March sudah dalam keadaan polos.
Tak ingin March polos sendirian, Julya pun membuka pakaiannya dan hanya menyisakan tirai berenda penutup rumah Miss Vigi.
"Apa yang kau lakukan Julya? Jangan buat ku khilaf! Cepat pakai lagi pakaian mu!" Ucap March saat melihat dua gundukan daging milik Julya bergelantungan tepat di depan matanya.
"Rasanya tidak adil kalau hanya kau saja yang polos March." Balas Julya dengan santainya.
"Ini bahaya! Kalau aku sampai khilaf bagaimana?"
"Asal kau melakukannya pelan kan tidak masalah March." Goda Julya.
"Tidak, tidak! Aku tidak mau!" Tolak March. March pun mendudukkan dirinya lalu memungut pakaian Julya.
__ADS_1
"Ayo pakai lagi pakaian mu!" Ucap March dan hendak memakaikan pakaian Julya.
Tapi belum sempat March memakaikan pakaian untuk Julya, Julya sudah mengambil pakaian itu dari tangan March dan membuangnya ke sembarang arah. Lalu mendorong tubuh March hingga March kembali berbaring di ranjang.
"Jul.."
"Ssst.. nikmati saja!" Ucap Julya sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir March saat March ingin protes.
Lalu mulai memberi sengatan ke tubuh March, mulai dari leher turun ke dada yang ditumbuhi bulu-bulu halus, lalu turun ke perut.
March bisa apa kalau sudah seperti itu? March pun hanya bisa pasrah. Ia memejamkan matanya dengan tangan yang ia letakkan di belakang kepalanya lalu menggigit bibir bawahnya, menikmati sengatan yang Julya berikan atas tubuhnya.
Julya mengu*lum sebentar dua kelereng itu layaknya sedang menikmati boba.
"Ssh.. ah.. Baby.." desauan pun tak bisa lagi March tahan. Permainan lidah Julya pada dua kelerengnya sungguh sangat memantik kenikmatan.
Puas bermain dengan dua kelereng, barulah Julya memasukkan Mister Peni ke dalam goa bergiginya.
Dengan sangat perlahan Julya memijat Mister Peni dengan mulutnya. Pijatan yang tadinya lembut lama kelamaan semakin cepat dan kasar.
__ADS_1
"Ough.. lebih cepat lagi Julya sayang." Racau March. Dan Julya pun makin mempercepat gerakan kepalanya.
Merasa gerakan kepala Julya masih lambat, March pun membantu Julya menggerakkan kepalanya.
Tak ada rontaan dari Julya saat March membantunya menggerakkan kepalanya karena Julya tahu kalau suaminya itu sudah hampir sampai di puncak klimakstation.
Tiga menit kemudian.
"Aaarrgh...." Erangan panjang keluar dari mulut March saat Mister Peni berhasil memuntahkan air kentalnya di dalam mulut Julya.
Setelah Mister Peni selesai memuntahkan air kentalnya, cepat-cepat Julya berlari ke dalam kamar mandi untuk membuang air kental Mister Peni yang ada di mulutnya.
"Jangan lari Julya!!!!" Teriak March saat melihat Julya berlari.
Julya tak menjawab karena mulutnya sudah di penuhi air kental Mister Peni.
Takut terjadi apa-apa dengan istrinya, cepat-cepat March turun dari atas ranjang dan menghampiri istrinya di kamar mandi.
Bersambung...
__ADS_1