
March menekan beberapa angka kode kunci ponselnya, saat March menekan beberapa angka itu mata Julya melirik untuk melihat angka-angka itu.
"Tidak perlu melirik. Password-nya ulang tahun mu." Ucap March yang menyadari kalau Julya sedang melirik pergerakan jari-jarinya.
Blush. Wajah Julya memerah, antara malu karena ketahuan sedang melirik dan juga senang karena March menggunakan tanggal ulangtahunnya sebagai password ponselnya.
"Jangan hanya aku saja yang mengganti password ku dengan tanggal ulangtahun mu. Kau juga harus mengganti password ponsel mu dengan tanggal ulangtahun mu." Ucap March lagi.
"Baik lah." Jawab Julya.
"Eh.. tapi berapa tanggal ulangtahun mu?" Tanya Julya yang baru sadar kalau ia tidak tahu tanggal ulangtahun March.
"Cari tahu lah. Masa iya aku yang beritahu! Aku saja cari tahu sendiri kapan ulangtahun mu!" Balas March ketus.
"Cih.." decih Julya sambil memutar bola matanya malas.
"Cepat sana hubungi Neon!" Perintah Julya membalas keketusan March.
March pun mencari nama Neon di ponselnya lalu menekan tombol memanggil.
Tuut.. Tuut.. Tuut.. Bunyi nada sambung.
Panggilan pertama Neon tak menjawab panggilan March.
"Kemana anak ini! Apa masih tidur? Pasti semalam dia memakai jasa wanita pemuas ranjang! Awas saja kau Neon! Gerutu March dalam hati.
March pun kembali melakukan panggilan. Sama seperti panggilan pertama, panggilan kedua, Neon juga tidak menjawab.
"Haish!! Awas saja kau Neon!!" Geram March.
__ADS_1
"Coba hubungi Nenek." Ucap Julya.
"Aku tidak punya nomor Nenek." Balas March.
Julya pun memberikan nomor Neneknya dan March pun memasukkan nomor ponsel Nenek Julya ke dalam ponselnya.
Saat March hendak menekan tombol memanggil, tiba-tiba nama Neon terpampang nyata di layar ponsel March melakukan panggilan. March pun cepat-cepat menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.
"Halo March, ada apa?" Tanya Neon begitu March menjawab panggilannya.
"Dimana kau? Kenapa tidak menjawab telepon ku tadi?" Tanya March.
"Aku sedang menyetir March. Ada apa? Cepat katakan!"
"Kau mau kesini?" Tanya March.
"Tidak. Aku ingin pergi ke rumah pemuka agama."
"Sialan kau! Aku ingin menikah secara agama dengan tulang rusukku. Besok baru kami ke catatan sipil untuk melegalkan pernikahan kami."
"Apaaaaa! Yang benar kau! Jangan bercanda! Kau pungut darimana tulang rusuk mu?"
"Sialan kau, kau pikir tulang rusukku seperti tulang ayam apa! Aku serius, kalau kau tidak percaya, kau tanya saja pada Nenek Julya." Balas Neon.
"Neon benar March. Sekarang kami sedang dalam perjalanan menuju rumah pemuka agama yang menikahkan kau dengan Julya kemaren." Ucap Nenek Julya yang sedari tadi menyimak obrolan March dan Neon. Karena saat ini Neon menyalakan speaker ponselnya.
"Ada apa?" Tanya Julya yang penasaran saat melihat wajah kaget suaminya.
March pun menyalakan speaker ponselnya.
__ADS_1
"Jadi Neon benar-benar mau menikah? Tapi dengan siapa? Bukan kah selama ini Neon jomblo akut." Tanya March.
"Yang jelas dengan seorang wanita. Wanita yang cantiknya sama dengan Julya. Dan mulai hari ini, aku sudah mengangkat Novi sebagai cucuku." Ucap Nenek Julya.
"Benarkah Nek?" Sahut Julya senang.
"Iya Julya sayang. Apa kalian tidak mau ikut menjadi saksi pernikahan Neon dan Novi? Cepat susul kami. Keluarga Neon juga sudah dalam perjalanan menuju rumah pemuka agama itu." Jawab Nenek Julya.
"Baik Nek, kami kesana!" Jawab Julya.
"Baik lah, aku akan mengirimkan alamat rumah pemuka agamanya." Sahut Neon sambil menyetir.
Panggilan pun berakhir.
"Ayo March kita susul mereka, aku sudah tidak sabar." Ucap Julya bersemangat.
"Kau bilang mau ke Padang?"
"Kita bisa ke Padang setelah melihat adikku menikah." Balas Julya.
"Cih.. kau belum melihat wanita itu tapi sudah menganggapnya adik!"
"Kau tidak dengar tadi Nenek bilang apa! Nenek sudah menganggap calon istri Neon itu cucunya, berarti calon istri Neon adalah adikku. Kalau Nenek sudah bilang begitu, pasti calon istri Neon itu adalah perempuan baik-baik." Balas Julya.
March memutar bola matanya malas.
"Sudah ayo cepat!"
"Kita makan roti ini dulu. Jangan sampai kita pingsan karena kelaparan!" Balas March.
__ADS_1
Dan mereka pun mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum menyusul rombongan Neon.
Bersambung...