Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 72


__ADS_3

"Neon hentikan!!!!" Teriak Novi.


Sontak Neon pun menghentikan aksinya dan mengeluarkan gagang rotan itu dengan kasar dari dalam 'miliik' ibu tiri Novi.


"Bagaimana rasanya, hah? Sakit bukan!!! Itu juga yang Novi rasakan!!" Ucap Neon sambil melempar rotan kesembarang arah.


Setelah itu, Neon pun berjalan menghampiri Novi.


"Ayo kita pergi dari sini." Ajak Neon sambil menarik tangan Novi.


Neon dan Novi pun melangkah menuju pintu.


"Akan ku laporkan perbuatan keji mu ini ke polisi!!" Teriak ibu tiri Novi tak ada kapok-kapoknya.


Mendengar itu, Neon pun menghentikan langkah kakinya lalu memutar tubuhnya.


"Laporkan lah, memangnya kau punya bukti? Saksi?" Tantang Neon.


"Cih... Aku yakin, polisi akan menertawai mu nanti!" Kata Neon lagi dengan wajah remeh-nya.


"Ayo." Neon pun kembali menarik tangan Novi dan mereka pun melangkah menuju pintu.


Neon membuka pintu dan menutup pintu dengan kasar setelah mereka berada di luar rumah.


Sedangkan ibu tiri Novi hanya bisa menangis meringis kesakitan merasakan 'miliknya' yang di masukkan paksa gagang rotan.


*****


Kini Neon dan Novi sudah berada di dalam mobil dan sedang dalam perjalanan menuju apartemen Neon.


Sepanjang perjalanan Novi tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Melihat kebringasan Neon pada ibu tirinya, pikiran negatif tentang Neon pun berputar-putar di kepala Novi.


Dan rasa takut Novi itu bisa Neon lihat dari raut wajah Novi dan cara Novi memainkan jari jemarinya.

__ADS_1


"Kenapa Sayang?" Tanya Neon sambil melirik Novi.


"Tidak pa-pa." jawab Novi sambil tersenyum paksa.


Neon menghela nafasnya kasar dan tak melanjutkan pertanyaan atas rasa penasarannya. Neon memilih untuk menyimpannya sampai di apartemen nanti.


Setelah hampir dua puluh menit membelah jalan raya, akhirnya mobil yang Neon kendarai tiba juga di parkiran apartemen.


"Kau tidak mau bertanya kita ada dimana sekarang?" Kata Neon setelah ia mematikan mesin mobilnya.


Sangking merasa takutnya, Novi sampai tidak memperhatikan jalanan. Mata Novi pun berkeliling melihat sekitarnya.


"Dimana ini?" Barulah Novi bertanya.


Neon menghela nafasnya kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ayo turun. Nanti kau juga tahu." Ucap Neon.


"Kau itu kenapa, hah?! Apa sekarang kau takut pada suami mu?" Tanya Neon.


"A-aku..."


TEK. Neon mendekati Novi dan membuka seatbelt Novi.


"Jangan takut Sayang. Aku hanya mengeluarkan sisi kejam ku hanya pada orang-orang jahat. Apalagi orang yang telah menjahati orang-orang yang paling berharga untukku." Ucap Neon sambil mengelus kepala istrinya itu.


"Benarkah?" Tanya Novi meragu.


Neon menganggukkan kepalanya.


"Apa kau janji?!" Tanya Novi lagi.


"Aku janji Sayang. Sekalipun kau berselingkuh dari ku, aku tidak akan memukuli mu, tapi selingkuhan mu itu yang akan ku potong 'barang'nya!" Jawab Neon.

__ADS_1


Novi pun bernafas lega, lalu memeluk suaminya.


"Aku takut kau menyiksaku seperti kau menyiksa ibu tiri ku tadi." Kata Novi dalam pelukan Neon.


"Aku bukan pria seperti itu Sayang. Aku ini penyayang wanita, makanya banyak wanita yang ku belai-belai." Balas Neon.


"Hish!!!" Kesal Novi sambil memukul punggung Neon.


Neon menjauhkan tubuh Novi dari tubuhnya lalu mendaratkan ciumannya di bibir Novi. Mereka pun berciuman panas untuk beberapa menit.


"Sayang..." Panggil Neon sambil menyeka sisa saliva yang ada di bibir Novi.


"Hemh.."


"Aku ingin melakukannya disini." Ucap Neon.


Mata Novi membulat mendengar kata-kata Neon.


"Kau gi*la, ini parkiran Sayang."


"Tapi kan sedang sepi. Ayo lah Sayang, tidak sampai lima belas menit kok." Mohon Neon.


"Ta.."


"Aku tidak menerima penolakan Sayang." Potong Neon saat tahu istrinya sedang berusaha menolak permintaannya.


Dan tanpa basa-basi atau berusaha membujuk sang istri lagi, Neon langsung menyambar bibir Novi lagi dan tangan lincah Neon dengan cepat membuka penutup bagian bawah Novi.


Novi yang awalnya menolak habis-habisan keinginan suaminya yang ingin mengeksplor tubuhnya di dalam mobil, lama kelamaan pun luluh juga dan terbawa arus gairah yang Neon ciptakan.


Dan mereka pun saling melepaskan hasrat di dalam mobil di tempat parkiran yang untungnya saat itu sedang sepi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2