
Acara potong pita pun selesai dan di lanjutkan dengan acara makan-makan.
Julya, Nenek Julya dan Novi duduk dalam satu meja bundar sedangkan Neon dan March asyik berkeliling untuk menyapa para tamu undangan yang datang.
"Kau kenapa Novi? Wajah mu pucat sekali." Tanya Nenek Julya saat melihat wajah cucu angkatnya itu pucat dan mengeluarkan keringat dingin.
"Entah lah Nek, badan ku rasanya tidak enak. Sepertinya Novi kurang istirahat karena beberapa hari ini sibuk mengurus persiapan peresmian ini." Jawab Novi.
"Kalau kau sakit, kau pulang saja. Toh acara juga mau selesai." Sahut Julya.
Novi menggelengkan kepalanya.
"Gak pa-pa Kak, aku masih bisa tahan kok." Balas Novi.
Tak berapa lama March dan Neon pun menghampiri meja para istri mereka.
"Sepertinya kalian senang sekali ditinggal oleh kami?" Tanya March sambil mendaratkan bokongnya ke kursi kosong yang ada disebelah Julya.
"Senang lah, karena tidak ada para suami yang bawel!" Malah Nenek Julya yang menyahut.
"Kau kenapa Sayang, kenapa wajah mu pucat sekali?" Tanya Neon saat melihat Novi.
"Sepertinya Novi sakit, bawalah Novi pulang Neon." Lagi dan lagi Nenek Julya yang malah menjawab.
Neon pun memegang kening Novi dengan punggung tangannya.
__ADS_1
"Tidak panas." Lirih Neon.
"Memangnya sakit harus panas!! Sana cepat bawa Novi pulang!" Geram Nenek Julya.
"Ayo kita pulang Sayang." Ajak Neon.
"Aku tidak pa-pa Sayang, acaranya kan sebentar lagi juga selesai." Balas Novi.
"Novi, dengar Nenek, pulang lah sekarang bersama suami mu! Minum obat lalu istirahat!" Perintah Nenek Julya tegas.
"Iya Novi, jangan keras kepala! Wajah mu pucat sekali!" Timpal Julya.
"Ayo kita pulang Sayang, dengarkan kata Nenek dan Kakak mu!" Timpal Neon menambahkan.
"Baiklah." Balas Novi akhirnya setuju untuk pulang.
Mereka bertiga kompak menganggukkan kepala mereka.
"Neon, sampai di rumah, biarkan Novi beristirahat FULL!! Paham kan!" Ucap Nenek Julya dengan nada penuh penekanan.
"Iya Nek. Mana mungkin Neon tega mengajak Novi begadang dalam keadaan sakit." Balas Neon.
"Ayo Sayang, kita pulang." Ajak Neon sambil membantu istrinya berdiri.
Tapi baru beberapa detik Novi berdiri, tiba-tiba pandangan Novi pun menggelap dan akhirnya Novi pun pingsan. Jelas saja pingsannya Novi membuat Neon panik dan membuat heboh satu ruangan.
__ADS_1
"Cepat bawa Novi kerumah sakit Neon!" Ucap Nenek Julya panik.
Cepat-cepat Neon menggendong Novi ala bridal style dan berlari keluar dari ruangan itu. Julya dan Nenek yang panik pun hendak menyusul Neon yang sudah keluar dari ruangan itu. Tapi dengan cepat March menarik tangan Julya.
"Jangan kemana-mana, tamu belum berpulangan!" Larang March.
"Tapi Novi..."
"Iya Julya, kalian disini saja sampai tamu kalian pulang, biar Nenek yang ikut ke rumah sakit. Nanti selesai acara baru kalian menyusul kerumah sakit." Potong Nenek Julya.
"Ya sudah." Balas Julya pasrah.
March pun menjentikkan jarinya sambil memanggil Mang Sardi, supir pribadi Mey dulu, tapi setelah dirinya dan Mey bercerai, Mang Sardi, March pekerjakan sebagai supir perusahaan. Tapi nanti setelah rumah impian March-Julya telah selesai, Mang Sardi akan kembali di pekerjakan sebagai supir pribadi untuk Julya.
Mang Sardi yang mendengar March memanggil dirinya pun berlari menghampiri March.
"Iya Tuan."
"Tolong antarkan Nenek menyusul Neon." Perintah Neon.
"Ayo Nek." Ajak Mang Sardi.
Nenek Julya dan Mang Sardi pun berjalan terburu-buru keluar dari dalam ruangan meninggalkan March dan Julya yang harus menjamu para tamu.
Bersambung...
__ADS_1
*** Hai kakak-kakak, sekalian follow fb dan ig aku yah, fb : Nameera Thalita, ig : nameera_thalita. Terimakasih 🙏🙏 ***