
Julya menggelengkan kepalanya sambil matanya memberi kode pada March, seolah ingin mengatakan "jangan lakukan itu disini March!". Tapi bukan March jika menuruti perkataan Julya.
March tetap memajukan langkahnya mendekati Julya, lalu menarik pinggang Julya dan menahan tengkuk Julya yang kini sudah sah menjadi istrinya, lalu mendaratkan bibirnya di bibir Julya. March melu*mat lembut bibir Julya sehingga membuat Julya yang tadinya malu untuk berciuman di depan tamu undangan kini malah membalas luma*tan yang March berikan.
PROOOK.. PROOOK.. PROOOK.
HUUUUUU... HUUUU.
Suara tepuk tangan dan sorakan terdengar riuh ditempat itu saat March dan Julya berciuman.
Setelah satu menit, March pun melepaskan bibirnya dari bibir Julya. Untung saja lipstick yang Julya pakai tahan air dan juga tahan ciuman, jadi meski mereka berciuman panas lipstick yang Julya pakai tidak belepotan.
*****
Malam harinya.
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Acara resepsi yang langsung dilaksanakan setelah pengucapan janji suci usai pun telah berakhir. Para tamu undangan pun juga sudah berpulangan dan sekarang di tempat resepsi hanya ada March, Julya, Neon dan Nenek Julya.
"Ayo kita pulang." Ajak March sambil menggandeng tangan Julya.
"Kalian mau pulang kemana?" Tanya Nenek Julya.
"Ke apartemen." Jawab March.
"Kalian tidak memesan hotel untuk malam pertama kalian?" Tanya Nenek Julya lagi.
March dan Julya menggelengkan kepalanya kompak. Untuk apa memesan kamar hotel, toh di kamar apartemen, March sudah mempersiapkan segalanya untuk malam pertama mereka setelah sah menjadi suami-istri.
__ADS_1
"Lalu Nenek mau kalian bawa kemana?"
"Ya ikut dengan kami lah Nek." Jawab Julya.
"Ah.. tidak-tidak!! Nenek tidak mau ikut dengan kalian! Nanti Nenek tidak bisa tidur sepanjang malam karena mendengar suara kalian!" Tolak Nenek Julya.
"Tenang Nek, kamar saya sudah menggunakan peredam." Balas March.
"Ah, pokoknya Nenek tidak mau!!" Tolak Nenek kekeh.
"Nenek mau tidur di hotel saja kalau memang kalian mau di apartemen. Tapi kalau kalian mau ke hotel, biar Nenek tidur di apartemen kalian saja." Kata Nenek Julya lagi.
March terdiam. Ia bingung karena dirinya sudah mempersiapkan segala kebutuhan malam panasnya dengan Julya di dalam kamarnya. Tapi March juga tidak tega jika membiarkan Nenek Julya menginap sendiri di hotel.
Tiba-tiba saja otak March memberikan ide begitu ia melihat Neon yang sejak tadi diam saja.
"Baik." Jawab Neon.
"Tapi sekaligus kau temani!" Ucap March lagi.
Sontak mata Neon membulat mendengar kata-kata March. Neon pun menarik tangan March dan membawa March sedikit menjauh dari Julya dan sang Nenek.
"Apa kau gi*la menyuruhku menemani Nenek Julya?"
"Kenapa memangnya? Anggap saja kau sedang menemani Nenek mu sendiri!!" Balas March.
"Apa yang terlintas di otak mu sekarang, hah!! Apa kau takut Nenek Julya memperko*sa mu? Atau kau jangan-jangan kau yang takut khilaf juga berduaan dengan Nenek Julya?" Tanya March dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
"Sialan kau!!" Protes Neon sambil menyikut pelan dada March.
"Gini-gini juga aku masih waras!!" Lanjut Neon.
"Lalu masalahnya apa!"
"Apa kau masih waras menyuruh ku menjaga nenek-nenek!! Kalau nanti Nenek Julya minta di temani poop dan aku harus menunggu di depan pintu toilet bagaimana?"
"Haish!!! Kau pikir Nenek Julya kekanak-kanakan seperti itu!!"
"Bisa jadi kan!!!"
"Aku juga tidak menyuruhmu sekamar dengannya. Pesan lah dua kamar tapi yang bersebelahan atau berhadapan. Aku hanya tidak tega meninggalkan Nenek Julya menginap sendirian di hotel." Ucap March.
"Ta.."
"Sudah ayo, jangan banyak alasan!" Belum juga Neon selesai mengucapkan penolakannya, March sudah langsung memotong kata-kata Neon.
Mereka pun kembali mendekati Julya dan Neneknya.
"Nek, Neon akan menemani Nenek di hotel. Jadi kalau Nenek ada perlu apa-apa bilang saja pada Neon." Ucap March.
March pun menatap Neon. Dan dengan lirikan matanya, March memberi kode pada Neon untuk segera membawa Nenek Julya ke hotel.
"Awas kau March!!!" Geram Neon dalam hati.
"Ayo Nek." Ucap Neon. Mau tak mau, Neon pun melakukan apa yang di perintahkan bosnya itu.
__ADS_1
Bersambung...