Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 67


__ADS_3

Kini March, Julya dan Nenek Julya sudah berada di rumah sakit.


Setelah melakukan pendaftaran mereka pun harus rela menunggu di depan ruangan dokter kandungan hingga nama mereka di panggil.


"Nyonya Alfian." Panggil perawat dari depan pintu ruangan dokter kandungan.


Julya tidak sadar kalau sekarang perawat sedang memanggil namanya. Sedangkan March juga tidak mendengar karena sedang sibuk memesan tiket pesawat secara online. Sedang Nenek Julya, sudah pasti ia tidak menyadari siapa yang dipanggil perawat.


"Nyonya Alfian." Panggil suster sekali lagi.


Masih sama, Julya belum menyadari kalau suster sedang memanggil namanya.


"Nyonya Julya Alfian." Panggil perawat untuk yang ketiga kalinya. Dan saat itulah Julya baru menyadari kalau sedari tadi perawat memanggil namanya. Maklum saja, ia baru sehari menjadi Nyonya Alfian, jadi dia belum terbiasa mendengar panggilan itu.


Julya pun berdiri dari tempat duduknya.


Melihat Julya berdiri, Nenek Julya pun ikut berdiri. Begitu pun dengan March, ia pun langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


"Nama mu sudah dipanggil?" Tanya March sambil mereka berjalan menuju ruangan dokter kandungan.


Julya menganggukkan kepalanya.


"Apa kau yang mendaftarkan nama ku dengan nama Julya Alfian?" Tanya Julya.

__ADS_1


"Iya. Kenapa? Salah?"


"Tidak. Aku hanya kaget saja kalau sekarang aku di panggil dengan Nyonya Alfian." Balas Julya.


"Silahkan masuk Nyonya, Tuan." Ucap perawat yang memanggil nama Julya tadi setelah Julya, March dan Nenek Julya tepat berada di depan pintu ruangan dokter.


March, Julya dan Nenek Julya pun masuk keruangan itu.


"Silahkan duduk." Kata dokter kandungan sambil menunjuk kursi yang ada di depan meja kerjanya.


Dokter pun membaca terlebih dahulu hasil laporan pemeriksaan dasar Julya sebelum diarahkan untuk menunggu di depan ruang dokter kandungan.


"Apa sudah diperiksa dengan testpack?" Tanya dokter berjenis kelamin wanita itu.


Julya menggelengkan kepalanya.


"Iya dok." Jawab Julya.


"Bulan ini Anda sudah datang bulan?" Tanya dokter.


Julya diam mencoba mengingat-ingat.


"Sepertinya belum dok." Jawab Julya.

__ADS_1


"Baiklah, kita langsung usg saja kalau begitu." Ucap dokter.


"Silahkan berbaring diranjang Nyonya." Ucap dokter.


Julya pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ranjang. March dan Nenek Julya pun mengikuti Julya dari belakang.


Sesampainya di samping ranjang, Julya pun naik keatas ranjang. Perawat yang sedang menunggu Julya berbaring pun langsung membuka blouse yang Julya kenakan sampai sebatas dada lalu menuangkan gel diatas perut Julya.


Setelah gel sudah dituangkan diperut Julya, barulah dokter menyusul keranjang.


Dokter pun mengambil alat usg dan meletakkannya di atas perut Julya, memutar-mutar alat itu sambil matanya menatap ke layar monitor.


"Nah, ini dia janinnya." Ucap dokter saat berhasil menemukan janin yang sedang tumbuh di rahim Julya.


Mendengar itu, sontak Julya dan March pun membulatkan mata mereka.


"Ma-maksud dok-ter, istri saya memang sedang hamil begitu?" Tanya March masih tidak percaya.


"Iya Tuan, istri Tuan sedang hamil." Jawab dokter wanita itu.


"Kalau dilihat dari ukuran janinnya, sekarang kandungan Nyonya Julya sudah memasuki empat minggu." Kata dokter lagi.


Mendengar itu Julya merasa senang, tapi juga bercampur takut. Takut karena sekarang ada sang Nenek ditempat itu. Dengan usia kandungannya yang sudah empat minggu, pastinya Nenek Julya tahu kalau Julya dan March pernah berhubungan intim sebelum mereka resmi menikah.

__ADS_1


Sedangkan dari Nenek Julya sendiri, dirinya memang tidak merasa kaget, karena memang Nenek Julya sudah menduganya sejak ia menguping aktivitas yang di lakukan March dan Julya di kamar Julya sewaktu March berkunjung kerumahnya.


Bersambung...


__ADS_2