Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 29


__ADS_3

Resort Nexus.


Kini March sudah sampai di resort Nexus.


March mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi nomor Neon. Ternyata nomor Neon tidak aktif.


"Kemana orang itu, kenapa nomornya tidak aktif? Apa dia belum bangun?" Gumam March bertanya-tanya.


March pun berjalan mendekati meja resepsionis.


"Dimana Neon?" Tanya March tanpa basa-basi pada dua resepsionis.


"Maaf Tuan, apa boleh tau di kamar berapa teman anda itu?"


March terdiam.


"Di kamar berapa Neon menginap?" March bertanya-tanya dalam hati.


"Hei brother.." Panggil Nexus dari kejauhan.


Sontak March pun menoleh ke arah sumber suara.


Melihat Nexus berjalan kearahnya, March pun juga berjalan mendekati Nexus.


"Di kamar berapa Neon?" Tanya March tanpa basa-basi ketika dirinya dan Nexus sudah berhadapan.


"Kenapa kau bertanya pada ku? Memangnya kau semalam tidak pulang ke kamar mu?" Nexus malah bertanya balik.


March menggelengkan kepalanya.


"Ikut aku." Nexus pun berjalan menuju meja resepsionis dan diikuti March dari belakang.


"Apa tamu saya yang ada di kamar VIP 3 masih ada di dalam kamarnya?" Tanya Nexus.

__ADS_1


"Oh, iya Tuan. Ini kunci kamarnya." Jawab si resepsionis itu sambil memberikan kunci kamar yang semalam Neon pakai.


"Jam berapa dia keluar?" Tanya March.


"Sekitar dua jam yang lalu Tuan." Jawab si resepsionis.


"Shiit." Umpat March.


"Kenapa kau?" Tanya Nexus saat melihat wajah kesal March.


"Ada hal penting yang harus ku urus secepatnya."


"Hal apa?" Tanya Nexus penasaran.


"Kau tidak perlu tau!" Jawab March ketus.


"Cih." Decih Nexus sambil memutar bola matanya malas.


"Ngomong-ngomong darimana kau semalam?"


"Haish!! Duda ini!!" Geram Nexus sambil menunjuk udara di depan March.


"Kau tidak pulang?" Tanya March.


Nexus menggelengkan kepalanya.


"Aku masih ingin bersenang-senang disini. Mungkin seminggu lagi aku baru pulang ke ibukota."


"Kalau begitu suruh orang mu mengantar ku pulang ke ibukota. Aku harus pulang sekarang."


"Kenapa kau buru-buru sekali brother? Memangnya kau tidak ingin merasakan pelayanan kamar eksklusif dari resort ku ini?"


"Aku tidak minat! Cepat telepon orang mu untuk mengantar ku pulang!"

__ADS_1


"Baik lah!" Balas Nexus.


Nexus pun menghubungi orangnya untuk menyiapkan helikopter dan mengantar March pulang.


"Sudah. Pergi lah kau ke landasan sana!" Ucap Nexus.


Tanpa permisi atau mengeluarkan sepatah kata apapun, March pun pergi dari hadapan Nexus.


"Dasar duda sia*lan, tidak tau terimakasih!" Teriak Nexus mengumpat March.


"Makin hari makin aneh saja duda satu itu! Apa karena sudah kelamaan olahraga lima jari makanya dia jadi seperti itu?!" Monolog Nexus pelan.


*****


Kini March sudah berada di kantornya.


Sesampainya di kantor, orang yang pertama ia cari sudah pasti Neon. Dengan langkah panjang dan tergesa-gesa, March berjalan keruang kerja Neon.


Ceklek. Tanpa mengetuk pintu March membuka pintu ruang kerja Neon. Dan terlihat lah oleh March, Neon yang sedang tertidur di kursi kebesarannya dengan kepala yang ia sandarkan diatas meja kerja.


BRAAAK. March menggebrak meja kerja Neon dan berhasil membuat Neon kaget dan terbangun.


"Oh baby.. oh baby.." latah Neon dengan suara awal yang menggelegar namun makin lama makin melemah karena Neon melihat March yang ada di hadapannya.


"Kau kenapa bisa ada disini? Bukannya kau bilang ingin beberapa hari di pulau X?" Tanya Neon.


"Ada yang harus ku urus. Dan ini sangat penting." Jawab March.


"Sangat penting? Apa?" Tanya Neon sambil mengernyitkan keningnya.


"Tolong buatkan aku surat perjanjian dengan Julya. Isinya, aku akan memenuhi permintaan Julya yang pertama mendapatkan kembali rumah Julya yang saat ini ditempati mantan suaminya dan yang kedua membuka wedding organizer untuk Julya, asal Julya mau menikah dengan ku dan melahirkan anak-anak ku." Ucap March.


Neon membulatkan matanya mendengar kata-kata March.

__ADS_1


"Sudah gi*la orang ini!!" Gumam Neon dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2