
Meninggalkan Rai-Mishea dan Satria-Mishella, ada Daddy Bratt yang habis di ceramahi Mommy Alea di dalam kamar.
"Iya Sayang, iya maaf." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Daddy Bratt setiap Mommy Alea menyelesaikan satu bait ceramahnya.
"Kau harus ingat Bratt, Mishea itu membutuhkan Rai, kau sebagai Ayah tidak boleh egois! Apa kau tidak melihat tadi wajah Mishea, ia sudah mulai berdandan lagi! Mishea sudah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan mental-nya dan itu semua berkat Rai!" Omel Mommy Alea.
"Iya Sayang, iya. Aku minta maaf." Balas Satria.
Mommy Alea menghela nafasnya kasar sambil mendaratkan bokongnya di pinggir ranjang karena sejak mengomel tadi dirinya sedang berdiri sedangkan Daddy Bratt duduk di sofa.
Melihat istrinya sudah selesai mengoceh, Daddy Bratt berdiri dari tempat duduknya lalu mengambil segelas air putih yang ada nakas samping ranjang dan memberikannya pada sang istri.
"Ini minum dulu. Pasti mulut mu haus sekarang karena terus mengomel." Ucap Daddy Bratt.
"Hish.. kau ini!!" Kesal Mommy Alea seraya menerima gelas itu dari tangan Daddy Bratt.
Setelah satu gelas air putih selesai Mommy Alea tenggak, Mommy Alea memberikan kembali gelas itu pada Daddy Bratt dan Daddy Bratt meletakkan gelas kosong di nakas di sebelah sofa yang ada di depan ranjang.
Setelah itu Daddy Bratt duduk disebelah Mommy Alea di pinggir ranjang.
"Maafkan aku Sayang, aku akan belajar menerima bocah itu." Ucap Daddy Bratt sambil memijat pundak istrinya.
"Namanya Rai, Bratt."
"Iya.. iya, Rai." Balas Daddy Bratt mengalah karena tidak mau lagi kena omel istrinya.
"Bagaimana, enak tidak pijatan ku?" Daddy Bratt mengalihkan pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Enak, coba agak turun sedikit." Balas Mommy Alea.
Daddy Bratt pun menurunkan pijatannya sedikit dari pundak istrinya.
Tapi pijatan Daddy Bratt itu sebenarnya hanya modus Daddy Bratt semata yang ingin mengajak istrinya bercinta.
Mommy Alea memejamkan matanya menikmati pijatan Bratt.
"Enak?" Tanya Daddy Bratt lagi.
"Hemh..." Jawab Mommy Alea sambil menganggukkan kepalanya.
"Mau tahu yang lebih enak lagi?" Bisik Daddy Bratt.
Mata Mommy Alea terbuka lebar mendengar pertanyaan suaminya. Ia tidak bodoh dan sangat paham arti pertanyaan suaminya.
"Aku siapkan air mandi mu dulu." Ucap Mommy Alea sambil berjalan menuju kamar mandi.
Daddy Bratt tertawa kecil melihat respon istrinya lalu berdiri dari duduknya dan menyusul sang istri yang sudah ada di kamar mandi.
Sambil berjalan ke kamar mandi, Daddy Bratt sambil membuka pakaian yang menempel ditubuhnya satu persatu hingga hanya menyisakan ca*wat-nya saja.
Kini Daddy Bratt sudah berada di dalam kamar mandi. Daddy Bratt pun menutup dan tak lupa mengunci pintu kamar mandi.
Mendengar pintu kamar mandi terkunci, sontak Mommy Alea menoleh dan melayangkan protesnya.
"Kenapa di kunci?" Tanya Mommy Alea.
__ADS_1
"Jangan pura-pura tidak tahu Sayang." Jawab Daddy Bratt seraya berjalan mendekati istrinya lalu menarik pinggang istrinya agar tubuh mereka saling berdempetan.
"Bratt jangan macam-macam! Aku ingin menyiapkan makan malam untuk kita."
"Kan sudah ada pelayan."
"Iya, tapi aku ingin membuat menu spesial untuk menjamu teman-teman Mishea dan Mishella."
"Apa menjamu bocah tengik itu lebih penting dari pada melayani suami mu?"
"Bukan begitu Sayang, teman-teman Mishea dan Mishella kan tidak setiap hari datang, kalau kau kan setiap hari kita bersama."
"Pokoknya aku tidak mau tahu, aku ingin bercinta dengan mu sekarang bukan nanti apalagi besok."
Mommy Alea menghela nafasnya kasar, mau tak mau ia harus menyanggupi permintaan suaminya.
Mommy Alea pun melingkarkan lengannya di leher Daddy Bratt lalu mendaratkan bibirnya ke bibir suaminya kemudian melu*mat bibir suaminya dengan sangat lembut.
Dan jelas saja aksi Mommy Alea itu mendapat balasan dari Daddy Bratt. Daddy Bratt pun membalas lu*matan bibir istrinya dengan sangat lembut dan penuh gairah.
Dan selanjutnya... ya, begitulah.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...