
Meninggalkan Rai yang sedang menunggu Mishea bersiap, di lantai bawah tepatnya di halaman belakang ada Mishella dan Satria yang sedang duduk di bangku halaman belakang.
Mishella langsung menarik Satria ke halaman belakang setelah Satria dengan terang-terangan meneriaki Rai.
"Kamu apa-apaan sih tadi kayak begitu?!" Omel Mishella.
"Aku kenapa?" Tanya Satria tidak merasa bersalah.
"Itu tadi teriakin Kak Shea sama Rai. Aku kan belum denger jawaban Kak Shea untuk Rai."
"Ngapain di denger sih! Ya jawabannya kalau gak diterima, yah berarti di tolak." Jawab Satria simple.
"Hish!!" Kesal Mishella sambil menaikkan sudut bibirnya.
"Aku tuh gak nyangka loh ternyata Rai itu romantis banget. Padahal kalau di inget-inget sikapnya Rai waktu SD, Rai itu arogan banget."
"Romantis apaan begitu!!" Protes Satria tidak senang Mishella memuji Rai.
"Ya romantis lah, ngungkapin rasa cintanya sambil berlutut dan nyodorin boneka, uh... Jadi pengen di romantisin kayak gitu juga." Sepertinya Mishella sedang memberi kode pada Satria.
"Terus langsung di ajak nikah, bukan diajak pacaran." Lanjut Mishella.
"Ya iyalah langsung di ajak nikah, orang dia udah enam bulan gak...." Satria menggantung kata-katanya, hampir saja dirinya keceplosan.
"Gak apa?" Tanya Mishella penasaran dengan kata-kata yang menggantung.
"Gak apa-apa." Jawab Satria salah tingkah.
"Kamu pengen di romantisin juga kayak Mishea?" Tanya Satria.
__ADS_1
Dan pertanyaan Satria itu membuat Mishella salah paham, Mishella pikir Satria bertanya seperti itu karena sudah menangkap sinyal-sinyal rasa suka yang Mishella kirimkan untuk Satria.
Dengan semangat Mishella menganggukkan kepalanya.
"Ya udah, kodein aja pacar kamu." Balas Satria.
Mendengar kata-kata Satria, wajah Mishella pun langsung berubah drastis yang tadinya berseri, menjadi muram.
Perubahan wajah Mishella itu pun disadari Satria.
"Kenapa, kok langsung muram gitu? Kamu jomblo?"
"Hish!! Gak usah besar-besar ngomong jomblo-nya!! Aku malu sama wajah bule aku!"
Spontan Satria pun tertawa sekencang-kencangnya mendengar jawaban Mishella.
"Puas banget ketawa-nya!!" Gerutu Mishella.
"Kamu sendiri udah pacar?" Tanya Mishella begitu Rai melepas cubitan gemasnya.
Satria menggelengkan kepalanya masih dalam keadaan tertawa.
"Kalau gitu, gimana kalau kita pacaran?!" Ucap Mishella tanpa basa-basi.
"Uhuukk.. uhuuk.. uhuuk.." Satria yang sedang tertawa geli langsung tersedak salivanya sendiri mendengar kata-kata Mishella.
Baru kali ini ia diajak pacaran oleh seorang gadis baik-baik karena biasanya para ja*langnya lah yang mengajaknya memiliki hubungan lebih dari sekedar partner ranjang.
Melihat Satria tersedak, spontan Mishella membantu menepuk-nepuk punggung Satria.
__ADS_1
"Sudah.. sudah.. sudah.." ucap Satria pada Mishella setelah ia merasa lebih baik.
"Kamu ngomong apa barusan?" Tanya Satria mencoba memastikan kalau apa yang tadi ia dengar tidak salah.
"Kan kamu jomblo, aku juga jomblo. Ya gak ada salahnya dong kalau kita pacaran? Manatau aja cocok." Jawab Mishella dengan entengnya.
"Versi cocok kita itu beda Shell. Kalau kamu cocoknya sama laki-laki yang romantis, sedangkan aku cocoknya sama.." Satria menggantung kata-katanya sambil menatap mata Mishella. Ia berpikir, apakah ia harus memberitahu Mishella tentang siapa dirinya.
"Sama apa?" Tanya Mishella penasaran.
"Ah.. sudah lah, gak usah di bahas. Intinya kita ini gak cocok untuk menjalin hubungan. Apalagi kalau kamu mau menjalani hubungan yang serius, karena aku gak bisa dan gak mau menjalani hubungan yang serius. Tapi kalau sebatas berteman seperti ini, yah aku rasa kita cocok."
"Kenapa kamu gak mau punya hubungan yang serius? Apa kamu pernah patah hati sebelumnya makanya kamu trauma untuk menjalani hubungan yang serius lagi?"
Satria menggelengkan kepalanya.
"Ya gak mau aja. Karena belum ada satu wanita pun yang mampu buat jantung ku berdebar kencang dan mampu membuat ku aku merasakan rindu kalau wanita itu jauh dari ku." Jawab Satria.
"Oh.." Mishella membulatkan mulutnya. Ada sedikit rasa kecewa dalam hati Mishella mendengar penolakan Satria, tapi itu tidak membuatnya patah semangat.
Justru jawaban Satria tadi malah membuat Mishella menjadi tertantang untuk menaklukan hati Satria, membuatnya berdebar dan membuat hatinya merasa rindu saat Satria jauh darinya.
"Kalau begitu akan aku pastikan, aku lah wanita pertama yang membuat mu merasakan itu semua, Sat." Gumam Mishella dalam hati.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...