Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 40


__ADS_3

"Daddy!!!" Teriak Mishea yang melihat Rai yang sedang di kejar Daddy-nya.


Melihat Mishea, Rai pun berlari menghampiri Mishea dan meminta perlindungan Mishea.


"She.. Daddy mu galak." Rengek Rai di belakang punggung Mishea.


"Astaga Rai!! Kau sungguh membuat ku malu!! Menyesal aku ikut dengan mu!" Gerutu Satria dalam hati saat melihat tingkah Rai.


Mata Daddy Bratt membulat melihat Rai yang sedang mengadu domba dirinya dengan putrinya.


"Kau!!" Geram Daddy Bratt seraya berjalan menghampiri Rai. Makin menggebu-gebu saja hasrat Daddy Bratt ingin menggetok kepala Rai.


"Bratt!!!" Sang pawang Daddy Bratt pun datang.


Melihat pawangnya ada di belakang Mishea dan Rai dengan mata yang sudah melotot, sontak Daddy Bratt menghentikan langkah kakinya.


"Kau itu, bisa tidak dewasa sedikit! Seperti anak kecil saja!!" Bentak Mommy Alea.


"Sini kau!!" Perintah Mommy Alea.


Mau tak mau Daddy Bratt pun berjalan dengan langkah lemas menghampiri pawangnya.


"Awas kau!!" Geram Daddy Bratt begitu melewati Rai.


Sedangkan Rai menggelembungkan pipinya menahan tawa. Segarang-garangnya Daddy Bratt, tapi kalau pawangnya sudah mengeluarkan suara, Daddy Bratt langsung berubah seperti anak laki-laki yang berumur tiga tahun.


"Cepat masuk kamar!" Perintah Mommy Alea.


Daddy Bratt pun berjalan gontai menuju kamar utama.


"Kalian mengobrol saja, Bibi urus bayi besar Bibi dulu." Pamit Mommy Alea.

__ADS_1


"Iya Bibi." Jawab Rai.


"Sekali lagi terimakasih sudah menolong saya." Ucap Rai dan hanya di balas dengan senyuman oleh Mommy Alea.


Mommy Alea pun memutar tubuhnya dan pergi menyusul bayi besarnya.


"Kamu gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Mishea khawatir.


Rai menggelengkan kepalanya dengan wajah di buat-buat sok imut.


"Uweeek.. sok imut!!" Untuk yang kesekian kalinya Satria muntah dalam hati melihat ekspresi wajah Rai.


"Apa jatuh cinta bisa membuat orang menjadi aneh seperti Rai saat ini?!" Gumam Satria dalam hati.


Saat sedang bergumam dalam hati, tiba-tiba Mishella menyapa-nya.


"Hai Sat." Sapa Mishella yang sejak tadi belum sempat menyapa Satria.


"Hai Shell." Balas Satria.


"Kalian mengobrol saja disini, aku dan Rai ke ruang keluarga di lantai atas dulu." Ucap Mishea.


"Ayo Rai." Ajak Mishea sambil menarik tangan Rai.


"Apa tidak sebaiknya kita disini saja?" Tawar Rai sambil melirik tajam Satria.


"Cih!!" Decih Satria yang melihat lirikan tajam Rai. Ia tahu kenapa Rai ingin tetap berada di ruang keluarga di lantai bawah, karena Rai tak ingin dirinya dan Mishella hanya berduaan.


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada mu." Jawab Mishea.


Rai kembali melirik Satria dan memberi ancaman dengan tatapan matanya pada Satria seolah mengatakan pada Satria untuk tidak berbuat macam-macam dengan Mishella.

__ADS_1


Satria memutar bola matanya malas melihat tatapan tajam Rai.


"Ya sudah, ayo." Balas Rai.


Rai dan Mishea pun mulai berjalan keluar dari ruang keluarga.


"Hei Bro!!" Panggil Satria.


Rai dan Mishea pun berhenti dan menoleh ke arah Satria.


"Apa?"


"Kau melupakan bingkisan mu, Bro!" Jawab Satria sambil melempar papper bag berisi boneka beruang ke arah Rai.


Dan dengan cepat Rai menangkap papper bag yang dilempar Satria.


"Apa itu?" Tanya Mishea.


"Nanti saja ku tunjukkan diatas." Jawab Rai.


Rai dan Mishea pun kembali berjalan keluar dari ruang keluarga meninggalkan Satria dan Mishella.


Setelah Rai dan Mishea pergi, barulah Mishella mendekati Satria dan mereka pun duduk bersebelahan di sofa panjang.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2