
"Siapa?" Tanya Mishea penasaran.
Polisi tidak langsung menjawab dan malah meminta Mishea dan Mishella mengikuti dirinya.
"Mari ikut saya Nona." Kata polisi lalu keluar dari dalam ruang rawat Chasen.
Mishea dan Mishella pun mengikuti polisi dari belakang.
Dan mereka pun berjalan menuju satu ruangan kosong yang di minta polisi untuk menempatkan sementara Rai dan Satria sampai Mishea datang.
Karena tadi saat polisi datang ke klub malam setelah mendapat aduan dari manager klub malam, polisi langsung melakukan pertolongan pertama untuk Chasen dengan melarikan Chasen kerumah sakit karena keadaan Chasen yang terlihat parah.
Sedangkan Rai dan Satria terpaksa mereka bawa kerumah sakit.
Ceklek. Polisi membuka pintu ruangan kosong itu.
"Silahkan masuk Nona-nona." Ucap Polisi.
Mishea pun masuk terlebih dulu dan disusul Mishella.
Mata Mishea membulat sempurna saat melihat sosok Rai. Tubuhnya bergetar hebat.
Grogi? Bukan. Melainkan ia sangat marah dengan Rai.
Sama dengan Mishea, mata Mishella juga membulat sempurna saat melihat Satria, laki-laki yang bertemu dengannya tadi di restoran.
Sedangkan Satria, ia juga tak kalah kaget saat melihat sosok wanita yang bertemu dengannya tadi ada dua.
"Apa Anda mengenal dengan dua orang itu Nona Mishea?" Tanya polisi.
__ADS_1
"Mishea?" Gumam Satria dalam hati.
"Jadi mereka berdua adalah twin Mi?" Gumam Satria lagi dalam hati. Makin kaget saja Satria.
Rai menatap Mishea dengan tatapan seolah meminta Mishea mengatakan "Ya, saya mengenal mereka."
Tapi sayangnya, Mishea malah membalas dengan tatapan tajam pada Rai.
"Nona Mishea apa Anda mengenal dengan Tuan Raiden? Karena katanya ia memukuli Tuan Chasen karena kesal dengan Tuan Chasen yang telah melakukan pelecehan pada Anda." Tanya polisi sekali lagi.
Mishea melirik sesaat polisi lalu kembali memberi tatapan tajam pada Rai.
"Tidak! Saya tidak mengenal mereka!" Jawab Mishea tegas.
"She!! Ini aku Rai!! Jangan pura-pura lupa pada ku She!!" Teriak Rai tak terima.
"Diam kau! Sudah ku bilang aku tidak mengenal mu! Tapi kenapa kau ngotot sekali aku harus mengenal mu, hah!!" Bentak Mishea.
"Dia telah menipu mu dengan penampilan culun dan sok polosnya Shea! Dia itu sudah memasang kamera tersembunyi di kamar mandi dan kamar mu! Kalau kau tidak percaya, kau periksa saja di ponselnya, kamera tersembunyi itu sudah tersambung di ponselnya. Dia sudah sering melihat mu dan kembaran mu mandi!" Balas Rai.
"Maaf Tuan, tapi kami sama sekali tidak menemukan video seperti yang Anda katakan." Sahut polisi.
"Tidak mungkin!! Cari sekali lagi, pasti ada!" Bentak Rai pada polisi.
"Kami sudah memeriksanya berkali-kali, tapi hasilnya tetap tidak ada." Balas polisi.
"Shiiit!!! Pasti saat aku menghajarnya tadi, ia sempat menghapusnya!" Umpat Rai dalam hati.
"Jebloskan saja dia ke penjara Pak, karena selain memukuli teman saya, laki-laki itu juga telah menguntit saya." Kata Mishea.
__ADS_1
Mata Rai dan Satria membulat saat mendengar kata-kata Mishea.
Setelah mengatakan itu Mishea dan Mishella pun keluar dari tempat itu dan kembali ke ruang rawat Chasen.
"Ayo kalian berdua ikut ke kantor polisi." Kata polisi itu sambil menarik tangan Rai dan Satria yang masih terborgol.
"Tapi Pak, apa yang saya katakan itu benar! Laki-laki itu sudah memasang kamera tersembunyi di kamar mandi dan kamar tidur Mishea."
"Sudah jangan banyak alasan lagi! Bilang saja kau memukuli Tuan Chasen karena cemburu pada Tuan Chasen!" Balas polisi.
"Cih!! Untuk apa aku cemburu dengan laki-laki seperti itu!" Decih Rai.
"Sudah diam, jangan banyak bicara! Simpan saja kata-kata mu di kantor polisi nanti. Kalau kau tidak mau memberi statment, kau bisa memanggil pengacara mu" balas polisi itu.
*
*
*
Bersambung...
** Hai Kakak-kakak, Bunda-bunda. Aku mau rekomendasiin karya Kakak aku nih,
judulnya : JERAT CINTA GADIS TENGIL
karya : Na_Les ( Istri Solehot )
Yang butuh bacaan yang mengocok perut silahkan mampir di karya mentor-nya aku.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏 **