Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 56


__ADS_3

"Lepas! Aku tidak mau! Aku masih marah pada mu!" Balas Julya.


"Tapi aku sangat ingin bermain dengan mu baby." Balas March sambil tangannya mere*mas dua gundukan daging milik Julya dan bibirnya juga sudah mengeksplor leher Julya.


"March... Lepas!!" Ronta Julya.


March tidak memperdulikan Julya. Malah sekarang ia semakin bringas mengge*rayangi tubuh Julya.


"Sssh... Ah.." des*ah Julya. Akhirnya pertahanan Julya pun runtuh karena kebringasan tangan March memberikan sensasi nikmat yang luar biasa pada tubuhnya.


Julya pun membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan March lalu melingkarkan lengannya di leher March. Mereka pun berciuman panas.


Tangan March juga tak tinggal diam, dengan lincahnya March membuka tali jubah tidur Julya lalu melepaskan jubah tidur itu dari tubuh Julya. Sekarang tubuh Julya hanya di lapisi lingerie tipis berbahan satin berwarna putih.


March mengangkat tubuh Julya dan mendudukkan Julya di meja makan tanpa melepas tautan bibir mereka.


Merasa asupan oksigen dalam paru-paru mereka menipis, March pun melepas tautan bibir mereka, menghirup oksigen sejenak lalu melanjutkan memberi sengatan kenikmatan pada tubuh Julya.


Hasrat keduanya pun tak bisa lagi di bendung.


"Aku tidak tahan lagi Julya." Ucap March.

__ADS_1


"Aku juga March." Balas Julya.


March pun menurunkan boxernya dan mengeluarkan Mister Peni dari kerangkengnya. Sedangkan Julya, ia membaringkan tubuhnya diatas meja lalu membuka segitiga berenda yang masih menyelimuti Miss Vigi.


Setelah segitiga berenda terlepas, March pun mulai mengarahkan Mister Peni untuk masuk ke dalam rumah Miss Vigi.


"Sssh.. ahh.." Des*ah keduanya saat Mister Peni menyatu dengan Miss Vigi.


March menaikkan lingerie Julya sampai sebatas dada Julya, dua gundukan daging milik Julya pun langsung terlihat karena Julya memang tidak memakai penutup untuk dua gundukan dagingnya itu.


Tanpa basa-basi March langsung melahap salah satu gundukan daging itu dan tangannya yang satu memainkan gundukan daging yang lain.


Sambil tangan dan mulutnya bermain dengan dua gundukan daging, March pun perlahan menggoyangkan pinggulnya.


Mendengar des*ahan Julya, March pun menjauhkan mulutnya dari gundukan daging yang ia mainkan namun berganti dengan tangannya yang satu. Kini kedua tangan itu dengan lincahnya bermain dengan dua gundukan daging milik Julya.


March pun mempercepat gerakan pinggulnya.


Racauan, des*ahan tak hentinya keluar dari mulut mereka dengan berisiknya.


Dan suara berisik dari dapur itu terdengar sampai dikamar Mey dan mampu membuat Mey terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Suara apa itu?" Gumam Mey sambil menajamkan pendengarannya.


Mey yang penasaran pun turun dari atas ranjang dan berjalan menuju pintu kamar. Dengan sangat perlahan Mey memutar handle pintu kamarnya lalu dengan langkah yang mengendap-endap keluar dari dalam kamar.


Mey mengikuti kemana sumber suara berasal.


Sedangkan di dapur, kini Julya dan March sudah berganti gaya dengan posisi, Julya membelakangi March.


Saat March sedang menghujamkan Mister Peni ke dalam rumah Miss Vigi dengan sangat brutalnya, samar-samar Julya melihat Mey sedang berjalan mendekati dapur.


Julya pun tersenyum licik.


"Pertunjukkan di mulai!!" Gumam Julya.


"Aaah... March, enak sekali!! Ayo lebih cepat March." Ucap Julya dengan suara yang sengaja ia besar-besarkan agar Mey yang sedang mengintip mereka.


"Benarkah? Kau suka dengan Mister Peni ku, baby?" Tanya March. Ia tidak tahu kalau Mey sedang mengintip sekarang.


"Aku sangat menyukainya sayang. Mister Peni mu benar-benar membuat ku puas bahkan sangat-sangat puas! Sudah besar, perkasa lagi." Balas Julya.


March tersenyum mendengar pujian Julya.

__ADS_1


Sedangkan Mey, ia geram mendengar dan melihat March dan Julya yang sedang bercinta diatas meja makan. Tak ingin hatinya semakin panas, Mey pun kembali ke dalam kamarnya.


Bersambung...


__ADS_2