Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 63


__ADS_3

Penginapan.


Meninggalkan Mishea dan Rai yang sedang memperkuat akar cinta yang ada dalam hati mereka dengan bathub talk, di penginapan ada Mishella dan Satria yang sedang sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


Di dalam kamar mandi.


Pagi ini Mishella bangun lebih awal dari Satria. Begitu bangun, Mishella langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa percintaannya dengan Satria tadi malam.


Di dalam kamar mandi ia melihat tubuhnya yang sudah banyak jejak kepemilikan Satria.


Menyesal? Tidak menyesal sama sekali menyerahkan kesuciannya pada Satria. Ia malah tersenyum melihat jejak kepemilikan yang Satria tinggalkan di leher, dada, perut, paha, dan punggungnya.


Setelah puas memandangi pantulan tubuhnya di cermin, Mishella pun mendekati bak mandi. Berhubung penginapan ini penginapan sederhana, jadi di dalam kamar mandinya hanya ada bak mandi dan mandi dengan menggunakan gayung berbentuk love, tidak ada shower apalagi bathub yang di pakai untuk berendam. Sabun pun menggunakan sabun batang bukan sabun cair.


Di ruang tidur.


Mendengar suara air dari dalam kamar mandi, membuat Satria terbangun dari tidurnya.


"Eugh..." Lenguh Satria seraya mengerjapkan matanya.


Setelah matanya terbuka lebar, beberapa saat Satria terdiam untuk sekedar mengumpulkan roh-nya.


Setelah nyawanya dirasa sudah terkumpul semua, Satria pun mengubah posisinya menjadi duduk dan menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.

__ADS_1


Saat baru saja menyandarkan punggungnya disandaran ranjang, tak sengaja Satria melihat noda darah yang sudah mengering di sprei yang berwarna putih itu.


Satria pun mulai memutar kembali kejadian yang ia alami tadi malam. Mulai dari dia melihat Mike bertransaksi dengan seorang pria lalu Mike yang memasukkan obat perangsang di dalam minuman Hansara, lalu Satria yang mengambil minuman yang sudah di campur obat perangsang dari tangan Hansara dan refleks meminumnya lalu Satria yang memukuli Mike sampai akhirnya ia dan Mishella berakhir di ranjang karena Mishella yang dengan sukarela menyerahkan dirinya untuk menjadi pelampiasan hasrat Satria.


Berkali-kali Satria menghela nafasnya kasar saat mengingat bagian akhir kejadian tadi malam.


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus menikahinya?" Gumam Satria bertanya-tanya dalam hati. Sampai detik ini Satria sama sekali belum kepikiran tentang pernikahan, namun tidak mungkin dia tidak bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan pada Mishella.


Sekalipun Mishella yang menyerahkan dirinya untuk di jadikan pelampiasan dan mengatakan tidak akan menuntut pertanggung jawaban pada Satria, tapi tetap saja sebagai laki-laki yang beretika tinggi walau berakhlak rendah, ia harus tetap mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Mishella.


Apalagi di percintaan mereka yang kedua, Satria sempat terlambat mengeluarkan Abang tangguh dari dalam lubang kenikmatan Mishella, jadi ada sedikit gumohan Abang tangguh yang tinggal di dalam sana. Dan di percintaan mereka yang ke tiga, Satria benar-benar lupa cabut dan alhasil Abang tangguh pun gumoh di dalam lubang kenikmatan Mishella.


"Lalu bagaimana kalau Mishella hamil? Aaarkh.. sial!! Kenapa juga semalam aku sampai lupa cabut!!!" Satria geram pada dirinya sendiri.


Tak lama Mishella keluar dari dalam kamar mandi.


Melihat Satria yang sudah bangun dan sedang melihat dirinya, Mishella pun cepat-cepat memungut pakaiannya yang masih berserak di lantai namun saat hendak berdiri, lilitan handuk yang tidak terlalu erat Mishella lilitkan pun terbuka dan handuk pun melorot sehingga memperlihatkan dua gundukan daging milik Mishella yang sudah ada cap bibir Satria di sekelilingnya.


Walau tak sampai sepuluh detik handuk itu melorot, karena Mishella yang langsung menaikkan kembali handuknya, tapi Satria sudah terlanjur melihat dua gundukan daging Mishella. Dan penampakan dua gundukan daging itu terlihat jelas di depan mata Satria. Dua gundukan daging itu seolah sedang memberi ucapan selamat pagi pada Satria.


Setelah semua pakaiannya sudah berada di tangannya, Mishella pun hendak berjalan menuju kamar mandi.


"Shell, tunggu." Cegah Satria.

__ADS_1


Mishella pun menghentikan langkah kakinya lalu memutar tubuhnya untuk menghadap Satria.


"Ada apa?" Tanya Mishella.


"Sini." Pinta Satria seraya menepuk pinggir ranjang dan meminta Mishella untuk duduk di tempat yang ia tepuk.


Mishella pun menuruti permintaan Satria, ia berjalan mendekati ranjang lalu duduk di tempat yang Satria tepuk.


"Ada apa?" Tanya Mishella sekali lagi.


"Soal yang semalam..."


"Tenang aja Sat, kan aku udah bilang semalam kalau aku gak akan minta tanggung jawab kamu, jadi kamu santai aja." Potong Mishella.


Satria menggelengkan kepalanya.


"Gak Shell, aku akan tetap tanggung jawab, aku akan ngomong sama orangtua kamu tentang apa yang sudah kita lakukan tadi malam. Aku akan nikahin kamu."


Mishella seneng gak yah Satria mau nikahin dia????


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2