
Kediaman Wilson.
Pukul 20.30
Setelah selesai makan malam dan setelah menidurkan Mishea, Mishella, Mommy Alea dan Daddy Bratt pun berkumpul diruang santai yang ada di lantai dua, tepatnya di depan kamar Mishea.
"Bagaimana Mishea? Apa hari ini dia mau melakukan terapi-nya?" Tanya Mommy Alea pada Mishella.
Hari ini Mommy Alea dan Daddy Bratt tidak bisa menemani Mishea terapi karena urusan pekerjaan dan mereka mempercayakan Mishella untuk menemani Mishea.
"Semua berjalan lancar Mom." Jawab Mishella.
"Benarkah? Jadi Shea mau diterapi tadi?" Tanya Daddy Bratt.
Mishella menganggukkan kepalanya.
"Ini semua berkat Rai, Mom-Dad. Rai berhasil membujuk Kak Shea untuk terapi."
"Rai?" Tanya Mommy Alea yang lupa-lupa ingat dengan nama Rai.
"Iya Mom, Rai yang pernah memukuli Chasen dulu dan mengingatkan Kak Shea kalau Chasen menaruh kamera tersembunyi di kamar mandi dan kamar kami." Jawab Mishella.
"Rau juga bersedia menemani Kak Shea terapi lagi minggu depan." Kata Mishella lagi.
__ADS_1
"Tunggu.. tunggu.. tunggu!!! Bukankah waktu itu kamu bilang kalau Rai yang waktu itu memukuli Chasen adalah Rai kakak kelas kalian sewaktu SD yang pernah disukai Shea? Dan karena itu juga Shea di bully habis-habisan oleh kakak kelas kalian?" Tanya Daddy Bratt.
Mishella menganggukkan kepalanya.
"Tidak bisa!! Daddy melarang keras laki-laki itu dekat-dekat dengan Shea!!" Tolak Daddy Bratt mentah-mentah.
"Loh kenapa Dad?"
"Pokoknya Daddy tidak suka! Gara-gara dia, dulu Mishea sampai mengurung diri berhari-hari dikamarnya, tidak mau makan, tidak mau sekolah bahkan demi membuat Shea melupakan laki-laki itu, Daddy sampai harus memindahkan sekolah kalian!"
"Itu kan sudah lama sekali Bratt!" Sahut Mommy Alea.
"Tetap saja, sebagai seorang Ayah aku tidak terima anak gadis ku di buat menderita oleh laki-laki manapun!"
"Iya Dad, apalagi Kak Shea hanya mau diterapi kalau ada Rai. Kita butuh Rai sekarang Dad." Timpal Mishella.
"Iya Bratt, turunkan ego mu. Demi kesembuhan Shea." Timpal Mommy Alea.
Daddy Bratt menghela nafasnya kasar.
"Baiklah. Tapi aku hanya mengizinkan dia dekat dengan Shea sebatas menemani Shea terapi, selebihnya aku tidak mau laki-laki itu dekat-dekat dengan Shea!!!" Balas Daddy Bratt terpaksa.
"Dan kau juga Shella, mulai sekarang Daddy tidak mengizinkan mu dekat-dekat dengan seorang pria! Biar Daddy yang akan mencarikan pasangan mu, Daddy tidak mau kau juga mengalami hal yang sama seperti Shea!" Kata Daddy Bratt pada Mishella.
__ADS_1
"Dan mulai besok kau harus bekerja bersama Daddy di perusahaan Daddy. Daddy melarang keras dirimu atau pun Mishea untuk keluar dari negara ini, agar Daddy bisa terus memantau kalian! Daddy tidak mau sampai kecolongan seperti yang terjadi pada Mishea!"
"Tapi Dad..."
"Tidak ada tapi-tapian!! Ini perintah!"
Setelah mengatakan itu Daddy Bratt pun turun ke lantai bawah menuju kamarnya.
"Mom..." Rengek Mishella karena tidak terima dengan keputusan Daddy Bratt.
"Sabar yah Sayang, Daddy mu seperti itu karena Daddy masih trauma dengan apa yang terjadi pada Shea. Nanti lama kelamaan pasti Daddy mu akan berubah pikiran lagi. Kalau sekarang kamu turuti saja mau-nya Daddy mu seperti apa jangan membantah. Mommy akan membicarakannya pelan-pelan pada Daddy mu. Oke." Ucap Mommy Alea mencoba menenangkan Mishella.
"Sekarang kamu istirahat, pasti kamu sudah lelah menjaga Kakak mu seharian ini." Ucap Mommy Alea lagi.
Mishella pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
Setelah Mishella masuk ke kamarnya, barulah Mommy Alea turun ke lantai bawah menyusul Daddy Bratt.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...