Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 33


__ADS_3

"She.. Shea.." Rai menepuk pundak Mishea yang sedang memejamkan mata sambil memonyongkan bibir-nya.


Sontak Mishea membuka matanya.


Ternyata yang terjadi baru saja hanyalah khayalan Mishea.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Rai.


"Mm.." jawab Mishea sambil menganggukkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya, ia merasa canggung.


"Mudah-mudahan Rai tidak tahu kalau tadi aku berkhayal yang tidak-tidak." Gumam Mishea dalam hati.


"Ini lauk-pauknya sudah ku panaskan, ayo makan."


Mishea dan Rai pun berjalan menuju ruang makan.


Di ruang makan, dengan telatennya Rai melayani Mishea. Bukan hanya sekedar menyendokkan nasi dan lauk pauk ke piring Mishea tapi juga menyuapi Mishea.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memantau mereka layaknya cctv.


Siapa lagi pemilik sepasang mata itu kalau bukan Daddy Bratt.


Melihat Rai begitu perhatian dengan putrinya yang kesehatan mentalnya sedang terganggu, bukannya senang, Daddy Bratt malah emosi.


"Berani-beraninya kau menyuapi putri ku!" Gerutu Daddy Bratt.


Tak lama mata Daddy Bratt membulat saat melihat Rai mendekatkan wajahnya ke wajah Mishea.


"Mau apa bocah tengik itu? Apa mau mencium putri ku!! Enak saja dia mau mencium putriku! Sebelum mencium putriku, cium dulu bogem mentah ku!" Geram Daddy Bratt.


Padahal yang sebenarnya terjadi, Rai hanya menyeka sisa makanan yang belepotan di pinggir bibir Mishea.


Daddy Bratt yang sudah kesal pun berniat menghampiri Rai dan Mishea diruang makan, namun baru selangkah Daddy Bratt melangkah, langkahnya langsung tertahan saat kerah kaos yang ia pakai ditarik kebelakang.


"Mau kemana kau, hah?! Mau mengganggu anak mu?!" Tanya Mommy Alea.


"Bukan mengganggu, aku hanya ingin menyelamatkan putri ku dari buaya firaun!"


"Cih, buaya firaun teriak buaya firaun!" Cibit Mommy Alea.


"Jangan ganggu mereka! Lebih baik sekarang kau cuci tangan, cuci kaki lalu tidur, ini sudah malam!"

__ADS_1


"Tidak mau! Aku tidak akan tidur sampai bocah tengik itu pulang!"


"Nanti aku yang bicara! Jadi sekarang, kau masuk saja ke kamar!"


"Ta-"


"Cepat!!" Perintah Mommy Alea tegas.


"Ya, baiklah." Balas Daddy Bratt pasrah.


Daddy Bratt pun berjalan menuju kamar tidurnya sedangkan Mommy Alea berjalan menuju ruang makan.


"Ekhem..." Mommy Alea berdehem sambil memasuki ruang makan.


Sontak Rai dan Mishea yang sedang bersenda gurau pun menoleh kearah Mommy Alea yang sedang berjalan kearah mereka.


"Mommy, Bibi.." lirih Mishea dan Rai.


"Sepertinya kamu bahagia sekali Sayang." Tanya Mommy Alea sambil mengelus puncak kepala Mishea.


"Apa kamu senang ada Rai disini?" Tanya Mommy Alea lagi.


Mishea menundukkan wajahnya malu-malu sambil melirik Rai lalu menganggukkan kepalanya pelan.


"Terimakasih yah Rai sudah datang untuk Mishea." Ucap Mommy Alea.


"Maaf baru mengucapkan terimakasih sekarang. Dan Bibi juga meminta maaf atas sambutan dari Daddy-nya twin Mi." Kata Mommy Alea lagi.


"Jangan dipikirkan Bibi, saya tahu, apa yang Paman lakukan itu sudah benar. Kalau kelak saya mempunyai anak gadis yang cantiknya seperti twin Mi, pasti saya juga akan protektif seperti Paman." Balas Rai.


"Apalagi Mishea baru mengalami kejadian yang sangat buruk. Ayah mana yang tidak khawatir jika putrinya di dekati pria lagi." Kata Rai lagi.


"Berarti kamu masih mau kan membantu Mishea sampai sembuh?"


"Pastinya Bibi."


"Terimakasih." Balas Mommy Alea.


"Shea, karena ini sudah malam, jadi biarkan Rai pulang, oke! Kasihan Rai pasti sudah lelah bekerja seharian."


Wajah Mishea pun berubah seketika.

__ADS_1


"Besok Rai pasti datang lagi. Benarkan Rai?"


"Iya She, besok aku pasti datang lagi. Besok kamu mau di bawakan apa?" Bujuk Rai.


"Kamu tidak bohong kan?" Selidik Mishea.


"Aku janji, besok setelah selesai bekerja, aku pasti datang. Kalau aku tidak datang, kamu boleh menghukum aku dengan cara apa saja." Balas Rai.


"Ya sudah, pulang lah." Dengan berat hati Mishea mengizinkan Rai pulang, padahal ia masih ingin berlama-lama dengan Rai.


"Senyum dong." Goda Rai sambil mencolek dagu Mishea.


Sontak Mishea tersenyum.


"Ya sudah, aku pulang yah. Jangan berpikir yang macam-macam. Pikirkan saja aku."


"Hish.." Mishea memukul gemas pundak Rai.


Rai pun berdiri dari tempat duduknya.


"Bibi, saya pulang dulu." Pamit Rai pada Mommy Alea.


"Hati-hati. Maaf merepotkan mu." Balas Mommy Alea.


"Saya tidak merasa direpotkan Bibi." balas Rai.


"Shea, aku pulang." Pamit Rai sekali lagi pada Mishea dan di balas dengan anggukkan kepala Mishea.


Rai pun berjalan keluar dari ruang makan.


"Rai tunggu..." Panggil Mishea setengah berteriak karena Rai sudah berada di ruang keluarga.


Mishea pun bangkit dari tempat duduknya dan mengejar Rai.


Sontak Rai menghentikan langkah kakinya dan memutar tubuhnya.


Dan tanpa Rai duga, begitu ia membalikkan tubuh-nya, satu kecupan manis dari Mishea mendarat di pipi-nya. Dan kecupan Mishea berhasil membuat Rai menganga.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2