
Ceklek. Mommy Alea membuka pintu kamarnya bersama Daddy Bratt.
Di dalam kamar, Mommy Alea melihat suaminya sedang duduk di kursi dengan tangan yang terkepal dan di letakkan di keningnya dan siku tangannya ia tumpukan di paha-nya.
Mommy Alea tahu saat ini sang suami sedang dalam keadaan frustasi dan merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa Mishea.
Hati Ayah mana yang tidak hancur jika putrinya hampir menjadi korban pemerkosaan. Dan Daddy Bratt selalu merasa apa yang menimpa Mishea adalah karma atas apa yang ia lakukan disaat muda.
"Bratt..." Panggil Mommy Alea sambil berjalan mendekati Daddy Bratt.
Daddy Bratt pun menoleh kearah sang istri.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Mommy Alea sambil memegang pundak suaminya.
"Ini semua salah ku Alea. Seandainya aku tahu hidup ku akan berakhir seperti ini, memiliki dua orang putri, aku tidak mau menjadi seorang bastard!! Aku benci diri ku!! Aku sangat menyesal telah menjadi seorang bastard dulu!" Jawab Bratt sambil memeluk pinggang Alea dan membenamkan wajahnya di perut sang istri.
__ADS_1
"Sudah lah Bratt, mau sampai kapan kau menyalahkan dirimu sendiri seperti ini. Penyesalan memang selalu datang belakangan kalau diawal itu namanya pendaftaran." Balas Mommy Alea.
"Se-breng*sek apapun kamu yang dulu, bagi ku, bagi Shea dan Shella kamu adalah suami dan Daddy yang sangat hebat dan bertanggung jawab. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Seberapa besar pun rasa penyesalan mu, itu semua tidak akan mengubah apapun, yang bisa kita lakukan sekarang hanya fokus untuk kesembuhan mental Shea dan memberikan perhatian lebih ekstra lagi untuk anak-anak kita. Anggap saja sekarang tuhan sedang menegur kita karena kita terlalu terbuai dengan kemesraan kita berdua, kita sampai lupa kalau kita punya dua anak perempuan yang harus di jaga." Ucap Mommy Alea menenangkan Daddy Bratt.
"Tapi hati ku sakit Lea saat melihat Mishea yang seperti sekarang."
"Kamu pikir hanya kamu yang merasakan sakit? Aku juga Bratt! Aku yang mengandung, aku yang melahirkan, kamu pikir hati ku tidak sakit, tidak sedih melihat Shea seperti sekarang? Hati ku sakit Bratt! Tapi aku mencoba kuat dan tegar dan selalu berpikir positif agar Shea bisa lekas sembuh." Balas Mommy Alea.
"Ayolah Bratt, jangan lagi seperti ini." Mohon Mommy Alea.
Mommy Alea melepaskan tangan Daddy Bratt yang melingkar di pinggangnya lalu menjauhkan kepala Daddy Bratt dari perutnya kemudian duduk disamping Daddy Bratt.
"Keputusan ku harga mati Lea dan tidak bisa diubah! Aku tidak mau Shella mengalami hal yang dialami Shea! Begitu pun saat Shea sembuh nanti, aku yang akan mencarikan pasangan untuk mereka mereka berdua nanti!" Potong Daddy Bratt yang tahu arah pembicaraan istrinya.
"Bagaimana kalau Shea menyukai Rai? Dan bagaimana kalau Shella sudah memiliki kekasih? Masa mau kamu paksakan keinginan mu?"
__ADS_1
"Apa kau mau hal yang terjadi pada Shea terulang lagi?"
"Bukan begitu maksud ku Bratt. Kita kan bisa saja mencari tahu dulu latar belakang laki-laki pilihan Shea dan Shella. Kalau memang laki-laki itu tidak baik untuk Shea dan Shella, kita bisa beritahu Shea dan Shella."
"Sekali aku bilang tidak yah tidak! Mereka tidak tahu memilih laki-laki, mereka masih terlalu polos dalam membedakan mana laki-laki yang tulus mencintai mereka dan mana laki-laki yang hanya terobsesi pada mereka. Buktinya saja Chasen! Sangking terobsesinya dengan Shea, dia sampai berpura-pura menjadi laki-laki culun dan polos karena dia tahu Shea menyukai laki-laki yang terlihat biasa saja." Balas Daddy Bratt.
Mommy Alea menghela nafasnya kasar. Rasanya berdebat dengan suaminya disaat hati suaminya masih kacau tidak akan ada gunanya. Mommy Alea pun memilih untuk diam.
Meski sebenarnya ia juga takut Mishea dan Mishella salah memilih laki-laki lagi seperti yang terjadi pada Mishea tapi Mommy Alea juga tidak menyetujui keputusan Daddy Bratt yang ingin mencarikan jodoh untuk dua putri mereka.
Mommy Alea tetap ingin putri-putri mereka memilih sendiri laki-laki pendamping hidup mereka namun dengan seleksi ketat dari Daddy Bratt dan Mommy Alea.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...