Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 32


__ADS_3

Namun saat Rai hendak menuju dapur suara bariton seorang pria menghentikan langkah Rai.


"Sedang apa kalian disini?" Tanya Daddy Bratt.


Mendengar suara Daddy Bratt, Mishea dan Rai pun menoleh ke arah Daddy Bratt.


"Mishea lapar Paman, jadi saya ingin melihat apakah masih ada makanan yang bisa di makan Mishea." Jawab Rai santai.


Sedangkan Mishea memilih mengalihkan pandangannya dari Daddy Bratt karena masih marah dengan sang Daddy.


"Biar saya saja yang menyiapkan makanan untuk Mishea, kau tunggu saja diruang tamu!" Perintah Daddy Bratt sambil berjalan menghampiri Rai.


"Shea mau Rai yang menyiapkan makanan untuk Shea!" Larang Mishea tegas.


"Shea!" Geram Daddy Bratt tak terima dengan larangan Mishea.


"Kalau Daddy yang menyiapkan makanan untuk Shea, Shea tidak mau makan!" Ancam Mishea.


Daddy Bratt menghela nafasnya kasar. Ia pun mengalah dan membiarkan Rai menyiapkan makanan untuk Mishea.


Sedangkan Rai tersenyum mendapat pembelaan dari Mishea.


"Awas kau, kalau sampai putri ku sakit perut, ku tuntut kau!" Ancam Daddy Bratt berbisik. Setelah mengatakan itu, Daddy Bratt pun menjauh dari Rai dan mendekati Mishea.


Rai tidak menjawab dan hanya memasang ekspresi mengejek.


"Tinggalkan kami berdua, Dad!" Pinta Mishea saat Daddy Bratt menarik kursi makan dan hendak duduk menunggui putrinya makan.


Daddy Bratt mengeraskan rahangnya mendengar permintaan Mishea.


Seandainya Mishea tidak dalam keadaan mental yang sedang terguncang, sudah di pastikan saat ini Daddy Bratt yang memegang kendali. Tapi karena mental Mishea sedang terguncang, mau tak mau Daddy Bratt harus mengalah.


Daddy Bratt pun keluar dari ruang makan dan hanya bisa memantau Mishea dari ruang keluarga.

__ADS_1


Setelah Daddy Bratt keluar dari ruang makan, Rai pun kembali meneruskan langkahnya menuju dapur untuk mencari makanan.


Sudah hampir lima menit Rai tidak kembali kedapur, dan karena Rai tak kunjung kembali ke dapur, Mishea pun menyusul ke dapur.


"Apa tidak ada makanan?" Tanya Mishea.


"Ada. Tapi sudah dingin. Ini aku mau memanaskannya, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku pakai untuk memanaskan makanan ini." Jawab Rai sambil matanya mencari-cari teplon untuk memanaskan lauk-pauk yang sudah dingin.


Mishea pun ikut mencari alat masak untuk memanaskan lauk-pauk.


"Ini dia." Ucap Mishea saat menemukan teplon di lemari piring.


Rai pun menghampiri Mishea.


"Kamu duduk lagi di ruang makan, biar aku panaskan makanan ini dulu."


Mishea menggelengkan kepalanya.


"Aku ingin menemani mu disini."


Rai pun berjalan mendekati kompor dan mulai memanaskan lauk-pauk yang ia ambil dari kulkas.


Sedangkan Mishea tersenyum tipis melihat punggung Rai.


Lima tiga menit kemudian.


Saat sedang memanaskan lauk-pauk, tiba-tiba lengan kecil melingkar di pinggang Rai.


"Terimakasih Rai sudah ada disamping ku." Ucap Mishea.


Rai melepaskan lengan Mishea dari pinggangnya lalu membalikkan tubuhnya.


"Apa kamu senang?" Tanya Rai.

__ADS_1


"Mmm.. aku senang. Tapi akan lebih senang lagi kalau kamu setiap hari berada disisi ku." Balas Mishea malu-malu.


"Maksudnya?" Tanya Rai pura-pura tidak tahu apa maksud kata-kata Mishea.


"Aku ingin kamu menjadi milikku Rai." Jawab Mishea sambil menundukkan wajahnya.


"Apa kamu menyukai ku?" Tanya Rai.


Mishea menganggukkan kepalanya.


"Sejujurnya perasaan ku padamu tidak pernah berubah Rai." Jawab Mishea.


"Benarkah? Kok aku tidak yakin? Coba kamu bicara sekali lagi sambil menatap mata ku." Pinta Rai.


Perlahan Mishea pun mendongakkan wajahnya.


"Aku mencintai mu Rai, jadikan lah aku milik mu." Ucap Mishea sambil menatap dalam mata Rai.


"Sepertinya aku juga sudah jatuh cinta padamu Shea. Mau kah kamu menjadi milikku?"


Tanpa perlu berpikir panjang, Mishea pun menganggukkan kepalanya.


Melihat Mishea menganggukkan kepalanya, Rai pun menarik pinggang Mishea untuk mengikis jarak diantara mereka.


Perlahan tapi pasti Rai mendekatkan wajahnya ke wajah Mishea, Rai hendak mencium bibir Mishea.


Tahu kalau Rai akan mencium-nya, Mishea pun memejamkan matanya dan memonyongkan bibirnya.


Tapi tiba-tiba...


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2