Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 26


__ADS_3

Keesokan Harinya.


Ruang kerja March.


Meski sudah menyerahkan semua urusan perusahaan pada Rai tapi tetap saja March datang ke perusahaan untuk memantau kinerja kerja Rai.


Begitupun dengan Neon, meski sudah mempercayakan tugas asisten Presdir pada Satria, tetap saja March selalu minta Neon untuk tetap membantu pekerjaan Rai.


"Apa kau sudah dengar Neon?" Tanya March pada Neon yang sedang sibuk mengecek laporan yang di buat Satria untuk ditanda tangani Rai.


"Dengar apa? Apa kau barusan kentut?" Neon malah balik bertanya.


"Sialan kau!" Cibir March sambil melempar pena ke arah Neon.


"Lalu apa?"


"Ini tentang Rai dan Satria."


"Memangnya mereka kenapa?" Sekali lagi Neon malah balik bertanya pada March dengan raut wajah yang santai.


"Apa kau belum pernah mendengar sesuatu tentang mereka?" Kali ini nada suara March sudah sedikit lebih serius.


Mendengar suara March yang berubah menjadi serius, Neon yang sedang fokus dengan laporan-laporan pun mengalihkan pandangannya ke arah March.


"Apa ini tentang mereka yang sering gonta-ganti perempuan?" Tanya Neon.

__ADS_1


"Kau tahu hal itu? Dan kau biasa saja?" March balik bertanya.


"Aku juga dulu begitu, jadi tidak ada yang perlu di besar-besarkan."


"Jadi kalau kau dulu begitu, lalu kau membiarkan anak mu mengikuti jejak mu?"


"Hei.. kenapa kau heboh sekali! Anak kita laki-laki, biarkan mereka menikmati masa muda mereka, nanti kalau mereka sudah menemukan wanita yang tepat, aku yakin mereka akan berhenti berpetualang."


"Tetap saja aku tidak suka anak ku seperti itu! Tidak bisa ku bayangkan betapa hancurnya hati Julya kalau tahu Rai seperti itu."


"Makanya jangan di beritahu!"


"Bodoh! Kalau aku ingin memberitahu sudah dari dulu aku beritahu!"


"Dasar orangtua sesat!" Cibir March.


"Sepertinya aku harus memaksa Rai segera menikah." Ucap March.


"Jangan bilang kau berencana menjodohkan Rai?" Tanya Neon sambil memicingkan matanya.


March menganggukkan kepalanya.


"Jangan gila kau! Kalau kau memaksa Rau menikah dengan perjodohan, aku yakin Rai semakin menjadi-jadi." Balas Neon.


"Aku hanya ingin anak ku mempunyai kehidupan normal. Berumah tangga, punya anak, menghabiskan waktu libur bersama keluarga kecilnya. Bukan kehidupan bastard seperti ini! Dan aku tidak mau melihat Julya kecewa karena kelakuan Rai di luar sana."

__ADS_1


"Apa kau sudah punya kandidat untuk menjadi menantu mu?"


March menggelengkan kepalanya.


"Kalau saran ku, sebelum kau menjodohkan Rai dengan gadis pilihan mu, lebih baik kau minta Rai untuk mencari gadis pilihannya dengan waktu yang kau tentukan, kalau dalam waktu yang kau tentukan Rai tidak bisa membawa gadis pilihannya, baru lah kau jodohkan Rai dengan gadis pilihan mu." Ucap Neon memberi saran.


"Ya kau benar juga. Aku akan membicarakan hal ini pada Julya agar Julya juga bisa membantu ku meyakinkan Rai." Balas March.


"Kau sendiri bagaimana? Apa kau tidak mau ikutan mencecar Satria untuk segera menikah?"


"Aku bukan orangtua kolot seperti mu!"


"Iya kau memang bukan orangtua kolot seperti ku, tapi kau orangtua gila yang malah membiarkan anak mu terus-terusan menjadi bastard!" Cibir March.


"Bukan mendukung menjadi bastard, aku hanya ingin membiarkan anak ku puas dengan masa mudanya." Bela Neon.


"Cih.." decih March sambil memutar bola matanya malas.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2