
"Apa kau tidak memiliki kekasih yang bisa kau ajak naik ke atas ranjang?" Tanya Rai memancing.
"Tidak!!"
"Benarkah? Tapi dari wajahmu kelihatan kalau kau seorang playboy yang sering gonta-ganti pacar."
"Hahahahaha." Laki-laki itu tertawa sangat kencang.
"Ya kau benar bro, aku memang sering gonta-ganti pacar, tapi sudah tiga bulan ini aku tidak melakukan itu karena aku sedang mengincar seorang wanita yang sangat prinsipil." Jawab laki-laki itu.
"Dan demi meraih hatinya aku sampai harus mengubah penampilan ku menjadi culun dan kutu buku. Karena yang aku dengar wanita incaran ku ini tidak suka dengan laki-laki yang tampan dan modis." Kata laki-laki itu lagi.
"Benarkah? Memangnya ada wanita seperti itu? Apa jangan-jangan wanita yang kau incar itu wanita culun juga?"
Laki-laki itu menggeleng.
"Shea wanita yang sangat cantik, tubuhnya juga, ah... sangat seksi. Kau tahu, dua gundukan dagingnya masih sangat padat. Aku sudah tidak sabar ingin mencicipi dua gundukan daging itu serta berkelana dalam goa lembab-nya." Kata laki-laki itu mendeskripsikan tubuh Mishea.
Tapi dari mana laki-laki itu tahu bentuk dua gundukan daging Mishea?
Mendengar itu Rai menggeram, rahangnya mengeras menahan emosi. Tapi ia tetap harus mengontrol emosinya.
__ADS_1
"Shea?" Tanya Rai memancing laki-laki itu menyebut nama lengkap Mishea.
"Iya, nama wanita itu adalah Mishea Andara Wilson. Ah.. mengingat tubuh polosnya saja, 'adik kecil' ku langsung meronta-ronta." Jawab laki-laki itu.
Fix, Shea yang di maksud laki-laki itu adalah Mishea. Dan laki-laki yang ada bersamanya sekarang ini adalah laki-laki yang sama dengan laki-laki culun yang bersama Mishea tadi. Begitulah pikiran Rai.
"Memangnya kau pernah melihat tubuh polosnya?" Tanya Rai makin penasaran.
"Setiap hari brother. Setiap dia mandi. Bahkan bukan hanya dia, tubuh polos kembarannya pun juga sudah aku lihat."
Mata Rai membulat sempurna. Bagaimana bisa? Begitulah otak Rai bertanya-tanya.
"Bagaimana cara mu bisa melihat tubuh polos mereka?" Tanya Rai.
Rai menganggukkan kepalanya.
"Sini aku beritahu." Balas laki-laki itu lalu berjalan keluar dari lantai dansa menuju table-nya dan diikuti Rai dari belakang.
Setelah mereka duduk di kursi, laki-laki itu pun mengeluarkan ponselnya dan membuka video rekaman cctv yang mempertontonkan Mishea yang sedang mandi di kamar mandi apartemennya.
"Ini lihat lah. Sekali melihatnya kau pasti akan tertarik. Tapi kau tidak boleh mengambil Shea ku sebelum aku memakainya." Ucap laki-laki itu sambil memperlihatkan video Mishea yang sedang mandi.
__ADS_1
Mata Rai membulat.
Benar yang di katakan laki-laki itu, tubuh Mishea sangat sintal, dua gundukan daging yang masih sangat padat dengan ukuran yang bisa Rai kira-kira sangat pas di telapak tangannya serta bokong yang juga masih sangat bulat dan padat ditambah lagi kulit bule Mishea yang mulus berhasil membuat Rai menelan salivanya kasar.
Tapi, tak lama ia sadar kalau adanya video Mishea yang sedang mandi di ponsel laki-laki itu tidak lah benar.
"Darimana kau mendapatkan video ini?"
"Aku memasang kamera tersembunyi di dalam kamar mandi dan kamarnya." Jawab laki-laki itu tanpa dosa.
Mendengar itu, emosi Rai tak bisa terkendali.
Sebejad apapun dirinya dan Satria, mereka sama sekali tidak pernah melakukan pelecehan terhadap wanita polos.
Walaupun laki-laki itu belum melecehkan Mishea secara langsung tapi secara tidak langsung dengan menaruh kamera tersembunyi dalam kamar mandi dan kamar Mishea, itu sama saja laki-laki itu sudah melecehkan Mishea dan Mishella.
Rai yang sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya, langsung menarik kerah baju laki-laki itu dan langsung memberi bogem mentah ke wajah laki-laki itu bertubi-tubi.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...