Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 62


__ADS_3

March dan Julya sudah sampai di alamat yang Neon kirimkan. Rumah pemuka agama yang menikahkan March dan Julya kemaren.


"Wah.. dia benar-benar menikah!" Lirih March saat melihat keluarga Neon yang sudah berkumpul dirumah pemuka agama itu.


"March.." panggil Neon saat melihat sahabat sekaligus bos nya itu ada di halaman rumah sang pemuka agama.


March dan Julya pun berjalan mendekati Neon.


"Kau benar-benar akan menikah?" Tanya March masih belum percaya. Pasalnya baru kemaren Neon datang ke pernikahannya tanpa gandengan, tapi sekarang asistennya itu sudah ingin menikah.


"Memangnya kau saja yang bisa menikah?!" Balas Neon.


"Kau saja sudah dua kali menikah masa aku baru satu kali saja ekspresi mu sudah seperti itu! Seolah-olah aku sudah berkali-kali menikah." Lanjut Neon.


"Cih! Aku memang sudah dua kali menikah, tapi aku juga baru merasakan dua wanita. Sedangkan kau! Baru sekali menikah tapi sudah merasakan banyak wanita!" Sindir March.


"Sialan kau!" Balas Neon.


"Oh... Iya, ngomong-ngomong dimana Nenek ku dan adik ku itu?" Potong Julya yang sedari tadi celingak-celingu mencari keberadaan sang Nenek dan calon istri Neon.


"Ada di belakang. Sedang dirias." Balas Neon.

__ADS_1


"Kalau begitu aku kebelakang dulu." Pamit Julya.


Julya pun beranjak dari hadapan March dan Neon.


"Kau menikah bukan kerena kepergok melakukan one night stand kan oleh Neneknya Julya?" Bisik March setelah istrinya itu pergi.


Neon menggelengkan kepalanya.


"Lalu?" Tanya March lagi.


"Apa kau ingat perkataan ku dulu tentang pernikahan?" Tanya Neon.


March menggelengkan kepalanya.


March pun diam sambil mengingat-ingat kejadian beberapa tahun yang lalu itu. Kejadian saat March masih berencana untuk menikahi Mey.


"Aaah.. Waktu itu kau bilang kalau kau akan menikah dengan wanita yang bisa membuat hati mu bergetar." Ucap March saat sudah mengingat perkataan Neon saat itu.


"Tepat sekali." Balas Neon sambil menjentikkan jarinya.


"Dan Novi lah wanita itu." Kata Neon lagi.

__ADS_1


"Kau kenal dia dimana?"


Neon pun menceritakan runtutan kejadian mulai dari dirinya meninggalkan Nenek Julya di kamar sampai akhirnya mereka bertiga berakhir mabuk. Neon juga menceritakan saat dirinya yang menangkap tubuh Novi yang hendak terjatuh karena Novi yang ngotot minta pulang yang membuat mereka berpelukan dan disaat itulah Neon merasakan getaran dalam hatinya.


"Oooh.." respon March sambil menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa kau langsung menikahinya? Kenapa tidak penjajakan dulu? Bagaimana kalau nasib mu seperti pernikahan ku yang pertama?" Ucap March.


"Ya berarti aku akan menjadi duda. Dan aku akan mengikuti jejak mu, mencari janda lalu menikahinya hanya untuk melahirkan keturunan ku." Balas Neon dengan mudahnya.


"Sialan kau!! Kau menyindir ku, hah!!" Geram March. Seandainya ditempat itu hanya ada mereka berdua, sudah March jitak kepala Neon.


"Pengantin wanita sudah siap." Ucap perias wajah.


Mendengar itu, March pun meninggalkan Neon dan duduk di kursi deretan para saksi.


Tak lama Novi yang diantar Nenek Julya dan Julya pun masuk keruang tamu, tempat diadakannya pengucapan janji suci.


Mata March membulat saat melihat penampakan calon istri Neon itu.


"Astaga Neon, ternyata kau menikahi bocah! Pasti kau iming-imingi gadis itu dengan ponsel mahal agar gadis itu mau menikah dengan mu!" Gumam March dalam hati saat melihat sosok Novi yang kelihatan sekali masih sangat muda meski sudah di rias dengan riasan yang lebih dewasa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2