Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 50


__ADS_3

Neon memejamkan matanya mencoba untuk masuk ke alam mimpi, tapi sayang setengah jam ia berusaha untuk tidur, matanya tidak mau diajak kompromi.


Neon pun membuka kembali matanya.


"Aaargh!!! Kenapa mata ini tidak bisa sekali bekerjasama sih!!" Geram Neon.


"Sepertinya aku membutuhkan wine untuk membantu ku tidur." Gumam Neon.


Neon pun berdiri dari tempat duduknya. Ia membuka jas yang masih menempel ditubuhnya lalu menggulung lengan kemejanya sebatas siku, setelah itu Neon pun keluar dari dalam unit kamarnya.


Begitu ia di luar, ia melihat pintu kamar Nenek Julya.


"Apa Nenek Julya sudah tidur? Dia tidak meninggalkan kamarnya dan pergi berjalan-jalan sendirian kan?" Gumam Neon khawatir.


Neon pun mendekati pintu kamar Nenek Julya, niat hati hanya ingin memastikan kalau Nenek Julya ada di dalam kamarnya.


"Ah sudah lah! Tidak mungkin juga Nenek Julya keluar sendirian!" Gumam Neon lagi.


Neon pun meninggalkan depan pintu kamar Nenek Julya dan berjalan menuju lift.


Kini Neon sudah berada di lantai bawah. Ia pun berjalan menuju lounge yang ada di hotel itu.


"Itu seperti Nenek Julya." Lirih Neon sambil memicingkan matanya saat melihat sosok yang mirip Nenek Julya sedang duduk di mini bar dengan seorang gadis.


Sepertinya gadis yang bersama Nenek Julya adalah petugas room servis hotel karena terlihat dari seragam yang gadis itu pakai.


Neon pun berjalan mendekati Nenek Julya dan gadis itu, untuk memastikan kalau sosok yang ia lihat memang lah Nenek Julya.

__ADS_1


"Nenek!!" Kaget Neon saat sosok yang ia lihat itu memanglah Nenek Julya.


Sontak Nenek Julya dan gadis yang sedang bersama Nenek Julya pun menoleh.


"Hai Neon! Kau belum tidur?!" Sapa Nenek Julya tanpa merasa berdosa.


"Pertanyaan apa itu! Harusnya aku bertanya seperti itu!" Gumam Neon dalam hati.


"Kenapa Nenek ada disini? Kan sudah aku bilang Nenek jangan keluyuran sendirian! Kalau Nenek hilang bagaimana!" Omel Neon.


"Nenek kesini tidak sendirian, Nenek kesini bersama gadis ini." Balas Nenek Julya.


"Kau mengajak Nenek ini kesini?" Tanya Neon dengan tatapan mengintimidasi.


Gadis itu menggelengkan kepalanya.


"Kau kan bisa saja menolaknya!" Balas Neon lagi dengan nada yang sedikit meninggi.


Mungkin karena efek lelah membuat Neon jadi lebih sedikit emosi.


"Sudah lah Neon jangan marah-marah! Apa yang di katakan Novi benar, Nenek lah yang memaksa Novi untuk menemani Nenek ketempat ini." Cepat-cepat Nenek Julya memberikan klarifikasi sebelum amarah Neon pada Novi menjadi-jadi.


"Lagipula Nenek kan masih ada di sekitaran hotel, tidak keluar dari hotel. Jadi tidak perlu lah kau membesar-besarkan masalah ini." Kata Nenek Julya lagi.


"Ayo duduk sini. Daripada kamu marah-marah lebih baik kita minum-minum." Ucap Nenek Julya sambil menarik tangan Neon dan mendudukkan Neon di kursi yang ada di sebelahnya.


"Nenek minum minuman beralkohol?" Tanya Neon kaget.

__ADS_1


"Ya tidak lah, Nenek hanya minum koktail." Balas Nenek Julya.


Neon menghela nafasnya lega.


"Hei Mas!" Neon memanggil sang bartender.


"Iya Pak."


"Berikan saya wine." Pinta Neon.


"Kau ingin mabuk?" Tanya Nenek Julya saat mendengar Neon memesan wine.


"Hanya dua atau tiga gelas sekedar membantu tidur." Jawab Neon.


"Awas kalau kau sampai mabuk." Balas Nenek Julya dengan nada mengancam.


"Sepertinya saya sudah tidak di perlukan lagi disini. Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya." Pamit Novi.


"Hei. Siapa bilang kau tidak di butuhkan, kau masih sangat di butuhkan. Aku masih ingin mendengar cerita mu." Ucap Nenek Julya.


"Tapi cucu anda..." Novi menggantung kalimatnya sambil melirik ke arah Neon.


"Biarkan saja dia. Ayo lanjutkan lagi cerita mu." Balas Nenek Julya yang tahu kalau Novi merasa segan dengan Neon.


Novi pun melanjutkan ceritanya dan Nenek Julya sangat serius mendengarkan Novi bercerita.


Tapi nampaknya bukan hanya Nenek Julya yang mendengarkan cerita Novi, karena saat ini ada sepasang telinga lain yang juga mendengarkan cerita Neon. Yah meskipun matanya memandang lurus kedepan. Siapa lagi pemilik sepasang telinga itu kalau bukan Neon.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2