
Pukul 16.00
Jam operasional perusahaan berakhir.
Rai cepat-cepat membereskan meja kerjanya.
Untung saja Daddy March sudah pulang sewaktu jam makan siang tadi kalau tidak, alamat hari ini Rai dan Satria akan pulang terlambat.
Setelah membereskan meja kerjanya, cepat-cepat Rai keluar dari dalam ruang kerja.
"Aku duluan." Ucap Rai saat melewati Satria lalu berjalan dengan terburu-buru.
Tak terima Rai meninggalkannya, Satria pun mengejar Rai yang sudah hampir sampai di lift.
"Kau mau kemana? Kenapa buru-buru sekali?" Tanya Satria penasaran.
"Aku mau bertemu Mishea." Jawab Rai.
Ting. Pintu lift terbuka, Rai pun masuk kedalam lift dan disusul Satria.
"Aku ikut." Balas Satria.
"Mau apa kau ikut-ikut? Apa kau mau menggangguku, hah?!"
"Ish, siapa juga yang mau mengganggu mu, kau pikir aku kurang kerjaan apa!!" Balas Satria tidak suka.
"Lalu mau apa kau ikut-ikut?"
"Aku juga ingin bertemu Mishella lah."
"Jangan macam-macam kau! Mishella itu calon adik ipar ku!" Ancam Rai dengan tatapan mengintimidasi.
"Masih calon kan? Jangan-jangan saat kau menyatakan perasaan mu pada Mishea, kau malah ditolak!" Ejek Satria.
"Ish, sialan kau!! Belum apa-apa sudah mematahkan semangat ku!" Balas Rai.
"Pokoknya kau tidak boleh ikut!" Tegas Rai.
"Aku mau ikut!" Balas Satria.
"Tidak!"
"Ikut!"
"Aku bilang tidak yah tidak!"
"Ya sudah kalau aku tidak boleh ikut, akan aku kirimkan video mu yang sedang bercinta dengan ja*lang pada Mishea." Ancam Satria. Padahal Satria sama sekali tidak memiliki video yang ia katakan.
Mata Rai membulat, mulutnya juga menganga.
Ting. Pintu lift terbuka.
Cepat-cepat Satria keluar dari dalam lift.
"Hitungan ketiga, pasti dia mengejar ku." Gumam Satria dalam hati sambil berjalan keluar dari lift.
__ADS_1
"Satu.." Satria mulai menghitung.
"Dua.. Ti-"
"Hey.. Sat, tunggu!!" Belum juga sampai hitungan ketiga, Rai sudah berlari dan berteriak memanggil Satria.
Senyum sumringah pun terbit dari pipi Satria.
"Apa?" Tanya Satria saat Rai ada disebelahnya.
"Kau serius punya video ku?" Tanya Rai.
"Menurutmu?" Jawab Satria santai.
"Haish!! Teman breng*sek!" Maki Rai.
Mendengar makian Rai, bukannya marah Satria malah terkekeh kecil.
"Baiklah, kau boleh ikut dengan ku! Tapi berikan dulu video itu pada ku!"
"Benarkah? Tapi video-nya tidak ada bersama ku sekarang, video-nya ada di apartemen ku."
"Jangan membohongi ku Satria!!"
"Ya sudah kalau kau tidak percaya!"
Rai menghela nafasnya kasar. Sebenarnya Rai tidak yakin kalau Satria memang memiliki video dirinya tapi dilihat dari ekspresi wajah Satria, ia merasa kalau Satria sedang tidak main-main.
"Ya sudah, nanti setelah dari rumah Mishea, kita ke apartemen mu dan hapus video itu!"
Mereka pun berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.
*
*
*
Pukul 17.30
Mansion Wilson.
Kini Rai dan Satria sudah sampai di Mansion keluarga Wilson.
Kedatangan Rai dan Satria langsung mendapat sambutan hangat dari Mommy Alea.
"Bibi pikir kamu tidak jadi datang." Ucap Mommy Alea.
"Tidak mungkin Bibi, kan saya sudah berjanji dan sebagai laki-laki sejati harus bisa menepati janjinya." Balas Rai.
"Uweeek..." Satria muntah dalam hati mendengar kata-kata Rai yang sok manis pada Mommy Alea.
"Saya lama karena jalanan macet dan saya singgah membelikan ini untuk Mishea." Kata Rai lagi sambil menunjukkan papper bag yang ada ditangannya.
"Apa itu?" Tanya Mommy Alea penasaran.
__ADS_1
"Bukan apa-apa Bibi, hanya sesuatu yang bisa membuat Mishea senang." Jawab Rai.
"Bisa Bibi lihat?"
Rai menganggukkan kepalanya sambil memberikan papper bag itu pada Mommy Alea.
Mereka pun menghentikan langkah kaki mereka sejenak.
Mommy Alea pun menerima papper bag itu dari tangan Rai lalu membuka papper bag itu.
Sebuah boneka beruang putih dengan hati dalam pangkuan si beruang.
"Woah ini sangat lucu." Ucap Mommy Alea.
"Tapi kenapa tulisannya Be Mine?" Tanya Mommy Alea saat melihat tulisan yang ada di hati.
"Karena saya ingin meminta Mishea menjadi milik saya Bibi." Jawab Rai malu-malu.
"Uweeek..." Lagi dan lagi, Satria muntah dalam hati melihat tingkah Rai yang seperti perjaka ting-ting itu.
"Benarkah? Kamu sedang tidak bercanda kan?"
"Saya serius Bibi, saya baru sadar kalau saya telah jatuh cinta dengan Mishea." Jawab Rai.
"Ouh.. Terimakasih Rai sudah mau mencintai Mishea. Semoga saja dengan cinta yang kamu berikan untuk Mishea, Mishea akan cepat sembuh dari trauma-nya." Ucap Mommy Alea.
"Semoga saja." Balas Rai.
Mommy Alea pun memasukkan kembali boneka beruang itu ke dalam papper bag, namun saat hendak memasukkannya tak sengaja bentuk hati tertekan oleh Mommy Alea.
Be Mine Mishea. Suara rekaman Rai yang meminta Mishea menjadi miliknya.
Mendengar suara rekaman Rai itu makin terpukau lah Mommy Alea pada Rai.
"Apa ini suara mu Rai?" Tanya Mommy Alea.
Rai menganggukkan kepalanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Astaga, kamu sungguh laki-laki yang romantis Rai. Daddy-nya Mishea saja tidak pernah memberikan Bibi boneka seperti ini."
Seandainya Daddy Bratt ada di mansion dan mendengar istrinya membandingkan dirinya dengan Rai, sudah pasti murka lah Daddy Bratt. Tapi untungnya Daddy Bratt belum pulang dari kantor.
"Ah.. Bibi bisa saja. Kebetulan saya memang laki-laki yang romantis jika sudah mencintai seorang wanita." Jawab Rai.
"Uweek..." Untuk ketiga kalinya Satria muntah dalam hati.
"Boneka itu saja aku yang pilihkan!! Bahkan ide merekam suara mu saja, itu ide ku!!" Gerutu Satria dalam hati.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1