
Keesokan harinya.
Pukul 10.00
Acara pengucapan janji suci Rai dan Mishea sedang berlangsung.
Hanya dua keluarga inti serta sahabat-sahabat para orangtua saja yang datang ke acara itu.
Dari pihak Rai, selain ada kedua orangtua Rai, ada Neon, Novi dan Satria. Dan ada Hannoks si hacker sepupu Neon beserta Acerha, istri Hannoks.
Sedangkan dari pihak Mishea, selain ada kedua orangtuanya serta saudari kembarnya, ada juga sahabat-sahabat orangtuanya, Hesron dan Zhinta serta Dan dan Finola.
Vila megah di pantai milik March pun disulap menjadi tempat pengucapan janji suci Rai dan Mishea dan semua itu atas permintaan Mishea yang ingin melakukan pengucapan janji suci dengan suasana pantai.
*
*
*
"Raiden Maharaja Alfian, apakah Saudara menerima Saudari Mishea Andara Wilson sebagai istri Anda dalam keadaan suka maupun duka, sakit maupun sehat?" Tanya pemuka agama pada Rai.
"Ya, saya bersedia." Jawab Rai lantang.
Setelah Rai menjawab dengan sangat lantang, kini pemuka agama beralih pada Mishea.
"Mishea Andara Wilson, apakah Saudari menerima Saudara Raiden Maharaja Alfian sebagai suami Anda dalam suka maupun duka, sakit maupun sehat?" Tanya pemuka agama.
"Ya, saya bersedia." Jawab Mishea tak kalah lantang dari Rai.
__ADS_1
"Dengan ini saya nyatakan Saudara Raiden Maharaja Alfian dan Mishea Andara Wilson telah sah menjadi sepasang suami istri." Ucap pemuka agama mengesahkan status baru Rai dan Mishea.
"Sekarang, kalian bisa bertukar cincin lalu mencium pasangan kalian." Ucap pemuka agama lagi.
Rai pun lebih dulu mengambil cincin yang di bawakan Mishella lalu menyematkan cincin di jari manis Mishea. Setelah cincin tersemat di jari manis Mishea, gantian sekarang giliran Mishea yang menyematkan cincin di jari manis Rai.
Para keluarga pun bertepuk tangan begitu Mishea selesai menyematkan cincin di jari manis Rai.
Rai pun mendekatkan wajahnya ke wajah Mishea dan hendak mencium bibir Mishea. Tahu kalau Rai ingin menciumnya, tiba-tiba momen mengerikan saat Chasen yang ingin memperko*sa-nya melintas di otak Mishea.
Wajah Mishea yang tadinya bahagia, kini menjadi tegang dan ketakutan. Deru nafas Mishea juga sudah tidak beraturan.
Rai yang melihat secara jelas perubahan raut wajah Mishea langsung mengurungkan niatnya yang ingin mencium bibir Mishea dan malah mengecup kening Mishea.
"Tenanglah, ada aku disini." Bisik Rai yang mengerti kenapa Mishea tiba-tiba seperti itu.
Rai pun menggenggam tangan Mishea dengan erat seolah ingin mentransfer kekuatan pada Mishea agar Mishea tetap tenang dan bisa melawan rasa takutnya.
"Cih.. tumben sekali bocah itu tidak langsung nyosor!!" Decih Satria yang ada di pojokan saat melihat Rai hanya mengecup kening Mishea.
"Hei..." Saat Satria sedang asyik nyinyir di pojokan tiba-tiba ada jari jemari lentik yang menepuk pundaknya.
Satria yang sedang menyesap sirup cocopandan sontak langsung menyemburkan sirupnya karena kaget lalu memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang sudah membuatnya kaget.
"Astaga Hansara!!!" Pekik Satria saat melihat Hansara, putri tunggal Hannoks dan Acerha.
"Kak Satria ngapain di pojokan?" Tanya Hansara.
"Acara ini terlalu membosankan, pengen pergi dari sini, tapi belum foto-foto. Kalau aku pergi dari sini sebelum sesi foto-foto, bisa habis aku di amuk Mama ku." Jawab Satria.
__ADS_1
"Kamu sendiri kenapa bisa ada disini? Bukannya kamu bilang ada acara bersama teman kampus mu?" Gantian kini Satria bertanya pada Hansara yang tak lain adalah sepupu-nya juga. Karena Ayah Hansara adalah sepupu Papa-nya.
"Memang, tapi ternyata acara ku bersama teman-teman kampus ku ada di vila yang itu." Jawab Hansara sambil menunjukkan vila yang jaraknya tak begitu jauh dari vila tempat mereka sekarang. Dan jika mau ke vila itu bisa lewat pantai.
"Oh..." Satria hanya membulatkan mulutnya.
Satria dan Hansara pun berbincang-bincang di pojokan itu, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi.
Siapa lagi pemilik sepasang mata itu kalau bukan Mishella.
"Siapa gadis yang sedang bersama Satria? Kenapa mereka kelihatan sangat akrab?" Gumam Mishella bertanya-tanya dalam hatinya.
*
*
*
Acara pengucapan janji suci pun usai, setelah menikmati makan siang, Rai dan Mishea pun masuk ke kamar yang sudah disiapkan Mommy Alea dan Mommy Julya untuk pengantin baru itu.
Sedangkan para keluarga yang lain masih asyik berbincang-bincang. Rai sengaja membawa Mishea cepat-cepat ke kamar, bukan karena dirinya sudah tidak tahan ingin meminta hak-nya sebagai suami melainkan karena kondisi Mishea yang semakin gelisah dan ingin segera pergi dari keramaian.
Jadi setelah menyelesaikan makan siangnya dengan terburu-buru Rai pun memutuskan untuk segera membawa Mishea pergi dari keramaian.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...