Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 30


__ADS_3

Kini Rai sudah kembali ke kamar Mishea.


Melihat Rai masuk, Mishella langsung berdiri tempat duduknya di pinggir ranjang Mishea dan berjalan mendekati Rai.


"Kamu tidak diapa-apakan Daddy ku kan?" Tanya Mishella.


"Memangnya Daddy mu mau melakukan apa pada ku?"


"Manatau saja Daddy ku mengancam mu untuk tidak lagi mendekati Kak Shea."


"Kenapa Daddy mu mau mengancam ku seperti itu, aku kan tidak berbuat apa-apa pada Shea, malah aku mau membantu kesembuhannya." Balas Rai.


"Ngomong-ngomong, kenapa Shea bisa mengamuk seperti tadi? Apa traumanya kembali lagi?"


Mishella menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya Kak Shea tahu tentang rencana Daddy yang ingin mencarikan jodoh untuk kami berdua." Jawab Mishella.


"Oh.." Rai hanya menganggukkan kepalanya sambil membulatkan mulutnya.


"Berapa lama reaksi obat penenang itu?" Tanya Rai.


"Entah lah, aku juga tidak tahu." Jawab Mishella.


"Kenapa? Kamu mau pulang?"


Rai menganggukkan kepalanya.


"Jangan pulang dulu, tunggulah sampai Kak Shea bangun. Takutnya nanti dia mengamuk lagi kalau sudah bangun nanti." Pinta Mishella.


"Memangnya tidak pa-pa jika aku menginap disini? Nanti Daddy mu mengamuk lagi."


"Nanti aku yang bicara dengan Daddy."


"Ya sudah, aku akan menunggu Shea disini sampai bangun." Jawab Rai.


"Oh iya Rai, Satria mana? Dia tidak ikut dengan mu?" Tanya Mishella.

__ADS_1


Rai menggelengkan kepalanya.


"Kami kan tidak satu rumah. Lagi pula aku tadi dari rumah orang tuaku."


"Kenapa kamu tidak panggil saja dia kesini untuk menemani mu menunggu Kak Shea, agar kamu tidak merasa bosan." Ucap Mishella memberi ide. Padahal itu hanya alasan Mishella yang sebenarnya ingin bertemu Satria.


"Ini sudah malam, pasti dia juga sudah tidur karena kelelahan. Seharian ini kami keliling menemui klien untuk mengajukan proposal kerjasama." Balas Rai menolak ide Mishella.


"Oh.." Mishella membulatkan mulutnya dengan raut wajah yang sedikit kecewa.


"Ya sudah, aku kebawah dulu, aku bicara dulu dengan Daddy." Pamit Mishella dan direspon dengan anggukkan kepala oleh Rai.


Mishella pun keluar dari dalam kamar Mishea dan Rai berjalan mendekati Mishea sambil menarik kursi meja rias dan meletakkan kursi meja rias itu tepat disamping ranjang tempat Mishea berbaring.


Rai pun duduk di kursi yang ia bawa tadi.


Sambil menatap wajah Mishea yang sedang tertidur, Rai menghela nafasnya kasar. Rasanya kasihan sekali melihat Mishea yang seperti ini. Mishea yang sangat berbeda dengan Mishea yang ia temui di lift.


"Kamu harus sembuh Shea, aku ingin melihat senyum mu saat kita bertemu di lift. Senyum yang selalu terngiang-ngiang di kepala ku." Lirih Rai sambil merapihkan anak rambut Mishea yang ada di wajahnya.


Deg.


"Kenapa jantung ku? Apa jangan-jangan ini yang namanya gejala penyakit jantung?" Lirih Rai sambil memegang dada-nya.


"Mati aku! Kalau memang punya penyakit jantung, berarti hidup ku tidak akan lama lagi. Bagaimana dengan Mommy dan Daddy ku? Aku kan belum memberikan cucu untuk mereka." Lirih Rai lagi.


"Tenang Rai.. tenang!! Cari tahu dulu gejala apa ini." Monolog Rai mensugesti dirinya sendiri.


Rai pun mengeluarkan ponselnya lalu mencari tahu tentang gejala yang ia rasakan saat ini di aplikasi tanya-jawab perihal kesehatan.


*


*


*


Ruang kerja Bratt.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar Mishea, Mishella pun turun ke lantai bawah dan menemui Daddy-nya yang masih merenung karena dilema diruang kerjanya. Kali ini Daddy Bratt sudah ditemani Mommy Alea.


Ceklek. Mishella membuka pintu ruang kerja Daddy Bratt.


"Apa bocah tengik itu sudah pulang?" Tanya Daddy Bratt saat melihat putri bungsunya masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Namanya Rai, Dad!" Protes Mishella.


"Cih!!" Decih Daddy Bratt sambil memutar bola matanya malas.


"Rai masih di kamar Kak Shea, Dad." Ucap Mishella.


Mendengar itu sontak Daddy Bratt berdiri dari tempat duduknya.


"Kenapa kamu tidak menyuruhnya pulang?" Tanya Daddy Bratt dengan nada yang sedikit meninggi.


"Sengaja Dad, nanti kalau Kak Shea mengamuk lagi bagaimana? Jadi biarkan Rai disini dulu sampai Kak Shea bangun." Jawab Mishella.


"Tidak!! Daddy tidak mengizinkannya?" Balas Daddy Bratt.


Daddy Bratt yang emosi itu pun hendak keluar dari ruang kerjanya untuk mengusir Rai.


Tapi belum juga Daddy Bratt melangkah, Mommy Alea langsung menarik tangan Daddy Bratt dan mendudukkan kembali Daddy Bratt secara paksa.


"Duduk dan jangan kemana-mana! Biarkan Rai disini sampai Shea sadar!"


"Tapi.."


"Diam! Jangan egois Bratt! Putri kita membutuhkan Rai disisinya saat ini!" Ucap Mommy Alea tegas.


Mau tak mau Daddy Bratt pun mengalah karena Ibunda Ratu sudah mengeluarkan titahnya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2