
Apartemen Twins Mi.
Pukul 00.00
KRIIIING.. KRIIING..
Nada dering panggilan masuk begitu memekakkan telinga Mishea dan Mishella yang masih tidur satu kamar. Karena kamar untuk Mishea belum terisi barang-barang.
"Shell, Shella, ponsel mu bunyi." Ucap Mishea dengan mata yang terpejam sambil menepuk lengan Shella yang tidur membelakangi dirinya.
"Shell, Shella!!" Sekali lagi Mishea membangunkan Mishella.
"Itu nada dering ponsel mu Kak!!" Balas Shella dengan mata yang masih tertutup juga.
Mishea pun diam sejenak dan menajamkan telinganya untuk memastikan bunyi nada dering panggilan masuk itu memang nada dering panggilan masuk dari ponsel Mishea.
"Astaga, itu memang ponsel ku." Lirih Mishea sambil membuka matanya.
Mishea pun beranjak dari atas ranjang lalu berjalan menuju meja rias dimana cahaya ponselnya terlihat menyala-nyala dari sana.
"Chasen." Lirih Mishea saat melihat nama pria yang akhir-akhir ini sedang mendekatinya.
Bahkan saat Mishea masih di Paris pun, seminggu sekali Chasen selalu mendatangi Mishea.
Mishea pun menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo Chas." Sapa Mishea.
"Dengan Nona Mishea?" Bukan Chasen yang menjawab, melainkan suara laki-laki yang sepertinya umurnya sekitar empat puluh tahun keatas.
"Ya, saya Mishea. Anda siapa?"
"Kami dari kepolisian."
"Kepolisian?" Kaget Mishea.
"Hah, kepolisian?!" Sahut Mishella yang tak sengaja juga mendengar.
Mishella yang tak kalah kaget dari Mishea pun mengubah posisinya menjadi duduk.
__ADS_1
Mishea pun menyalakan speaker ponsel agar Mishella juga bisa mendengar pembicaraannya dengan polisi.
"Sekarang Tuan Chasen sedang berada di rumah sakit. Ia terlibat perkelahian dengan laki-laki yang juga mengaku sebagai teman Anda. Apa Anda bisa datang kerumah sakit Boulevard Medica Centre sekarang, kami ingin meminta keterangan Anda."
"Baik Pak, saya akan segera kesana." Jawab Mishea.
Panggilan pun berakhir.
Mishea yang khawatir dengan Chasen pun langsung berlari ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya.
Mishella yang tak mau ketinggalan pun menyusul Mishea ke ruang ganti dan mengganti baju-nya juga.
"Apa yang terjadi pada Chasen?" Tanya Mishella.
"Chasen terlibat perkelahian dan sekarang dia dirumah sakit." Jawab Mishea.
"Terlibat perkelahian? Bagaimana mungkin? Chasen kan laki-laki lemah, sama nyamuk saja dia tidak tegaan!"
"Mungkin dia menjadi korban pengeroyokan." Balas Mishea.
"Bisa jadi." Balas Mishella.
*
*
*
Dua puluh menit kemudian.
Boulevard Medica Centre.
Mishea dan Mishella berlari menuju ruang rawat Chasen yang mereka ketahui dari bagian informasi.
Ternyata di depan ruang rawat sudah ada dua orang polisi dan dua orang laki-laki yang Mishea atau Mishella tidak kenal. Dan sepertinya keempat orang itu sedang menunggu kedatangan Mishea.
Mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka, sontak keempat orang itu menoleh ke arah Mishea dan Mishella.
"Nona Mishea?" Tanya polisi saat Mishella yang lebih dulu sampai di depan ruang rawat Chasen.
__ADS_1
"Bukan. Saya Mishella." Jawab Mishella.
"Saya Mishea." Sahut Mishea selang beberapa detik kemudian.
"Maaf sudah mengganggu waktu tidur Nona-nona sekalian. Tapi kami membutuhkan keterangan kalian."
"Apa yang terjadi?" Tanya Mishea.
"Mari kita masuk dulu, untuk memastikan kalau Anda memang mengenal dengan korban pemukulan." Balas polisi.
Mishea dan Mishella kompak menganggukkan kepala mereka.
Mereka pun masuk bersama salah satu polisi ke dalam ruang rawat Chasen.
Mata Mishea dan Mishella membulat sempurna begitu melihat kondisi Chasen.
Wajah yang penuh lebam, kepala yang di perban dan hidung yang juga di perban.
"Tuan Chasen mengalami geger otak ringan akibat pemukulan yang brutal yang di lakukan oleh seseorang yang katanya mengenal Anda." Ucap polisi.
"Siapa?"
*
*
*
Bersambung...
** Hai Kakak-kakak, Bunda-bunda. Aku mau rekomendasiin karya Kakak aku nih,
judulnya : JERAT CINTA GADIS TENGIL
karya : Na_Les ( Istri Solehot )
Yang butuh bacaan yang mengocok perut silahkan mampir di karya mentor-nya aku.
Terimakasih 🙏🙏 **
__ADS_1