Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 52


__ADS_3

Rai yang sudah tidak sabaran ingin menikmati rasa manisnya gunung susu yang masih bulat padat itu pun mendekatkan wajahnya ke salah satu gunung susu itu lalu memasukkan ke dalam mulutnya.


Merasakan gunung susunya masuk ke dalam mulut Rai, seketika sugesti yang Rai berikan padanya menguar seketika berganti dengan ingatan saat Chasen melahap gunung susu-nya dengan kasar dan rakus. Refleks Mishea membuka matanya lalu mendorong kepala Rai.


"Jangan.. jangan.. aku mohon jangan lakukan itu." Ucap Mishea ketakutan seraya menutup bagian dada-nya dengan bantal lalu perlahan mengubah posisinya menjadi duduk dan menjauhkan tubuhnya dari Rai.


"Hei.. Sayang.. ini aku, Rai. Suami-mu." Ucap Rai seraya hendak mendekati Mishea.


"Jangan mendekat, aku mohon jangan mendekat!!!"


"Oke, aku tidak akan mendekat. Tapi aku mohon tenangkan dirimu. Tarik nafas mu dalam-dalam lalu keluarkan secara perlahan." Pinta Rai.


Mishea pun mengikuti arahan Rai. Ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.


"Bagus. Lakukan itu terus sampai kamu merasa tenang." Ucap Rai.


Sembari menunggu Mishea tenang, Rai pun mengambil gelas yang berisi air minum dan bersiap memberikan pada Mishea jika Mishea sudah merasa dirinya tenang.


Tak lama kemudian, Mishea pun sudah merasa tenang.


"Apa sudah tenang sekarang?" Tanya Rai saat melihat wajah Mishea yang tak lagi tegang.


Mishea menganggukkan kepalanya.


"Ini, minumlah dulu." Rai pun mendekati Mishea lalu menyodorkan gelas itu pada Mishea.

__ADS_1


Mishea mengambil gelas itu dan menenggak air minum yang ada di dalamnya.


Setelah dirasa cukup, Mishea pun memberikannya kembali pada Rai.


"Bagaimana, sudah lebih baik sekarang?" Tanya Rai setelah meletakkan kembali gelas di nakas.


"Mmm.." jawab Mishea seraya menganggukkan kepalanya.


"Apa aku sudah boleh mendekat?" Tanya Rai.


Lagi dan lagi Mishea menganggukkan kepalanya.


Melihat Mishea mengangguk, Rai pun mendekati Mishea lalu menarik tubuh Mishea dan membawanya dalam pelukan-nya.


Tangis Mishea pun pecah seketika begitu berada dalam pelukan Rai.


"Maafkan aku Rai, ingatan itu begitu jelas di kepala ku." Ucap Mishea yang merasa bersalah.


"Tidak pa-pa Sayang. Aku tidak akan memaksa mu." Ucap Rai.


Rai pun menjauhkan tubuh Mishea.


"Kamu ganti baju dulu yah, setelah itu istirahat." Ucap Rai dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Mishea.


Rai pun beranjak dari ranjang dan berjalan menuju koper milik Mishea dan mengambil pakaian ganti untuk Mishea.

__ADS_1


Dengan sepasang pakaian ganti untuk Mishea, Rai pun kembali berjalan menghampiri Mishea.


"Mau mandi dulu atau mau langsung istirahat?" Tanya Rai.


"Mau istirahat tapi aku juga harus membersihkan make-up ku." Jawab Mishea.


"Ya sudah, ganti lah pakaian mu dulu, setelah itu bersihkan make-up dengan toner." Balas Rai seraya memberikan pakaian ganti pada Mishea.


Mishea pun mengambil pakaian itu dari tangan Rai, tapi ia tak kunjung menggantinya karena Rai masih berdiri di depannya.


"Kenapa diam? Ayo cepat ganti baju mu." Ucap Rai.


"Mmm... Bisa kamu keluar dulu, aku malu." Jawab Mishea.


Rai menghela nafasnya kasar.


"Aku ke kamar mandi dulu kalau begitu." Balas Rai. Ia juga harus menenangkan adik kecilnya yang sudah bangun.


Setelah Rai masuk ke dalam kamar mandi, barulah Mishea mengganti pakaiannya.


Sedangkan Rai, dengan berat hati ia terpaksa menenangkan adik kecilnya dengan bersama Tante Scarla.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2