Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 85


__ADS_3

"Aku mencintai mu Julya, sangat mencintai mu. Maaf aku baru mengungkapkan perasaan ku setelah kejadian ini." Jawab March.


"Benarkah? Kau tidak bohong kan? Kau mengatakan ini bukan untuk membuat hati ku senang saja?"


"Tidak sayang. Aku bersumpah kalau aku mencintai mu, bahkan aku sudah mencintai mu dari awal pertemuan kita. Saat malam panas pertama kita. Tapi bodohnya, aku baru menyadarinya akhir-akhir ini."


"March..." Lirih Julya. Air mata haru pun mengalir begitu saja di pipinya.


"Jangan menangis sayang. Nanti anak kita ikut menangis." Ucap March sambil menyeka air mata Julya.


"Kita buka lembaran baru pernikahan kita yah." Kata March lagi dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Julya.


"Tapi sayang, ngomong-ngomong apa kau melihat siapa pelaku yang menabrak mu?" Tanya March yang baru ingat kalau nyawa anak dan istrinya terancam karena di tabrak.


Julya menggelengkan kepalanya.


"Kejadiannya begitu cepat, yang aku ingat dia memakai motor bebek dan berpakaian serba hitam." Jawab Julya.


"Akan aku cari tahu siapa yang sudah melakukan tabrak lari pada mu! Akan ku pastikan orang itu mendekam lama di balik jeruji besi!" Geram March.


March pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Neon.


"Siapa yang mau kau hubungi?" Tanya Julya curiga, feelingnya mengatakan pasti March akan menghubungi Neon.


"Neon. Aku mau menyuruh dia untuk mencari tahu siapa yang sudah melakukan ini padamu." Jawab March.


"Dia kan sedang cuti March!" Cegah Julya.


"Tapi ini darurat Julya!" Balas March.

__ADS_1


"Tapi katakan pada Neon untuk tidak memberitahu Nenek. Aku tidak mau membuat Nenek khawatir." Balas Julya.


March menganggukkan kepalanya sambil mengelus rambut Julya.


Tuuut.. tuuut.. tuuut.


"Halo." Jawab Neon setelah bunyi nada sambung hampir habis.


"Dimana kau?" Tanya March tanpa basa-basi.


"Di kantor catatan sipil, sedang mendaftarkan pernikahan. Ada apa?"


"Julya kena tabrak dan sekarang kami ada di rumah sakit X."


"Apa? Kok bisa!! Lalu bagaimana keadaan Julya sekarang?" Kaget Neon.


"Apa kau bilang? Anak mu? Maksud mu Julya..." Neon menggantung kata-katanya.


"Iya, Julya sedang hamil. Tapi kandungannya tidak kenapa-kenapa." Jawab March.


"Selesaikan lah dulu urusan mu lalu datang kesini." Kata March lagi.


"Baiklah. Aku dan istri ku akan langsung kesana setelah urusan kami disini selesai." Jawab Neon.


Panggilan pun berakhir.


"Cih.. sombong sekali dia mentang-mentang sudah punya istri!!" Umpat March.


"Kenapa?" Tanya Julya.

__ADS_1


"Ah.. tidak pa-pa. Nanti mereka datang, sekarang mereka sedang mendaftarkan pernikahan mereka." Jawab March.


"Ooo.." Julya hanya membulatkan mulutnya.


"Kau istirahatlah. Aku suruh orang dulu untuk memeriksa cctv yang ada disekitaran tempat kejadian." Ucap March.


Julya menganggukkan kepalanya.


Dan March pun berjalan menjauh dari ranjang untuk menghubungi Hannoks.


*****


Di kantor catatan sipil.


"Ada apa? Kak Julya kenapa?" Tanya Novi.


"Julya ditabrak dan sekarang sedang ada dirumah sakit X." Jawab Neon.


"Apa?! Terus sekarang Kak Julya gimana?"


"Julya dan anaknya baik-baik saja."


"Anaknya? Kak Julya hamil? Kok bisa? Bukannya pernikahan kita dengan Kak Julya hanya beda satu hari?" Tanya Novi dengan polosnya.


"Novi sayang, mereka memang baru menikah. Tapi sebelum mereka menikah, mereka sudah men- DP dulu malam pertama mereka. Maklum saja mereka kan janda dan duda, jadi sudah sama-sama tidak sabaran. Kau paham kan?"


Novi menganggukkan kepalanya tanda ia paham dengan apa yang di katakan Neon.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2