Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 51


__ADS_3

Malam semakin larut. Yang awalnya hanya Nenek Julya dan Novi saja yang mengobrol lama kelamaan Neon juga ikut masuk kedalam obrolan dua wanita beda generasi itu.


Bukan hanya mengobrol, bahkan Nenek Julya mengajak Neon dan Novi untuk bermain game truth or dare dengan taruhan siapa yang memilih dare harus meminum secangkir kecil wine.


Dan akhirnya tiga orang itu pun mabuk dengan tingkat yang berbeda-beda. Nenek Julya mabuk berat, Novi mabuk sedang dan Neon mabuk ringan. Dari tingkat mabuk yang berbeda-beda. Mungkin karena Nenek Julya dan Novi tidak biasa minum-minuman beralkohol, makanya baru beberapa gelas saja mereka sudah mabuk.


Neon melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


"Ayo kita kembali ke kamar Nek!!" Ucap Neon sambil berusaha membopong tubuh Nenek Julya.


"$@#-$)_//@/$+@$#//(/@//#" racauan tidak jelas keluar dari mulut Nenek Julya.


"Iya... Iya, aku tahu." Balas Neon. Padahal Neon sendiri juga tidak tahu apa yang Nenek Julya katakan.


"Darah Nenek..!!" Ucap Novi saat Neon dan Nenek Julya sudah beranjak dari table mereka. Setelah mengatakan itu, Novi kembali meletakkan kepalanya diatas meja.


Mendengar suara Novi sontak Neon pun kembali menoleh.


"Bagaimana dengan gadis itu? Masa iya, dia disitu sendirian?" Gumam Neon yang tidak tega meninggalkan Novi.


Hanya ada satu jalan keluarnya. Yaitu membawa Novi ikut dengannya dan tidur di kamar Nenek Julya.


"Mas!!" Neon memanggil bartender.


Bartender itu pun berjalan menghampiri Neon.


"Iya Pak."

__ADS_1


"Tolong bantuin saya Mas, tolong bolong gadis itu." Ucap Neon pada bartender sambil menunjuk Novi.


"Baik Pak." Jawab bartender menyanggupi permintaan Neon. Bartender itu pun berjalan mendekati Novi lalu membopong Novi.


Dengan membopong Nenek Julya, Neon pun berjalan terlebih dahulu menuju lift lalu diikuti bartender yang membopong Novi dari belakang.


*****


Kini mereka sudah berada dalam kamar Nenek Julya.


Nenek Julya dan Novi langsung di baringkan diatas ranjang.


"Ini tips buat kamu. Terimakasih sudah membantu saya." Ucap Neon sambil memberikan dua lembar uang seratus ribu pada bartender.


Bartender itu pun menyambut uang yang disodorkan Neon.


Setelah bartender keluar, Neon kembali masuk ke ruang tidur untuk memeriksa kondisi Nenek Julya dan Novi sebelum dirinya keluar dari dalam unit kamar Nenek Julya.


Ternyata Novi terbangun.


"Dimana saya?" Tanya Novi sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Kamu ada di kamar Nenek. Tidurlah disini malam ini, tidak baik gadis seperti mu pulang dalam keadaan mabuk. Nanti kondisi mu ini dimanfaatkan oleh para penjahat di luar sana." Ucap Neon.


"Aku ingin pulang. Kalau aku tidak pulang, nanti ibu tiri ku mengamuk." Jawab Novi sambil melangkah menuju pintu.


Cepat-cepat Neon menangkap tangan Novi.

__ADS_1


"Jangan keras kepala! Tidur lah disini, kalau urusan dengan ibu tirimu, besok aku yang akan menghadap!" Ucap Neon. Dari cerita Novi yang sempat ia dengar tadi, Neon menangkap kalau Novi diperlakukan tidak baik oleh ibu tirinya.


"Tidak aku harus pulang!" Tolak Novi bersikeras sambil berusaha melepaskan tangannya dari tangan Neon.


"Jangan keras kepala! Tetap disini!" Paksa Neon sambil menarik tangan Novi yang berusaha Novi lepaskan.


Tarik menarik pun terjadi.


Kesal karena Novi yang keras kepala, Neon pun tiba-tiba melepaskan tangan Novi. Dan itu membuat Novi terjungkal kebelakang.


"Aaakkkh.." teriak Novi.


Melihat Novi yang hampir jatuh ke lantai cepat-cepat Neon menangkap pinggang Novi.


HAP. Neon berhasil menangkap Novi sebelum Novi jatuh kelantai. Dan itu membuat jarak mereka sangat dekat.


Netra Neon dan Novi saling beradu. Jantung mereka pun berdetak tiga kali lipat lebih kencang dari biasanya. Dengan tubuh mereka yang tak berjarak membuat mereka saling merasakan detakan jantung.


"Terimakasih." Ucap Novi tiba-tiba sambil melepaskan tangan Neon dari pinggangnya.


"Saya pulang dulu." Pamit Novi. Novi pun memutar tubuhnya lalu berjalan menuju pintu.


Neon yang masih kaget dengan detak jantungnya yang tak biasa itu hanya ternganga melihat kepergian Novi.


Namun saat mendengar bunyi pintu tertutup, Neon pun sadar.


"Aku harus mengejarnya!! Dia wanita pertama yang membuat jantung ku tidak karuan seperti ini!!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2