
Tiga hari sudah Julya di rawat di rumah sakit. Setelah merasa kondisi Julya dan kandungannya sudah baik-baik saja, dokter pun memperbolehkan Julya pulang.
"Ingat yah Pak, dedeknya jangan di jenguk dulu. Puasa dulu minimal dua minggu lah." Kata dokter memberi peringatan pada March sebelum dokter keluar dari kamar rawat Julya.
Neon yang ada di kamar rawat Julya menggelembungkan pipinya menahan tawa saat mendengar peringatan dokter untuk March.
"Jangankan puasa dua minggu, aku yakin pulang dari sini saja pasti March akan merengek minta di puaskan!" Ejek Neon dalam hati.
"Tertawalah kau sepuasnya!" Kata March setelah dokter itu keluar dari kamar rawat Julya. Meski Neon mencoba menahan tawa-nya tapi March sangat tahu isi kepala asistennya saat ini.
"Mana mungkin aku tertawa saat sahabatku menderita." Balas Neon sok ikut prihatin, tapi ujung-ujungnya Neon malah tertawa lepas mengejek March.
"Haish!!!" Geram March sambil meninju udara.
"Sudah ayo angkat barang-barangnya!" Perintah March pada Neon lalu berjalan mendekati Julya yang masih duduk diranjang.
"Kau sudah siap pulang Baby?" Tanya March.
"Sangat siap March, aku sudah sangat bosan disini." Jawab Julya.
March pun menarik kursi roda yang berada tak jauh dari ranjang Julya lalu mengangkat Julya kemudian mendudukkan Julya diatas kursi roda.
March pun mendorong kursi roda itu keluar dari dalam kamar rawat. Setelah March dan Julya keluar dari dalam kamar rawat, barulah Neon dan Novi mengekor di belakang.
*****
Kini March dan Julya sudah berada di unit apartemen mereka. Setelah mengantarkan March dan Julya, Neon dan Novi pun pamit pulang untuk meneruskan bulan madu mereka di dalam kamar.
Seperti yang sudah March katakan pada Neon sebelumnya, March tidak akan ke kantor selama sebulan hanya untuk menjaga Julya, untuk urusan meeting dengan klien March mempercayakannya pada Neon, sedangkan untuk penandatanganan berkas, Neon akan mengantar berkas-berkas yang harus March tanda tangani ke apartemen March. Dan demi bisa terus berada di sisi Julya dua puluh empat jam, March pun memindahkan meja kerja dan laptopnya ke dalam kamar.
"March.." panggil Julya.
__ADS_1
March yang sedang memeriksa email masuk di laptopnya yang sudah dua hari tidak ia buka itu pun menoleh kearah Julya.
"Iya Baby, kenapa?"
"Mau makan mie instan." Rengek Julya manja.
"Ya udah aku bikinin dulu." Jawab March tak tega melihat ekspresi wajah Julya.
Sebenarnya March tidak ingin memperbolehkan Julya memakan mie instan, tapi karena Julya merengek, March pun luluh seketika.
"Tapi mau pake bakso, telur mata sapi, udang, sama sayur sawi." Kata Julya lagi saat March hendak beranjak dari tempat duduknya.
"Telur oke lah ada. Kalau bakso, udang dan sawi kayaknya gak ada deh. Pake telur aja yah." Balas March.
"Tapi aku mau pake itu semua March." Rengek Julya.
"Ya harus di beli dulu Baby."
"Ya beli lah." Paksa Julya.
"Aku ikut."
"Ini udah malam, kamu gak inget kata dokter kamu harus bed rest!"
Julya tak menjawab, ia memajukan bibirnya dan airmatanya juga sudah menggenang di pelupuk matanya dan bersiap-siap tumpah.
Melihat itu March benar-benar tidak tega. Ia menghela nafasnya kasar lalu berjalan mendekati Julya yang ada di ranjang.
"Ya udah.. kita pergi sama-sama kalau gitu." Kata March mengalah.
"Beneran?"
__ADS_1
March menganggukkan kepalanya.
"Tapi jangan ngambek lagi, jangan manyun-manyun lagi." Kata March.
Julya menganggukkan kepalanya lalu mengembangkan senyum sumringah-nya.
"Tunggu disini, biar aku ambil pakaian ganti untuk mu." Kata March lagi lalu beranjak dari ranjang dan berjalan menuju ruang ganti.
March mengambilkan celana joger panjang serta hoodie miliknya untuk Julya pakai. Setelah itu March pun kembali ke ruang tidur.
"Pake ini dulu." Kata March. March pun membantu memakaikan celana joger da hoodie ke tubuh Julya tanpa melepas pakaian tidur dari tubuh Julya.
"Jangan bergerak, tunggu disini." Ucap March karena ia ingin mengambil kunci mobil, dompet dan ponselnya terlebih dahulu.
Setelah tiga barang penting itu sudah masuk ke dalam saku celananya, March pun kembali menghampiri Julya lalu menggendong Julya ala bridal style keluar dari dalam kamar.
"Turunkan aku March, aku bisa jalan sendiri." Protes Julya.
"No! Aku gak mau kamu capek!"
"Tapi aku berat!"
"Tidak ada kata berat untuk menjaga orang yang aku cintai." Balas March.
Blush. Wajah Julya memerah mendengar kata-kata manis March.
Julya tak lagi mengeluarkan kata-kata protesnya dan membiarkan March menggendongnya sampai ke mobil.
Bersambung...
*** PROMOSI NOVEL BARU ***
__ADS_1
Kakak-kakak... singgah juga yah ke novel kedua aku. Judulnya Bukan Sekedar Obsesi. Terimakasih 🙏🙏🙏