
"Kau suka March?" Tanya Julya sambil dirinya memompa March dari atas.
"Jangan kau tanya Julya. Aku sangat menyukainya." Balas March sambil tangannya memainkan dua gundukan daging milik Julya.
"Lebih hot mana, goyangan ku atau mantan istri mu?"
"Jelas kau baby!! Dia itu sangat kaku! Jangankan memimpin permainan seperti ini, memberi servis dengan mulutnya saja, ia tidak pernah!" Balas March.
Julya tersenyum puas mendengar jawaban March. Sedangkan Mey, ia mengepalkan tangannya dan menggertakan giginya mendengar March membandingkan dirinya dengan Julya.
"Mungkin karena itu juga, 'adik kecil' ku mati suri setelah kecelakaan. Padahal aku sudah mengupayakan berobat kemana-mana, obat perangsang dengan dosis tinggi pun sudah ku coba. Tapi hasilnya nihil." Lanjut March disela-sela aktifitas panas dan bergairah mereka.
Makin panas saja hati Mey.
Julya pun melirik sekilas kearah pintu. Ia tahu saat ini pasti emosi Mey sedang menggebu-gebu.
Dan itu membuat Julya semakin menjadi-jadi memanas-manasi Mey. Julya menarik tengkuk March dan mengarahkan mulut March untuk melahap salah satu gundukan dagingnya.
Suara desauan dan racauan semakin menjadi-jadi Julya keluarkan.
Tak tahan dengan adegan ranjang yang ia tonton secara langsung, Mey pun beranjak meninggalkan depan pintu kamar March.
Sesampainya di lantai bawah, Mey langsung menuju kamarnya lalu membuka pintu kamar itu dengan kasar dan menutup kembali dengan kasar juga.
Mendengar suara yang lumayan keras dari lantai bawah, March yang sedang melahap daging segar itu pun sontak melepaskan gundukan daging itu dari mulutnya.
"Suara apa itu?" Tanya March.
"Bukan suara apa-apa March!! Ayo lanjutkan!" Jawab Julya. Hasratnya yang menggila membuat ia tidak ingin March berhenti melahap gundukan dagingnya.
__ADS_1
*****
Meninggalkan March dan Julya yang sedang melakukan olahraga di pagi hari.
Di hotel ada Neon dan Novi yang sedang kena sidang oleh Nenek Julya.
Bagaimana tidak kena sidang, kalau saat Nenek Julya mengetuk pintu kamar Neon, Neon sudah bertelanjang dada dan hanya memakai boxer dan dari arah belakang muncullah Novi yang hanya memakai bathrobe dan rambut yang sudah basah. Jelas saja pikiran Nenek Julya berpikir yang tidak-tidak tentang Neon dan Novi.
Padahal yang sebenarnya terjadi, Novi hanya baru selesai mandi dan saat Novi mandi, Neon masih tertidur dan itupun Neon tidur di sofa. Tidak ada ritual ranjang bergoyang seperti yang ada di pikiran Nenek Julya.
"Apa kalian sudah melakukannya?" Tanya Nenek Julya mengintimidasi.
Novi menggelengkan kepalanya.
"Tidak Nek. Kami tidak melakukan apa-apa tadi malam. Tuan Neon tidur disofa dan saya tidur diranjang." Jawab Novi.
Melihat dari raut wajah Novi, Nenek Julya percaya dengan jawaban Novi.
"Lalu kenapa kalian bisa sekamar?"
"Tadi malam Tuan Neon melarang saya untuk pulang, tapi saya bersikeras ingin pulang. Tuan Neon kesal dan beliau menarik saya ke kamarnya ini. Tapi sumpah Nek, kami tidak melakukan apa-apa."
"Karena kamu yang menjawab, baiklah Nenek pun percaya." Ucap Nenek Julya.
"Neon, sekarang tugas mu mengantar Novi pulang." Perintah Nenek Julya pada Neon.
"Tanpa Nenek suruh, saya juga akan mengantarnya." Balas Neon.
"Dan sekalian hubungi March, katakan padanya untuk segera datang kesini karena Nenek ingin pulang siang ini juga." Pinta Nenek Julya.
__ADS_1
"Nenek sudah menghubungi Julya tapi ponselnya tidak aktif." Ucap Nenek Julya.
"Nenek jangan pulang dulu." Larang Neon.
"Kenapa?"
"Jadi lah wali untuk Novi."
"Wali untuk Novi? Memangnya Novi kenapa?"
"Aku ingin menikahi Novi hari ini juga Nek. Aku ingin membawa Novi keluar dari rumah yang seperti neraka itu. Kalau aku sudah sah menjadi suami Novi, secara hukum aku berhak membawa Novi keluar dari rumah itu."
"Apa kau yakin?" Tanya Nenek Julya kaget.
Neon menganggukkan kepalanya. Lalu menatap wajah Novi dan mengambil tangan wanitanya itu lalu menggenggamnya.
"Kami sudah membicarakan hal ini semalam. Dan Novi setuju." Kata Neon lagi.
Nenek Julya pun menatap Novi.
"Benar itu Novi?" Tanya Nenek Julya.
Novi pun menganggukkan kepalanya.
"Apa kau yakin ingin menikah di usia mu yang masih sangat muda? Apalagi yang kau nikahi pantasnya menjadi Om mu." Tanya Nenek Julya.
"Aku yakin Nenek. Apalagi kalau model Om-Om nya seperti Tuan Neon. Mirip-mirip aktor Korea Kim Min-Kyu." Balas Novi sambil menunduk malu-malu.
Bersambung...
__ADS_1