
"Aaargh...." Jerit Mishella. Sangking tangguhnya si Abang Tangguh, hanya dengan sekali dorongan dan dengan tenaga penuh, akhirnya kepala si Abang Tangguh berhasil membuka pintu lubang kenikmatan. Sekarang tinggal memasukkan seluruh tubuh si Abang Tangguh ke dalam lubang kenikmatan.
"Oh.. damn!! Ini rasanya sangat nikmat!! Padahal baru kepala-nya yang masuk." Gumam Satria dalam hati.
"Are you oke, Shell?" Tanya Satria saat melihat wajah Mishella yang sangat merah.
"Ummm." Jawab Mishella sembari menganggukkan kepalanya.
"Masih mau di lanjut?" Tanya Satria.
Sekali lagi Mishella hanya menjawab dengan anggukkan kepala.
"Tahan yah. Mungkin dorongan kali ini akan lebih sakit." Ucap Satria. Tapi dalam hatinya ia bergumam, "mungkin." Karena baru kali ini ia membobol keperawanan seorang gadis.
Mishella pun kembali mengangguk.
Satria pun menarik nafasnya dalam-dalam dan mengambil ancang-ancang, dan dengan segenap kekuatan Satria pun mendorong Abang Tangguhnya untuk membenamkan tubuh si Abang tangguh dengan sempurna.
"Aaargh..." Sekali lagi jeritan keluar dari mulut Mishella. Jeritan yang lebih keras dari jeritan yang pertama.
"Ough...." Sementara Mishella menjerit, Satria malah mengerang keenakan. Dinding-dinding lubang kenikmatan yang masih sangat sempit membuat Abang tangguh sangat terjepit dan itu memberi kenikmatan yang luar biasa untuk Satria. Apalagi Abang tangguh tidak memakai pengaman, jadi rasanya sangat berbeda dari biasanya.
"Damn..!! Ini benar-benar nikmat!!" Gumam Satria dalam hati.
Setelah beberapa detik hanya berdiam diri karena shock dengan rasa nikmat yang luar biasa yang tidak pernah Satria rasakan sebelumnya, Satria pun kembali mencium bibir Mishella dengan sangat lembut untuk beberapa menit sekedar mengalihkan rasa sakit yang Mishella rasakan.
__ADS_1
"Aku mulai yah." Ucap Satria dan di balas dengan anggukkan kepala Mishella.
Satria pun mulai menegakkan punggungnya dan dengan bertumpu pada kedua lututnya, Satria mulai menggerakkan pinggulnya dengan gerakan lambat.
Sepuluh menit kemudian.
"Ah.. Sat.. a-ku ma-u pi-pis.." racau Mishella saat merasakan ada sesuatu yang hendak keluar dari dalam lubang kenikmatannya.
"Itu bukan pipis Shella, tapi kamu sudah hampir sampai di puncak kenikmatan." Balas Satria.
"Ayo kita sama-sama keluarkan." Ucap Satria lagi.
Satria pun mulai menggerakkan pinggulnya dengan gerakan cepat dan kasar hingga bunyi tepukan daging begitu keras memenuhi ruang tidur itu.
"Ahh.. ahh.. ah.." des*ah Mishella.
"Ah.. Satria.. ah.. Satria..." Sesuai permintaan Mishella langsung menyebutkan nama Satria.
Dan...
"Aaargh...Satria.." erangan panjang keluar dari mulut Mishella. Mishella lebih dulu sampai di puncak kenikmatan.
Merasakan sesuatu yang hangat membasahi Abang tangguhnya di dalam lubang kenikmatan, Satria tersenyum puas. Apalagi wajah Mishella yang sangat bergairah saat sampai dipuncak kenikmatan, membuat Satria bangga menjadi laki-laki karena berhasil membuat wanita polos seperti Mishella sampai di puncak kenikmatan.
Selang beberapa detik setelah Mishella sampai di puncak kenikmatan, barulah Satria merasakan kalau dirinya sudah hampir sampai di puncak kenikmatan. Satria pun menambah kecepatan gerakan pinggulnya. Dan disaat Abang tangguhnya ingin gumoh, cepat-cepat Satria mengeluarkan Abang tangguhnya dari dalam lubang kenikmatan dan turun dari ranjang lalu menyemburkan gumohan Abang tangguh ke lantai.
__ADS_1
"Aaargh..." erangan panjang keluar dari mulut Satria sambil tangannya memijat si Abang tangguh yang sedang mabuk lubang kenikmatan yang sempit.
Sedangkan Mishella, cepat-cepat ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.
Setelah Abang tangguh selesai mengeluarkan semua gumoh-nya, Satria pun langsung membaringkan tubuhnya dengan kasar diranjang.
"Shiiit!! Ini rekor tercepat sepanjang aku bercinta!!" Umpat Satria dalam hatinya.
Jujur, ia masih ingin merasakan kenikmatan himpitan yang luar biasa di dalam lubang kenikmatan Mishella tapi kenapa hanya dalam waktu sepuluh menit Abang tangguhnya sudah gumoh? Mungkin karena ini pertama kalinya Abang tangguh merasakan lubang sempit, jadi membuat Abang tangguhnya jadi cepat gumoh.
"Apa kamu sudah baik-baik saja sekarang Sat?" Tanya Mishella setelah Satria membaringkan tubuhnya di ranjang.
Satria hanya membalas dengan anggukkan kepala. Ia masih sibuk mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
Setelah nafasnya sudah normal, Satria pun menaikkan tubuhnya untuk mensejajarkan dengan tubuh Mishella lalu masuk ke dalam selimut yang Mishella pakai.
"Makasih yah Shell." Ucap Satria lalu mengecup kening Mishella kemudian menarik tubuh Mishella ke dalam pelukannya.
Untuk beberapa saat mereka pun beristirahat untuk sekedar mengumpulkan tenaga.
Karena setengah jam dari itu, efek obat perangsang kembali Satria rasakan. Dan mereka pun mengulang kembali. Bukan hanya sekali mereka mengulang percintaan panas itu, melainkan dua kali. Jadi malam itu tiga kali Mishella membantu Satria untuk melampiaskan hasratnya.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...