Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 45


__ADS_3

Setelah Mishea selesai bersiap, Rai dan Mishea pun turun ke lantai bawah.


"Mommy dan Daddy mana?" Tanya Mishea pada Mishella yang sudah berada di ruang tengah.


"Tidak tahu. Mereka belum keluar dari kamar sejak tadi." Jawab Mishella.


"Cih.. dasar!! Sudah tua bukannya ingat umur!! Nanti rematik baru tahu rasa!!" Celetuk Rai pelan namun masih bisa di dengar Mishea yang berdiri disampingnya.


"Apa maksud mu?" Tanya Mishea yang tidak mengerti maksud celetukan Rai.


"Bukan apa-apa." Jawab Rai.


"Ayo kita pergi saja kalau begitu." Ajak Rai yang sudah tidak sabaran.


"Tidak bisa begitu Rai, kita harus minta izin orang tua ku dulu." Tolak Mishea.


"Percayalah, orangtua mu akan baru keluar satu atau dua jam lagi. Sedangkan di mansion, Mommy dan Daddy ku sudah menunggu kedatangan kita. Apa kamu tega membiarkan calon mertua mu menunggu selama itu?" Tanya Rai dan di balas dengan gelengan kepala Mishea.


"Uweeeek.." Satria yang mendengar kata-kata Rai kembali muntah dalam hati.


"Ya sudah, kita berangkat sekarang kalau begitu. Urusan orangtua mu, kan ada Mishella yang akan memberitahu orangtua mu kalau kamu pergi dengan ku." Kata Rai lagi dan kembali di balas dengan anggukan kepala Mishea.


"Shell, tolong beritahu calon mertua-ku kalau aku membawa Mishea ke rumah orangtua ku. Kalau kira-kira Daddy mu tidak senang aku membawa Mishea, silahkan susul kami ke rumah orangtua ku. Pasti dengan senang hati kedua orangtua ku menyambut kedatangan calon besan mereka." Ucap Rai dengan gaya tengilnya.


"Dasar orang gila!!" Lirih Satria mengumpat.


Dan umpatan Satria membuat Rai menoleh ke arah Satria.


"Hey, jomblo karatan!! Kau tidak mau ikut pulang?" Tanya Rai.


"Hey Tuan Muda tutubil! Aku ini hanya jomblo tapi tidak karatan!! Tiap hari kena asah!" Balas Satria tidak senang seraya berdiri dari duduknya.


"Shell, aku pulang dulu." Lalu berpamitan pada Mishella.


"Mmm.. hati-hati." Balas Mishella.


Satria pun berjalan menghampiri Rai dan Mishea yang masih belum beranjak dari tempat mereka berdiri.


Sesampainya di samping Rai, Satria langsung menarik kepala Rai untuk berbisik.


"Jangan senang dulu kau dengan status baru mu sekarang!! Ingat, kartu AS mu ada pada ku!!" Bisik Satria mengancam.


"Berani kau mengeluarkan kartu AS mu, ku pecat kau jadi asisten ku dan sahabat ku!!" Balas Rai mengancam.


"Cih!! Kau pikir aku peduli!! Masih banyak perusahaan yang mau menerima ku jadi office boy mereka!!" Balas Satria lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Rai dan Mishea.


"Dasar jomblo karatan!! Menyebalkan!!" Geram Rai.


"Ayo She, kita pergi sekarang." Rai pun menarik tangan Mishea.

__ADS_1


"Shell, aku pergi. Jangan lupa beritahu Mom dan Dad yah." Pamit Mishea.


"Sekalian alamat rumah orangtua ku jangan lupa kau beritahu, nanti aku sharelock." Timpal Rai seraya meninggalkan ruang tengah.


*


*


*


Mansion Alfian.


Kini mobil yang Rai kendarai sudah sampai di mansion orangtuanya.


Setelah mobil terparkir mulus, cepat-cepat Rai turun dari mobil dan berjalan cepat memutari mobil menuju pintu mobil dimana Mishea duduk.


"Silahkan keluar calon Nyonya Muda Alfian." Ucap Rai seraya membungkukkan badannya setengah.


Blush. Wajah Mishea merah merona mendengar panggilan Rai untuknya.


Mishea pun keluar dari dalam mobil.


Setelah Mishea keluar dari mobil, Rai pun menggandeng tangan Mishea dan mereka pun berjalan memasuki rumah.


Tanpa mereka sadari kalau dari dalam rumah tepatnya di balkon lantai atas ada dua pasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka.


"Apa itu wanita yang ingin Rai kenalkan pada kita? Aaaakh.. aku sudah tidak sabar ingin berkenalan dengan calon menantu ku." Ucap Mommy Julya kesenangan seraya memutar tubuhnya, ia ingin segera turun ke lantai bawah.


Tapi baru saja Mommy Julya hendak berlari, Daddy March langsung menarik tangan Mommy Julya.


"Apalagi March?" Tanya Mommy Julya kesal karena Daddy March menahan tangannya.


"Tunggu sampai ada yang memberitahu kita tentang kedatangan mereka!!" Jawab Daddy March.


"Hish, kau ini!!" Kesal Mommy Julya.


Dan tak lama pelayan pun datang memberitahu pada Daddy March dan Mommy Julya kalau Rai dan Mishea sudah datang.


Sudah di beritahu pun, Daddy March masih belum mengizinkan Mommy Julya untuk turun menemui calon menantunya dan malah fokus ke layar ipad-nya. Daddy March sedang mengamati gerak-gerik Rai dan Mishea dari rekaman cctv yang tersambung ke ipad-nya l.


"Ayo March!!" Kesal Mommy Julya.


"Sabar, biarkan dulu mereka menunggu beberapa menit. Aku ingin melihat gerak-gerik mereka berdua dulu!! Jangan sampai mereka hanya berpura-pura menjadi pasangan kekasih!!" Balas Rai.


Mau tak mau Mommy Julya pun menuruti kata-kata suaminya dan ikut mengamati gerak-gerik Rai dan Mishea dari layar ipad.


Setelah kurang lebih lima belas menit mengamati, mereka tidak menemukan adanya kejanggalan gerak-gerik Rai dan Mishea, di mata Mommy Julya kemesraan yang saat ini Rai dan Mishea yang sedang mereka tonton terlihat sangat lah natural.


"Ayo lah March kita turun, kasihan calon kasihan calon menantu kita!! Aku rasa mereka sedang tidak bersandiwara. Mereka terlihat sangat natural." Ucap Mommy Julya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar lagi! Aku yakin Rai pasti menyadari kalau kita sedang mengamati mereka dari cctv makanya mereka pura-pura terlihat natural."


"Natural yah natural, pura-pura yah pura-pura!! Kalau sedang pura-pura, tidak akan bisa terlihat natural!! Lagi pula aku yakin seribu persen kalau saat ini Rai dan gadis itu sedang tidak pura-pura!! Apa kau tidak melihat tatapan Rai menatap gadis itu, begitu tulus dan penuh cinta yang mendalam."


"Sok tahu kamu!"


"Ya tahu lah, Rai kan anak kita! Mata Rai juga sangat mirip dengan matamu dan tatapan mata Rai sekarang mirip dengan tatapan matamu setiap melihat ku, tulus dan penuh cinta." Ucap Mommy Julya menggombal.


Mendengar gombalan Mommy Julya, wajah Daddy March merona.


"Kau bisa saja." Ucap Daddy March salah tingkah.


"Ya sudah, ayo kita temui mereka!" Daddy March pun langsung berdiri dari tempat duduknya sambil menarik tangan Mommy Julya. Dan mereka pun turun ke lantai bawah menemui Rai dan Mishea yang sudah berada di ruang keluarga.


*


*


*


Ruang Keluarga.


"Ekhem.." sesampainya di ruang keluarga, Daddy March langsung berdehem karena Rai dan Mishea yang tidak menyadari kedatangan Daddy March dan Mommy Julya karena mereka sedang asyik bercanda-bercanda mesra.


Mendengar suara deheman Daddy March sontak Mishea dan Rai menoleh ke arah sumber suara.


Melihat kedua orangtua Rai, spontan Mishea pun berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menghampiri kedua orangtua Rai.


"Hai Paman, Bibi, kenalkan saya Mishea." Ucap Mishea sambil mengulurkan tangannya kepada Mishea terlebih dulu.


"Hai Mishea, senang berkenalan dengan mu." Balas Mommy Julya seraya membalas uluran tangan Mishea.


Setelah bersalaman dengan Mommy Julya, Mishea pun mengulurkan tangannya pada Daddy March.


"Hai Paman." Ucap Mishea dengan senyum yang tak henti-hentinya merekah di pipi-nya.


Daddy March pun menyambut uluran tangan Mishea dan mereka bersalaman untuk beberapa detik.


"Mari kita duduk." Ajak Mommy Julya sambil menggandeng tangan Mishea menuju sofa setelah Mishea dan Daddy March selesai bersalaman.


"Sepertinya mereka memang tidak sedang bersandiwara." Gumam Daddy March dalam hati karena melihat senyum Mishea yang sangat natural.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2