Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 89


__ADS_3

Setelah kurang lebih satu setengah jam perjalanan, karena memang jaraknya sangat jauh, akhirnya mobil yang di kendarai Neon pun tiba di gudang kosong milik perusahaan March.


"Ayo turun!!" March menarik paksa Agus untuk turun.


"Untuk apa kau membawa ku kesini!! Apa kau ingin menyiksa ku juga hah!! Apa kau belum puas mengambil rumah ku!!" Teriak Agus.


"Cih.. rumah mu!!! Itu rumah istri ku!! Kau yang mencuri-nya dari istri ku dan sebagai suami yang baik, sudah tugas ku untuk membantu istri ku mengambil kembali hak-nya!" Balas March.


"Sudah jangan banyak bicara!! Ayo masuk!!" March menarik paksa Agus untuk masuk ke dalam gedung.


Setelah mereka masuk, cepat-cepat Neon menutup pintu gudang.


March mendorong Agus sampai jatuh ke lantai


"Apa yang mau kalian lakukan sebenarnya, hah!" Teriak Agus.


"Apalagi kalau bukan untuk mematahkan tangan dan kaki mu!!" Jawab March.


"Memangnya apa salah ku!!"


"Apa kau bilang?! Kau bertanya apa salah mu!!"


BUGH.. March yang geram langsung meninju wajah Agus hingga Agus kembali jatuh tersungkur.


"Itu untuk nyawa istri ku yang hampir terancam karena ulah mu!" Ucap March.

__ADS_1


BUGH.. Belum juga Agus berdiri, March sudah menendang perut Agus.


"Aakh.." jerit kesakitan Agus.


"Sakit yah?! Itu untuk anak ku yang ada dalam kandungan Julya yang nyawa-nya hampir terancam karena ulah mu!!" Kata March lagi.


"Memangnya aku buat apa pada Julya? Aku tidak berbuat apa-apa pada Julya!" Pekik Agus sambil memegang perutnya yang kesakitan.


"Breng*sek!! Masih tidak mau mengaku, hah!!" Teriak March geram.


BUGH.. BUGH.. BUGH.


March yang sudah sangat emosi langsung menghajar Agus secara brutal.


"Kau yang tadi menabrak Julya kan!! Apa masih kurang menghabiskan harta Julya dan sekarang kau mau melenyapkan nyawanya!!" Teriak March sambil terus memukuli Agus.


"Sudah March... sudah!! Ingat, kita hanya sekedar membuat tulang-tulangnya patah, bukan menghilangkan nyawa-nya!" Ucap Neon sambil menarik March.


March pun menjauhkan dirinya dari Agus dan mengatur emosinya.


Setelah March berhenti memukuli-nya, bukannya takut atau minta maaf, Agus malah mengejek March dan makin menyulut api emosi March.


Dengan susah payah Agus berdiri dari lantai.


"Memangnya kenapa kalau aku melakukan itu? Julya memang pantas mendapatkan itu! Kalau aku tahu Julya hamil, harusnya aku juga menu*suk perutnya tadi!" Ucap Agus.

__ADS_1


"Breng*sek!!" Mendengar kata-kata Agus, api emosi March yang belum padam kembali tersulut.


BUGH. Dengan sekali tendangan maut, March menendang rahang Agus. Tendangan March sangat keras, sudah di pastikan rahang Agus pasti patah karena tendangan maut March.


Agus pun kembali jatuh tersungkur kelantai.


March yang belum puas mendekati Agus dan kembali menendang wajah, perut bahkan alat vi*tal Agus.


"March, hentikan March!! Dia bisa mati!!" Neon dan Hannoks berusaha menarik March yang sudah kesetanan.


"Minggir!! Aku belum puas melampiaskan emosi ku!" Teriak March sambil mendorong Hannoks dan Neon.


BAGH.. BUGH.. BAGH.. BUGH..


March kembali meninju Agus yang sudah tidak berdaya.


Setelah puas menjadikan Agus samsak tinju-nya, baru lah March menghentikan aksinya.


"Bawa dia!!" Ucap March sambil berjalan menuju pintu lalu keluar dari dalam gudang.


Neon dan Hannoks pun menyeret Agus yang sudah tak berdaya dan berlumuran darah keluar dari dalam gudang.


Lalu memasukkan Agus kedalam mobil.


Setelah mereka semua masuk, March yang mengambil alih kemudi langsung menjalankan mobilnya dan tujuannya kali ini adalah kantor polisi untuk menyerahkan Agus yang sudah babak belur.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2