Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 39


__ADS_3

Saat Mommy Alea dan Mishea masih ada di lantai atas, di lantai bawah ada yang sedang kebakaran jenggot.


Siapa lagi yang sedang kebakaran jenggot kalau bukan Daddy Bratt.


Mobil yang di naiki Daddy Bratt dan Mishella pun memasuki halaman Mansion Wilson.


Begitu mobil terparkir dengan mulus, Daddy Bratt dan Mishella pun turun dari dalam mobil.


"Siapa tamu yang datang? Kenapa banyak sekali mobil yang terparkir disini." Gumam Daddy Bratt dalam hati saat melihat dua mobil yang terparkir di halaman mansion-nya, mobil siapa lagi kalau bukan mobil Rai dan Satria.


Beda hal-nya dengan Daddy Bratt yang sedang menerka-nerka siapa pemilik mobil, Mishella malah senyum-senyum sendiri karena tahu siapa pemilik salah satu mobil itu karena di plat-nya ada nama Satria disana.


Daddy Bratt dan Mishella pun masuk kedalam rumah.


Sesampainya di dalam rumah, tak ada tamu diruang tamu.


"Kenapa tidak ada orang disini?" Gumam Daddy Bratt. Karena pikirnya kalau memanglah orang jauh yang datang, harusnya berada di ruang tamu.


"Selamat sore, Tuan, Nona." Sapa pelayan.


"Selamat sore Mbak." Balas Daddy Bratt dan Mishella bersamaan.


"Siapa yang datang Mbak?" Tanya Daddy Bratt.


"Temannya Nona Mishea, Tuan." Jawab pelayan.


"Temannya? Laki-laki?" Tanya Daddy Bratt mencurigai seseorang.


"Iya Tuan." Jawab pelayan.


"Haish!! Bocah tengik itu pasti yang datang!!!" Geram Daddy Bratt.

__ADS_1


"Dimana dia sekarang?"


"Ada di ruang keluarga, Tuan."


"Kenapa di suruh duduk di ruang keluarga?! Dia itu bukan keluarga, harusnya di suruh duduk di ruang tamu!!"


"Maaf Tuan, Nyonya Besar tadi yang mengantar teman Nona Mishea ke ruang keluarga."


"Haish!!" Geram Daddy Bratt.


Daddy Bratt pun berjalan dengan langkah panjang menuju ruang keluarga dengan nafas yang memburu dan tangan yang mengepal.


Tahu Daddy-nya sedang emosi, Mishella pun cepat-cepat mengikuti Daddy-nya.


*


*


*


"Sedang apa kau disini, hah?!" Bentak Daddy Bratt setibanya di ruang keluarga.


Mendengar suara bariton Daddy Bratt, Rai dan Satria yang sedang mengobrol langsung menoleh ke arah Daddy Bratt.


Rai dan Satria pun mengangkat bokong mereka dari sofa.


"Selamat sore Dad." Sapa Rai sok akrab sambil melambaikan tangannya.


"Dad, Ded, Dad, Ded!! Sejak kapan aku menjadi Daddy mu!!!" Bentak Daddy Bratt.


"Mungkin sekarang belum Dad, tapi nanti kalau saya dan Mishea sudah menikah, Daddy Bratt akan menjadi Daddy ku juga kan?!" Balas Rai.

__ADS_1


Satria memutar bola matanya malas mendengar kata-kata Rai yang terkesan sangat memaksa.


"Jadi mulai sekarang aku akan latihan memanggil Paman dengan panggilan Daddy." Lanjut Rai.


"Kau!!" Geram Daddy Bratt seraya hendak menghampiri Rai, ingin sekali Daddy Bratt menggetok kepala Rai.


"Eekh.. Dad, tahan!!" Mishella yang berdiri disamping Daddy Bratt langsung menahan tangan Daddy-nya.


"Lepaskan Daddy Shella, biar Daddy getok kepala bocah itu biar aliran darah ke otaknya lancar, agar tidak berbicara ngawur lagi!"


"Sabar Dad, kalau Mommy tahu Daddy memukul Rai, pasti Daddy kena omel sama Mommy."


"Daddy tidak peduli, minggir!!" Daddy Bratt menyentak tangan Mishella yang sedang menahan tangannya.


Tangan Mishella pun berhasil terlepas, Daddy Bratt pun berjalan menghampiri Rai.


Melihat Daddy Bratt hendak menghampirinya, Rai pun cepat-cepat kabur.


"Sini kau bocah ingusan!!" Teriak Daddy Bratt sambil mengejar Rai.


"Daddy!!!" Teriak Mishea yang melihat Rai yang sedang di kejar Daddy-nya.


Mendengar suara Mishea, sontak Daddy Bratt dan Rai berhenti kejar-kejaran dan menoleh kearah Mishea. Begitu pun dengan Mishella dan Satria, mendengar suara Mishea mereka pun menoleh ke arah Mishea.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2