Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 21


__ADS_3

"Tenanglah, semua baik-baik saja! Aku ada disamping mu." Balas Mishella sambil memeluk dan mengelus punggung kembarannya itu.


Tak lama polisi pun datang, seiring dengan datang nya polisi, dua petugas keamanan itu pun berhasil menangkap Chasen.


Mereka pun di bawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.


Karena Mishella sudah tahu cerita tentang Ayah Chasen yang selalu menutupi kesalahan anaknya, maka dari itu Mishella juga meminta pertolongan Tuan Jordhie untuk membantunya menjebloskan Chasen ke dalam penjara.


Selain menghubungi Tuan Jordhie, Mishella juga menghubungi orangtuanya.


Singkat cerita, setelah hampir satu bulan, akhirnya Chasen pun dinyatakan bersalah dan di hukuman selama 20 tahun penjara dan denda satu juta dollar.


Meski Chasen sudah dipenjara, tapi kejadian yang menimpa Mishea meninggalkan trauma yang begitu mendalam dalam diri Mishea.


Mengingat pengakuan Chasen yang pernah meletakkan kamera tersembunyi di kamar mandi dan kamarnya, membuat Mishea jadi takut tidur di kamar dan masuk ke kamar mandi.


Prihatin dengan keadaan Mishea, Daddy Bratt dan Mommy Alea pun membawa Mishea kembali ke Indonesia. Bukan hanya Mishea yang di bawa, tapi mereka juga memaksa Mishella untuk ikut pulang bersama mereka karena tidak ingin hal yang sama menimpa Mishella.


FLASHBACK OFF.


*


*


*


"Ini semua salah ku, harusnya aku menemani Mishea waktu itu bukan malah memilih pergi bersama teman-teman ku." Tangis Mishella pecah seketika setelah bercerita pada Satria.


Satria yang tidak tega mendengar tangis Mishella pun menarik Mishella kedalam pelukannya.


"Itu bukan salah mu, semua sudah jalannya seperti itu." Ucap Satria menenangkan Mishella.

__ADS_1


"Mishea!!!" Lirih Rai yang baru kembali ke ruang tunggu.


Karena bosan di dalam mobil, Rai pun memutuskan untuk kembali ke ruang tunggu menyusul Satria.


Namun saat sampai di ruang tunggu ia melihat Satria sedang memeluk seorang wanita yang ia lihat seperti Mishea.


Mendengar suara Rai, sontak Satria menjauhkan tubuh Mishella.


Satria dan Mishella pun menoleh ke arah Rai yang sudah mengeraskan rahangnya.


"Rai.." lirih Satria.


"Breng*sek kau Rai!!" Geram Rai sambil berjalan mendekati Satria dengan tangan mengepal hendak mendaratkan bogem mentahnya ke wajah Satria.


Rai salah paham. Rai pikir wanita yang Satria peluk adalah Mishea.


"Eits.. tahan!!!" Teriak Satria sambil menahan tangan Rai yang sudah melayang di udara.


"Ini Mishella bukan Mishea." Ucap Satria. Cepat-cepat ia meluruskan keadaan.


"Iya benar, aku Mishella." Ucap Mishella.


Kepalan tangan Rai pun melemah.


Merasakan kepalan tangan Rai melemah, barulah Satria melepaskan tangannya dari tangan Rai.


"Sedang apa kau disini? Mana kembaran mu?" Tanya Rai.


Meski masih kesal dan selalu mengatakan sudah tidak mau tau dengan Mishea, tapi tetap saja hatinya berkata lain dan tetap mengkhawatirkan keadaan Mishea.


Tanpa Rai duga, Mishella langsung memeluk Rai.

__ADS_1


"Rai, maafkan kami. Seandainya waktu itu kami mendengarkan mu dan tidak berpura-pura mengenal mu, mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Maafkan kami Rai." Tangis Mishella kembali pecah dalam pelukan Rai.


Deg.


Mendengar kata-kata Mishella, Rai yakin hal yang sangat ia takutkan sudah terjadi pada Mishella.


Rai pun menjauhkan tubuh Mishella.


"Apa maksud mu? Memangnya apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Rai dengan raut wajah merah karena emosi.


"Kau benar Rai, Chasen bukanlah pria baik-baik, dia pria breng*sek dan hampir memperkosa Kak Shea." Jawab Mishella.


"Breng*sek!!! Dimana pria itu sekarang? Apa masih di London? Biar ku beri pelajaran dia!!"


"Dia sudah di penjara. Tapi Kak Shea... Kak Shea..."


"Shea kenapa?"


"Mishea mengalami trauma, sekarang dia yang ada di dalam sedang menjalani terapi." Malah Satria yang menjawab.


"Astaga." Lirih Rai.


"Maafkan kami Rai, sekali lagi maafkan kami."


"Bukan salah mu, Shella. Kan sudah aku bilang ini semua sudah jalannya." Sahut Satria.


"Lagian kalian berdua mengenal ku, tapi kenapa harus berpura-pura tidak mengenal ku! Memangnya aku punya salah apa pada kalian!" Tidak seperti Satria yang sudah melupakan masalah waktu itu, Rai masih tidak terima.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2