
Kini Mishella dan Satria sudah berada di vila tempat Hansara dan teman-temannya mengadakan party, vila yang jaraknya tak jauh dari vila tempat mereka menginap.
"Aku ambilin minum dulu yah." Ucap Hansara lalu berjalan meninggalkan Satria dan Mishella yang memilih untuk di pojokan halaman belakang tempat party berlangsung.
Tak lama Hansara pun datang lagi dengan membawa dua gelas koktail di tangannya. Yang satu untuk Satria dan yang satu lagi untuk Mishella.
"Ini Kak." Ucap Hansara seraya memberikan gelas itu pada Satria dan Mishella.
"Oh.. iya kita belum kenalan." Ucap Hansara yang baru ingat belum berkenalan dengan Mishella.
"Pasti Kakak ini saudari kembarnya istri Kak Rai kan?" Tanya Hansara basa-basi. Tanpa perlu ditanyakan pun sudah jelas sekali Mishella adalah saudari kembar istri Rai karena wajah yang sama.
Mishella hanya menjawab dengan anggukkan kepala, ia masih tidak suka dengan Hansara. Apalagi menurutnya pertanyaan gadis yang ada di hadapannya terlalu basa-basi sekali.
"Kenalin, Hansara. Sepupu-nya Kak Satria." Ucap Hansara memperkenalkan dirinya seraya menjulurkan tangannya.
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
Mishella yang sedang menyeruput koktail yang baru di berikan Hansara langsung tersedak.
"Sepupu?" Lirih Mishella.
Dengan wajah polosnya Hansara menganggukkan kepalanya.
"Oh.. aku pikir..."
"Kenapa? Kakak pikir aku pacarnya Kak Satria yah?" Todong Hansara.
Satria hanya melirik seraya menyeruput koktail-nya.
"Kak Satria gak pacaran sama cewek Kak, dia pacaran sama cowok." Ejek Hansara.
Uhuk.. uhuk.. uhuk.
Mendengar ejekan sekaligus fitnahan yang menginjak-injak harga dirinya, Satria langsung tersedak.
"Sembarangan aja kamu ngomong!!" Protes Satria.
__ADS_1
"Aku laki-laki tulen yah!" Protesnya lagi.
"Hehehe... Becanda Kak." Balas Hansara sambil cengengesan.
Mishella yang sempat terkejut pun langsung bernafas lega setelah tahu kalau Hansara hanya bercanda.
"Ya udah, aku gabung sama temen-temen aku dulu yah Kak." Pamit Hansara.
"Hush.. hush.. hush.." usir Satria.
*
*
*
Satu jam berlalu.
Satu jam hanya melihat sekelompok mahasiswa ketawa-ketiwi, bernyanyi dan memainkan game yang tidak jelas, lama-lama Satria pun merasa bosan.
"Kamu bosan gak disini?" Tanya Satria pada Mishella yang sepertinya menyukai aktifitas yang di lakukan Hansara dan teman-temannya.
Satria menghela nafasnya kasar.
Ingin sekali ia mengajak Mishella pulang tapi Mishella ternyata menyukai suasana heboh Hansara dan teman-temannya, tapi kalau pulang sendiri ke vila, ia takut sial karena harus mendengar suara-suara ghoib dari kamar Rai dan Mishea.
"Aku ke toilet dulu kalau gitu." Pamit Satria.
Ia tidak benar-benar ke toilet, ia hanya ingin berkeliling melihat-lihat ke sekeliling vila.
Mishella menganggukkan kepalanya.
Satria pun beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan meninggalkan tempat party.
Satria terus berjalan sambil melihat-lihat sekeliling vila, sekedar untuk menghilangkan rasa bosannya.
Sampai akhirnya ia berhenti karena melihat ada dua orang pria yang sangat mencurigakan baginya.
__ADS_1
Satria bersembunyi di balik tembok dan mengendap-endap mendekati dua orang itu.
Pria A : Ini barang asli kan?
Pria B : Beneran. Loe buktiin aja nanti sendiri. Kalau gak mempan, duit lo kembali sepuluh kali lipat.
Pria A : Oke. Awas aja loe yah kalau sampe palsu!! Gue udah tiga kali soalnya dapet yang palsu!
Begitulah percakapan yang Satria dengar dari balik tembok.
Si Pria A pun mengeluarkan beberapa lembar uang lalu memberikannya pada Si Pria B.
Setelah memberikan uang pada Si Pria B, Si Pria A pun pergi dari tempat itu dan berjalan menuju lokasi party sedangkan Si Pria B pergi ke arah yang berlawanan.
"Bungkusan apa tadi itu? Apa jangan-jangan bungkusan tadi nar*koba?" Gumam Satria bertanya-tanya dalam hati.
"Gawat kalau memang iya!! Aku harus menyelamatkan Hansara." Gumam Satria lagi.
Satria pun mengekori Si Pria A itu, ternyata Si Pria itu tidak langsung ke lokasi tempat Hansara dan teman-temannya yang lain berkumpul.
Si Pria itu malah pergi ke dapur dan menuangkan bubuk yang ada di dalam bungkusan yang tadi di berikan Si Pria B ke dalam satu gelas koktail. Lalu keluar dari dapur dengan membawa dua gelas koktail.
Satria yang melihat itu, seketika langsung memahami bubuk apa yang dimasukkan ke dalam koktail itu.
Itu bukan bubuk narkoboy melainkan...
"Cih.. berarti itu obat perangsang!!" Decih Satria yang sangat paham.
"Tapi untuk siapa obat perangsang itu?" Gumam Satria lagi bertanya-tanya.
Takut kalau koktail yang berisi obat perangsang itu untuk Hansara, Satria kembali mengekori Si Pria A tadi yang sudah berjalan lebih dulu ke lokasi party.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...