
Mishella berjalan mendekati Satria lalu memeluk tubuh Satria dari belakang.
Ia sudah tidak peduli jika Satria menganggap dirinya wanita murahan atau apapun itu, yang ada di kepala Mishella sekarang hanyalah ingin membantu Satria dan ingin memberikan kesuciannya pada laki-laki yang ia cintai dan tidak ada kata menyesal bagi Mishella.
Merasakan dua gundukan daging Mishella yang langsung menyentuh kulit punggungnya, jelas saja hasrat Satria makin menggila, Abang Tangguh yang ada di balik boxer pun makin meronta minta segera di keluarkan dari dalam boxer dan menikmati surga dunia.
"Shell, aku mohon Shell jangan lakukan ini. Iman ku sangat lemah, hasrat ku kuat, jadi aku mohon jangan menggoda iman ku dan memancing hasrat ku seperti ini." Ucap Satria dengan nafas yang sudah sangat memburu.
"Lakukan lah apa yang ingin sekarang kamu lakukan Sat, tidak perlu kamu tahan. Lampiaskan lah pada ku." Balas Mishella seraya mengecupi punggung Satria dan tangannya mengelus otot perut Satria.
"Tapi kenapa kamu melakukan ini Shell? Kamu tahu kan konsekuensi-nya?"
"Aku sangat tahu Sat. Aku melakukan ini karena kamu adalah pria yang aku cintai dan aku tidak menyesal melepaskan kesucian ku pada pria yang aku cintai." Jawab Mishella.
Mulut Satria terbuka lebar mendengar pengakuan Mishella.
"Apa kamu bilang barusan? Aku ini apa?" Tanya Satria untuk meyakinkan dirinya kalau yang barusan ia dengar tidak lah salah.
Mishella memutar tubuh Satria untuk berhadapan dengannya.
"Aku mencintai mu Satria. Dan aku tidak menyesal melepas kesucian ku dengan laki-laki yang aku cintai." Jawab Mishella.
Akal sehat Satria seketika menguar entah kemana, Satria langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Mishella dan mencium-nya dengan sangat rakus.
Meski tidak ahli, tapi Mishella mencoba mengimbangi ciuman rakus Satria. Bukan hanya bibir yang saling berciuman dengan sangat rakus, lidah mereka pun juga sudah saling membelit.
__ADS_1
Dengan bibir yang masih saling bertautan, Satria menggiring Mishella ke ranjang dan perlahan membaringkan Mishella di atas ranjang.
Setelah Mishella berbaring diatas ranjang.
Satria pun melepaskan sisa kain yang menempel di tubuh Mishella dan tubuh nya. Kini mereka sudah sama-sama polos. Nafas keduanya saling memburu kala melihat benda perang pasangan mereka.
Setelah mereka sudah sama-sama polos, Satria pun menindih tubuh Mishella dan kembali mencium bibir Mishella dengan sangat rakus.
Setelah beberapa menit berciuman panas, Satria pun menurunkan ciumannya ke leher Mishella dan meninggalkan jejak bibir-nya disana.
Dirasa cukup memberikan jejak bibir disana, kini bibir Satria turun ke dua gundukan daging Mishella yang sudah menjulang dan sangat menantang.
Dengan sangat lembut Satria melahap dua gundukan daging Mishella secara bergantian dan sesekali memilin puncak gundukan dengan lidahnya.
Dan suara yang keluar dari mulut Mishella membuat hasrat kelaki-lakian Satria makin bergejolak.
Puas bermain dengan dua gundukan daging Mishella, Satria pun menurunkan ciumannya ke perut lalu paha kiri dan kanan dan terakhir di pintu lubang kenikmatan.
Mendapat sengatan kenikmatan dari lidah profesional Satria membuat tubuh Mishella menggelinjang hebat.
Suara jeritan kenikmatan tak henti-hentinya keluar dari mulut Mishella.
Dirasa cukup memberi sengatan kenikmatan di lubang kenikmatan Mishella, Satria pun menjauhkan wajahnya dari bawah sana.
"Aku tanya sekali lagi, apa kamu yakin Shell akan melepas kesucian mu?" Tanya Satria dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Mishella.
__ADS_1
"Lakukan lah Sat, aku mohon lakukan sekarang!! Aku sudah tidak tahan." Ucap Mishella.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Satria.
Satria pun hendak beranjak dari tubuh Mishella karena ingin mengambil pengaman yang selalu ia bawa dalam dompetnya.
Namun Mishella langsung menahannya.
"Mau kemana?" Tanya Mishella. Ia pikir Satria akan menggantungnya.
"Aku ambil pengaman dulu." Jawab Satria.
"Tidak perlu!! Masukkan saja sekarang!!" Tolak Mishella seraya mengarahkan Abang Tangguh di depan pintu lubang kenikmatan.
"Tapi Shell..." Lain di mulut lain di tindakan karena mulut Satria hendak menolak keinginan Mishella yang ingin memasukkan Abang Tangguh ke dalam lubang kenikmatan tapi tindakannya malah mendorong Abang Tangguhnya untuk mendobrak pintu lubang kenikmatan.
"Aaargh...." Jerit Mishella. Sangking tangguhnya si Abang Tangguh, hanya dengan sekali dorongan dan dengan tenaga penuh, akhirnya kepala si Abang Tangguh berhasil membuka pintu lubang kenikmatan. Sekarang tinggal memasukkan seluruh tubuh si Abang Tangguh ke dalam lubang kenikmatan.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1