Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 52


__ADS_3

Neon bergegas keluar dari kamar Nenek Julya.


Saat dirinya sudah di luar kamar, Neon melihat Novi sudah hampir tiba di lift. Neon pun berlari mengejar Novi.


Neon langsung menarik tangan Novi.


"Lepas!!!" Novi menyentak tangan Neon yang menarik tangannya. Namun sayang tangan Neon tak terlepas karena Neon menggenggam tangannya erat.


"Minggir, saya mau pulang!!" Ronta Novi.


Kesal karena Novi terus meronta, tanpa banyak basa-basi Neon langsung menggotong tubuh Novi seperti karung beras menuju kamarnya.


"Aaakkkh... Turunkan!!! Turunkan!!!" Teriak Novi. Untungnya sekuat apapun Novi berteriak, tidak ada satu pun penghuni kamar yang ada di sepanjang koridor itu tidak ada yang keluar.


Tak ingin sampai ada penghuni kamar lain yang keluar, cepat-cepat Neon berjalan menuju kamarnya.


Ceklek. Setelah susah payah membuka kunci pintu kamarnya apalagi dengan keadaan Novi yang terus meronta, akhirnya Neon berhasil membuka pintu kamarnya.


Neon pun masuk ke dalam kamar. Lalu menutup kembali pintu kamar itu dan menguncinya.


Setelah pintu kamar terkunci, Neon kembali melangkah menuju ruang tidur.


Sesampainya di ruang tidur barulah Neon menurunkan Novi.


"Apa mau Anda, Tuan! Tolong biarkan saya keluar dari sini. Saya harus pulang Tuan!!" Mohon Novi dengan wajah yang ketakutan. Ia takut Neon memper*kosa dirinya.


"Saya kan sudah bilang, sangat berbahaya jika kau pulang dalam keadaan seperti ini! Menginaplah disini, besok saya yang akan mengantarmu pulang!" Jawab Neon.

__ADS_1


"Tidak bisa Tuan, saya takut dengan ibu tiri saya! Ibu tiri saya itu sangat kejam, Tuan."


"Kita lihat saja besok, apa di depan saya ibu tiri ku masih bisa kejam!!" Balas Neon lagi.


Novi terduduk lemas di pinggiran ranjang lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, Novi pun menangis.


Melihat Novi menangis, Neon pun mendekati Novi dan duduk disebelah Novi.


"Hei, kenapa kau menangis?" Tanya Neon lemah lembut.


"Saya merindukan Ayah. Jika Ayah saya masih hidup, pasti hidup saya tidak sesusah ini." Jawab Novi.


Neon menghela nafasnya lalu memeluk tubuh gadis itu. Ia merasa iba dengan gadis itu. Meski Neon juga tidak memiliki Ayah, tapi Neon bersyukur dirinya masih memiliki Ibu dan Ibunya tidak menikah lagi, jadi Neon masih bisa merasakan kasih sayang yang sempurna sekalipun ia tidak memilki sosok Ayah.


"Izinkan aku menggantikan sosok Ayah dalam hidup mu." Ucap Neon tulus, bukan sekedar modus.


"Anda ingin menikahi Ibu tiri saya?" Tanya Novi polos.


Neon menggelembungkan pipinya menahan tawa karena pertanyaan polos Novi. Suasana yang tadinya haru jadi ambyar karena pertanyaan Novi.


"Kau itu polos apa bodoh sih!!" Ucap Neon sambil mencubit gemas pipi Novi.


Novi mengernyitkan keningnya dengan raut wajah polosnya. Ia tak mengerti apa yang Neon katakan.


"Maksudku bukan menikah dengan Ibu tiri mu, tapi aku ingin menjadi sosok seperti Ayah mu, yang melindungi mu, menjaga mu, mendengar keluh kesah mu, membahagiakan mu, menafkahi mu. Begitu maksud ku." Ucap Neon menjelaskan.


"Benarkah? Tapi bagaimana caranya? Kita saja tidak satu rumah, bagaimana Anda bisa menjadi sosok pengganti Ayah saya?" Tanya Novi masih dengan polosnya.

__ADS_1


"Berapa umur mu?" Tanya Neon.


"Delapan belas tahun." Jawab Novi.


"Bagus lah, berarti tidak melanggar undang-undang." Balas Neon.


"Maksud Anda?"


"Aku akan menikahi mu!" Ucap Neon tegas.


Mata Novi membulat sempurna.


"Apa? Anda akan menikahi saya?!" Teriak Novi kaget.


Neon menganggukkan kepalanya.


"Apa Anda sadar dengan ucapan Anda? Kita baru bertemu beberapa jam, tapi Anda ingin menikahi saya?"


"Bukankah cinta itu buta! Tidak perlu berapa lama waktu yang dibutuhkan, kalau cinta sudah datang, memangnya kita bisa apa!" Balas Neon.


"Sepertinya Anda mabuk berat, Tuan!" Balas Novi.


Novi pun berdiri dari duduknya dan hendak keluar dari ruang tidur untuk mengambil air minum untuk Neon.


Namun baru saja Novi berdiri, Neon sudah menarik tangan Novi hingga Novi terduduk di pangkuan Neon.


"Aku serius Novi, menikahlah dengan ku." Ucap Neon dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2