Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 7


__ADS_3

Deg.


Raiden.


Kakak kelas ku.


Yang pernah aku sukai dulu?


Gumam Mishea dalam hati.


"Kau ingat sekarang?" Tanya Rai.


"Mmm.. tidak. Aku tidak ingat!! Maaf, mungkin kau salah orang." Ucap Mishea dan hendak menutup pintu apartemennya.


Tapi keburu di tahan oleh Rai.


"Tunggu."


"Apalagi?"


"Yakin, kau tidak ingat aku? Atau kau hanya pura-pura tidak mengingat aku?"


"Maaf, aku benar-benar tidak mengingat mu."


Rai menghela nafasnya kasar.


"Baiklah kalau kau tidak mengingat ku." Ucap Rai, ia tidak ingin memaksa Mishea mengaku, karena dari gestur Mishea, Rai yakin kalau Mishea hanya berpura-pura tidak mengingat dirinya.


Rai pun mengeluarkan kartu namanya dari dalam dompetnya.


"Ini kartu nama ku. Hubungi aku kalau kau mengingat ku." Ucap Rai sambil memberikan kartu namanya pada Mishea.

__ADS_1


Mishea pun mengambil kartu nama itu dari tangan Rai.


"Aku pergi dulu." Pamit Rai lalu pergi dari depan unit apartemen Mishea.


Setelah Rai pergi, Mishea pun menutup pintu apartemennya.


"Huh.." des*ah Mishea sambil menyandarkan punggungnya di pintu dan memegang dadanya.


"Kenapa dia tiba-tiba muncul? Dan tahu dari mana dia alamat ku?" Lirih Mishea.


"Tak bisa ku pungkiri, Kak Rai semakin tampan." Lirihnya lagi.


Baru saja Mishea mengagumi sosok Rai, tiba-tiba memorinya tentang tragedi menyakitkan saat hari kasih sayang sewaktu SD dulu dimana dirinya di bully satu sekolah hanya karena memberikan cokelat dan surat cinta untuk Rai, yang pada saat itu adalah anak laki-laki tertampan di sekolah.


"Tidak!! Aku tidak boleh mengagumi-nya!! Dia laki-laki brengsek!! Kalau bukan karena dia yang menyebar surat cinta dari ku, aku tidak akan mungkin di bully satu sekolah." Geram Mishea sambil mengepalkan tangannya.


"Ayo Mishea, jangan goyah hanya karena ketampanan Kak Rai!! Kau bukan Mishea yang berumur sepuluh tahun!" Ucap Mishea menyemangati dirinya sendiri.


Mishea pun menegakkan punggungnya lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Bermonolog sendiri dari tadi membuatnya haus.


Sesampainya di dapur Mishea meletakkan asal kartu nama Rai. Dan setelah minum, Mishea kembali ke dalam kamar tanpa membawa kartu nama Rai.


Kamar Hotel.


Saat Rai sedang mendatangi Mishea di apartemen seberang hotel tempat Rai dan Satri menginap, Satria sudah berada di dalam unit kamar hotelnya.


Setelah meletakkan tas-nya di sofa, mengeluarkan ponsel dan dompet dari saku celana-nya dan meletakkannya di atas nakas, Satria yang mengantuk karena kurang tidur, langsung membaringkan kasar tubuhnya di ranjang.


Satria pun memejamkan matanya dan mencoba masuk ke alam mimpi, tapi sayangnya perutnya yang keroncongan membuatnya tidak bisa tidur.


Lima belas menit Satria berputar-putar di ranjang, tapi tetap saja dirinya tidak bisa tidur.

__ADS_1


"Aaargh!!!" Geram Satria sambil menendang udara lalu mendudukkan tubuhnya.


"Aku cari makan dulu kalau gitu, baru tidur!" Satria pun beranjak dari atas ranjang, lalu mengambil dompet dan ponselnya dari atas nakas, Satria pun keluar dari unit kamar hotelnya.


Satria keluar dari gedung hotel untuk mencari makan, ia ingin mencari restoran khas Indonesia, karena dari kemaren perutnya belum diisi nasi.


Karena tak memiliki kendaraan, Satria pun berjalan kali menyusuri trotoar sambil matanya berkeliling mencari restoran khas Indonesia.


Setelah berjalan kurang lebih satu kilo meter, akhirnya Satria menemukan restoran khas Indonesia.


"Sepertinya itu restoran khas Indonesia." Monolog Satria saat melihat papan yang terpampang di depan restoran dengan tulisan bahasa Indonesia.


Satria pun berjalan menuju restoran itu.


Sesampainya di depan restoran, Satria tersenyum lega karena restoran itu juga menyediakan nasi padang.


"Pas sekali, aku merindukan nasi padang." Gumam Satria.


Satria pun memasuki restoran dengan semangat, sangking semangatnya ia sampai menabrak seorang gadis yang hendak keluar dari restoran.


BUGH..


BRAAK.. Bungkus makanan yang di bawa gadis itu pun jatuh ke lantai.


"Maaf, maaf, aku tidak sengaja." Ucap Satria menyesal sambil membantu memungut bungkus makanan gadis itu dimana isinya juga sudah tumpah di lantai.


"Apa kau orang Indonesia?" Gadis itu malah salah fokus dengan bahasa yang di pakai oleh Satria.


Satria mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah gadis yang sedang bertanya padanya juga dengan menggunakan bahasa Indonesia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2