
"Masuk." Polisi itu memasukkan Rai dan Satria kedalam mobilnya.
Setelah Rai dan Satria masuk kedalam mobil polisi, barulah polisi itu menutup pintu mobilnya.
Polisi itu pun berjalan menuju pintu tempat duduk pengemudi. Namun saat polisi itu hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk.
Polisi itu pun merogoh saku untuk mengambil ponselnya.
Tuan Metowa. Begitulah nama yang tertera di layar ponsel polisi itu.
"Kau jaga dulu mereka, aku jawab telepon dulu." Ucap polisi itu pada anak buahnya yang sudah berdiri di depan pintu yang ada di seberangnya.
"Baik Komandan."
Polisi itu pun menjauh dari mobil lalu menjawab panggilan dari Tuan Metowa.
"Halo Tuan Metowa."
"Halo Sheriff Anthony." Balas Tuan Metowa dari seberang telepon.
"Bagaimana dengan masalah putra ku, Chasen? Apa semua beres?" Tanya Tuan Metowa.
"Tuan Metowa tenang saja. Semuanya beres. Bahkan video rekaman yang ada di ponsel putra Anda sudah saya hapus. Jadi tidak ada barang bukti untuk menuntut balik putra Anda apalagi wanita yang ada dalam video itu pun sudah memberi keterangan bahwa dia tidak mengenal si pemukul dan si pemukul adalah penguntit dirinya, sehingga putra Anda murni akan menjadi korban pemukulan."
__ADS_1
"Berita yang sangat bagus kalau begitu." Balas Tuan Metowa.
"Aku juga sudah mengirim anak buah ku untuk mengambil kamera tersembunyi yang Chasen letakkan di apartemen wanita itu." Kata Tuan Metowa lagi.
"Woah gerakan Anda sangat cepat Tuan. Saya harap pergerakan Anda yang sangat cepat ini juga secepat Anda mengisi rekening saya."
"Pastinya Sheriff Anthony. Terimakasih atas kerjasamanya." Balas Tuan Metowa.
"Sama-sama Tuan, terimakasih juga sudah mempercayakan saya untuk mengurus masalah yang selalu putra Anda buat." Balas polisi itu.
Panggilan pun berakhir.
TRING.
Baru beberapa detik panggilan dengan Tuan Metowa berakhir, tiba-tiba ada pesan masuk di ponsel Sheriff Anthony.
Senyum pun merekah di pipi Sheriff Anthony saat melihat jumlah uang yang Tuan Metowa kirim untuknya.
Sheriff Anthony pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya lalu berjalan menuju mobil sambil bersiul-siul senang.
*
*
__ADS_1
*
Di kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi Rai langsung menelpon Daddy-nya, Daddy March dan menceritakan pada Daddy-nya tentang masalahnya.
Daddy March pun langsung meminta pertolongan Tuan Jordhie untuk membebaskan Rai dan Satria karena kalau menunggu dirinya yang menyusul ke London, akan memakan waktu yang sangat lama dan itu berarti akan sangat lama Rai dan Satria di tahan di kantor polisi.
Tuan Jordhie yang masih berada di Paris pun langsung terbang ke London untuk membantu membebaskan anak temannya itu.
Setelah kurang lebih tiga jam menunggu, akhirnya Tuan Jordhie pun datang ke kantor polisi bersama pengacara pribadinya.
Setelah kurang lebih dua jam berembuk dengan pengacara Chasen akhirnya kata perdamaian pun di sepakati dengan dua syarat.
Syarat yang pertama sudah pasti Rai harus membayar uang ganti rugi yang sangat besar. Dan syarat yang kedua, Rai dan Satria tidak dibolehkan menginjakkan kaki ke London selama dua tahun dan harus segera pergi dari kota London setelah keluar dari kantor polisi.
Mau tak mau Rai dan Satria pun menyanggupi syarat yang di ajukan pengacara Chasen.
Padahal Rai masih ingin membuktikan pada Mishea kalau Chasen bukan lah pria polos dan baik.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...