Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 28


__ADS_3

Melihat Mishea yang jatuh diatas tubuh Rai, sontak dokter Jagapati dan dua orang perawat yang ternyata baru datang saat Rai sedang bernegosiasi dengan Mishea langsung berlari mendekati Mishea.


Dengan bantuan Bratt dan dua orang penjaga rumah, salah satu perawat itu langsung menyuntikkan obat penenang dosis rendah pada Mishea.


"Aaaakh.. lepas! Apa yang mau kalian lakukan? Lepaskan aku!!" Ronta Mishea.


Melihat Mishea meronta sebenarnya Rai sangat tidak tega, tapi Rai tidak bisa berbuat apa-apa karena Mishea masih menjadi tanggung jawab orangtuanya dan Rai hanya bisa mengikuti keputusan orangtuanya.


Tak sampai lima menit meronta, lama kelamaan suara rontaan itu pun melemah, itu tandanya obat penenang yang berhasil disuntikkan ke tubuh Mishea mulai bekerja.


Dan tak sampai tiga menit setelah suara rontaan Mishea yang melemah, Mishea pun tertidur.


Melihat Mishea yang sudah tertidur, semua orang yang ada dalam kamar itu termasuk Rai menghela nafas lega.


Bratt pun mengangkat putri sulungnya itu menuju kamar tidur kemudian membaringkannya diranjang dengan sangat hati-hati.


"Ikut saya!!" Perintah Bratt pada Rai.


Bratt pun keluar lebih dulu dari kamar Mishea lalu diikuti Rai dari belakang.


Tak ingin sampai Daddy-nya berbuat sesuatu pada Rai, Mishella pun hendak menyusul dari belakang namun Mommy Alea menahan tangan Mishella.


"Biar Daddy mu bicara empat mata dulu dengan Rai." Ucap Mommy Alea.


"Tapi Mom.."

__ADS_1


"Percayalah, Daddy mu tidak akan menyakiti Rai." Potong Mommy Alea.


*


*


*


Ruang kerja Bratt.


"Duduk!" Perintah Daddy Bratt pada Rai.


Rai pun duduk di sofa yang berhadapan dengan Daddy Bratt.


"Sama-sama Paman." Balas Rai santai. Tak ada sama sekali ketegangan dari raut wajah Rai.


"Apa tujuan mu kali ini mendekati Mishea? Apa kau ingin menyakitinya lagi seperti yang kau lakukan saat SD?" Tanya Daddy Bratt to the point.


Dan pertanyaan Daddy Bratt berhasil membuat Rai berpikir.


"Menyakiti Mishea lagi? Memangnya kapan aku menyakitinya?" Gumam Rai bertanya-tanya dalam hati.


"Atau kau sedang memainkan sandiwara mu dengan berpura-pura menjadi orang baik seperti yang di lakukan Chasen lalu setelah kau mendapatkan Mishea, kau akan mengambil keuntungan dari Mishea lalu setelah puas kau akan meninggalkan putri ku?" Tanya Daddy Bratt sekali lagi dengan tatapan mengintimidasi.


"Maksud Paman apa bicara seperti itu?" Rai malah balik bertanya.

__ADS_1


"Saya tahu kau adalah penjelajah wanita. Asal kau tahu, sebelum kau menjadi seorang penjelajah wanita, saya sudah lebih dulu terjun ke dunia itu, jadi saya bisa membaca tak tik yang sedang kau mainkan!"


"Cih.. kalau memang Paman adalah seorang senior, kenapa saat Chasen mendekati Mishea Paman sama sekali tidak tahu kalau Chasen hanya berpura-pura menjadi orang baik?!"


"Karena saya tidak pernah bertemu dengannya secara langsung dan pada saat Mishea dekat dengan Chasen, saya terlalu mempercayakan semuanya pada Mishea. Karena saya pikir putri-putri ku sudah sangat dewasa dan pasti pintar dalam menilai mana laki-laki yang pura-pura tulus dan mana laki-laki yang sungguh-sungguh tulus." Balas Daddy Bratt.


"Lalu menurut Paman, saya ini masuk ke kategori mana?" Tanya Rai.


"Mau kau ada di kategori pura-pura tulus atau sungguh-sungguh tulus, saya tidak peduli yang jelas saya tidak menyukai mu karena kau pernah menyakiti Mishea saat masih kecil." Jawab Daddy Bratt tegas.


"Sepertinya ada yang harus saya luruskan disini Paman. Dan ini juga lah yang membuat saya selalu bertanya-tanya selama kurang lebih sembilan belas tahun." Balas Rai.


"Apa Paman mau mendengar penjelasan versi saya saat kejadian waktu kami SD dulu?" Tanya Rai.


"Katakanlah!" Jawab Daddy Bratt.


"Jadi Paman yang sebenarnya terjadi waktu itu..."


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2